Selasa, 31 Mei 2016

Korban Traffiking - bagian dua (habis)

Sebagai penutup tulisan saya sebelumnya tentang kejadian yang menimpa seorang umat hindu yang bekerja di malaysia.

Pada tanggal 20 Mei 2016 saat menghadiri rapat banjar di salah satu rumah warga di taman lestari batu aji, kebetulan hadir juga sebagai tamu salah seorang umat senior yang sudah pindah ke bali. Kebetulan dia dan istrinya datang ke batam bersama istrinya mengurus asset yang belum terjual.

singkat cerita, dia bercerita tentang kisah salah seorang warga bali yang jadi korban traffiking di malaysia. Kebetulan pak Gede ini sempat mampir ke rumah si korban. Kondisi keluarganya memang seperti si korban ceritakan. Namun ada satu hal yang disampaikan pak Gede membuat saya terperanjat, bahwa si korban ini sebenarnya bukan korban traffiking seperti yang dia ceritakan sewaktu di batam. Ini semua adalah akal-akalan dia saja bersama pacarnya di malaysia.
Dia bukan korban perkosaan, tapi akibat pacaran. Karena si korban ini kemungkinan kerja di malaysia bukan lewat jalur resmi, makanya saat kena kasus dia takut ketahuan pihak polisi malaysia. Makanya dia melarikan diri ke batam, dan memang sedikit aneh kok seperti ada skenarionya.

Betapa kecewanya rasanya lembaga dan tokoh masyarakat hindu di batam telah dibohongi. Bahkan pemerintah juga dibohongi. Rumah sakit apalagi. Semua yang menanggung biayanya adalah rumah sakit BK. Ada tokoh Hindu disana dengan gigihnya membantu.

Penguburan Bayinya juga dilakukan oleh umat hindu di Batam. Ada yang meninggalkan pekerjaannya demi menolong umat kemalangan. Rela berpanas-panasan dikuburan dari menggali kubur sampai penguburan bayinya. Ada yang bagian gali lubang, ada yang mempersiapkan peti mayatnya, ada yang nyari bunga pinang, ada yang nyiapkan bantenya, ada yang ngatur kepulangan bayinya dari rumah sakit. Semua dikerjakan dengan iklhas.

Beberapa hari kemudian, para tokoh mengadakan rapat membantu kepulangan si korban ini. Lembaga membantu membelikan tiket kepulangannya. Karena lugu atau bodoh, si korban seolah-olah beranggapan yang menanggung kepulangan dia adalah lembaga.

Tapi tak apalah daripada semuanya kecewa dan kasus bisa jadi jadi panjang lagi, biarlah disimpan saja. Ambil positifnya karena kita telah menolong orang, toh sudah berlalu.