Kamis, 18 Desember 2014

What's on your mind?

What's on your mind? begitu pertanyaan facebook tiap kali saya buka facebook. apa urusannya denganmu nanya2 saya segala si fb ini. baik kali kamu facebook. baiklah aku jawab pertanyaanmu fb ! malam ini tentu sangat bahagia dan senang pulang dari pura sembahyang bersama hari raya galungan hari kemenangan dharma melawan adharma. apakah saya menang? hanya saya yg tau. sehabis salam2an saya langsung pulang, dalam perjalanan satu pertanyaan yg sangat mengganggu pikiran saya dan diikuti oleh pertanyaan2 lainnya. berapa sih sebenarnya jumlah lembaga hindu yang berkedudukan di batam? adakah lembaga yg tidak diakui oleh umatnya? kalau iya, nah mengapa? apa kurang sosialisasi? apa ketuanya tidak disukai? apa karena ketuanya sedikit bicara sedikit kerja sedikit nyumbang, tidak seperti lembaga yg lainnya? yang hanya diingat kalo ada yg perlu diphoto, perlu pengeras suara? apa kurang sosialisasi menghias halaman fb? kalau semua itu benar adanya, betapa malunya sang ketua. kenapa ketuanya ndak tau diri? mugnkin perlu diusulkan dihilangkan aja, penting bagi negara karna mengurangi anggaran bantuan. pertanyaan saya terakhir dibenak sendiri, apakah saya bagian dari orang yg diatur oleh sekelompok paduan suara melankolis ? demikian, mudah2an pertanyaan si facebook tentang apa yg ada di benak saya bisa terjawab, jika tidak nanti saya tanyakan di scope nasional. trima kasih facebook

Senin, 15 Desember 2014

Inspirasi

berbagi anandam, barangkali demikian perasaan kami pada kamis malam di medan kemarin bersama bapak Wayan Catra Yasa penasehat Ssgbatam. dijemput oleh bhakta sai brother alex menuju ke salah satu sai center untuk bhajan. mampir ke restoran vegi berkah miliknya. masakan vegi yg pas sekali dengan lidah org indonesia. kemudian menuju center, bhajan di center vihara lt 3 yg diikuti sebagian besar etnis china, tertib, tepat waktu, tertata dengan rapi. salah satu bhakta sedang membangun gedung 9 lantai, lt 1 s/d 8 untuk vihara dan kegiatannya, lt 9 untuk sai center. kemudian bro alek menunjukkan satu ruangan khusus yg saat itu lampunya agak redup yaitu ruang penyimpanan abu jenasah para orang tua. biaya penyimpanan saja ratusan juta rp per abu jenasah belum termasuk biaya perawatan tahunan. wow fantastic. kemudian pulang ke restoran bro alek lagi2 disuguhi makan malam. setelah tutup restorant, bro alek dan putranya membawa skitar 15 nasi bungkus dan air putih. berangkatlah kami putar2 kota mencari tukang becak, pengemis, gelandangan dan orang gila yg tidur di emperan toko diberi nasi bungkus gratis. wow lagi2 pengalaman pertama selama hidup. namun ini kegiatan bro alek rutin setiap malam. wow its very inspiring.

Rentenir

barusan kedatangan tamu seorang wanita 'ni luh' bersama suaminya yg 'baru'. singkat cerita ni luh ini sudah nikah lagi dgn pemuda asal jawa timur setelah meninggalkan suami dan anaknya di bali, katanya sudah ndak tahan sama suaminya hanya kerjanya mabuk2an tak punya kerjaan tetap. miris juga dengernya. dulu nikah di batm sepertinya karna kecelakaan dgn suaminya itu. dulu di batam ikut numpang di kluarga salah satu umat hindu boleh dibilang tokoh umatlah. saat datang ke dua kali ini katanya ndak tahan ikut numpang di kluarga tokoh ini akhirnya kos di daerah batu aji karena kerjanya di mukakuning. singkat cerita nikah lagi sama pemuda dan ikut agama yg laki ini. kemudian ambil kredit rumah, uang muka pinjam ke kluarga 'tokoh' ini. tanpa ada perjanjian hitam di atas putih dan ni luh ini terkesan lugu dan polos, pinjamlah dia 10 jt kpada si ibu tokoh ini. nah ternyata pinjem 10jt dikasi hanya 9 jt katanya yg satu jt cicilan bunganya saja, pembayaran bulan pertama. sampe di sini saya langsung inget banyolan lawak di tv. nah terus katanya bulan kedua tidak usah bayar dulu. tapi ternyata si ibu tokoh ini nelpon terus sambil memaki2 ni luh ini. trus saya tanya kepada niluh ini, brapa bunganya yg harus kamu bayar. kata dia 50%, harus kembali 15jt. astaga kata saya. tiap bulan saya harus bayar 1 jt selama lima bulan, habis itu baru nyicil pokok pinjaman. saya ditunjukin kwitansi pembayaran 1jtnya. astagafirullah kata saya lagi. dengan gerem saya bilng ke ni luh, ini ndak bener ini pemerasan, kamu bilang ke si ibu itu bahwa ini ndak bener, ini melebihi rentenir, kamu bisa lapor polisi. kamu dibodoh2in. dengan polosnya dia jawab, saya takut, ndak berani, saya takut diancam, saya takut sama bapak. anggap ini pelajaran bagi saya, makanya saya mau jual lagi rumah saya untuk melunasi utang saya, kata dia. sebagai orang bali saya merasa malu juga dengernya , ternyata ada toh orang bali begitu kejam ke sesama orang bali di rantauan. pada intinya ni luh ini tidak bisa berbuat apa2 kecuali bagaimana caranya untuk membayar utang dengan bunganya 15 jt ini.
silakan pembaca untuk merenungkannya.

Senin, 08 Desember 2014

Kiprah Orang Bali di Perkit

Minggu 7 Desember 2014, pelantikan pengurus perkit di hotel pasific batam.
Khusus umat Hindu disediakan satu buah bus kapasitas 35 orang dari pura agung menuju hotel pasific dan kembali lagi ke pura agung setelah acara.
Acara dimulai pukul 10 pagi karena dihadiri oleh Gubernur Kepri HM Sani, yang waktunya sangat terbatas berhubung harus menghadiri acara ditempat lain. Sampai acara penandatanganan surat pengukuhan pengurus Perkit, rombongan umat hindu yang dari Pura Agung belum muncul-muncul juga. Tidak lebih dari 10 orang 'bali' yang hadir. beberapa menit kemudian kelihatan rombongan dari Pura Agung berjumlah 5 orang duduk di deretan kursi belakang. Mubasir dan kontras sekali dengan perwakilan provinsi lain yang masyarakatnya berbondong-bondong datang.
Acara demi acara terlewati, hingga tiba waktu makan siang pada jam 12.15. Menu makan siang masih ukuran standard hotel, tidak terlalu jelek.
Satu acara pokok selesai kemudian dilanjutkan dengan acara ke 2 yaitu rapat kerja. Dari 10 orang pengurus perwakilan Hindu/ Bali sudah pada pulang termasuk saya karena ada keperluan lain. Meski saya sempat ditelpon oleh Sekjen pada saat acara Raker dimulai karena tidak terlihat ada di tempat. Praktis yang tersisa disana dari perwakilan Hindu adalah satu peserta dan satu sekjen.
Dua hari menjelang acara pelantikan, semua perwakilan dari IKB diundang meeting di Gedung otorita Batam di ruangan ketua IKB. Saya berhalangan hadir, ternyata yang hadir cuman 4 orang. Wah kenapa begini? Mungkin orang Bali itu cocoknya hanya jadi penghibur sementara daerah lain saling antusias menyuarakan kepentingannya.

Kamis, 04 Desember 2014

Melestarikan Budaya Bali 'MECEKI'

Di suatu hari minggu dibulan nopember tahun 2014, sesuatu yang menggelitik hati saya, barangkali bagi sebagian orang adalah hal yang biasa dan wajar, namun tidaklah demikian bagi saya pribadi. Ataukah karena saya dibesarkan bukan dilingkungan keluarga penjudi. Saya tidak akan mengutarakan apa definisi judi itu sendiri.
Waktu itu, ketua Parisada Kepri yang nota bene adalah Lembaga Tertinggi Agama Hindu di Kepulauan Riau bersama beberapa pengurus lainnya main 'ceki' di areal Pura Agung. Tempatnyapun bukan di tempat sembarangan, yaitu di Graha Pinandita yaitu tempat tinggal Pinandita Pura. Kalau ditanya apanya yang salah. Tentu tidak ada yang salah di sini karena ukuran yang mengatakan salah benar itu tidak ada.
Hanya yang perlu diingat, ini adalah lingkungan tempat suci agama Hindu dan juga lingkungan sekolah bagi siswa agama hindu. Bukankah setiap tingkah laku pengurus lembaga diperhatikan oleh umatnya?
Seharusnya pengurus lembaga berkumpul membicarakan program atau rencana kegiatan yang bersifat keagamaan, harus punya gagasan memajukan umatnya. Paling tidak harus bisa menyempatkan diri datang dalam kegiatan bersama, misalnya sembahyang bersama, arisan, dll. sehingga umat merasa terayomi atau terbina.

Selasa, 02 Desember 2014

FB - Media Caper, media Pamer, Media Curhat

Sampai saat ini Facebook (FB) merupakan media sosial yang paling banyak digunakan orang. Tidak diketahui pasti berapa pengguna facebook diseluruh dunia kecuali pemilik server Facebook. Media ini sebenarnya sangat effective jika digunakan dengan tujuan positif. Misalnya untuk komunitas suku, komunitas keagamaan, spiritual, bisnis atau promosi suatu barang ataukah sebagai tempat berdiskusi.
Namun sebagian besar pengguna FB tidak lebih menggunakan FB hanya sebagai tempat pamer, misalnya sedang berada dimana, sedang ngapain atau pamer memiliki sesuatu yang orang lain tidak memilikinya.
Di FB kita bebas mengundang setiap orang yang kita ketahui namanya untuk berteman dengan kita, baik orang tersebut kita kenal maupun tidak kita kenal langsung. Setiap orang yang menjadi teman kita akan selalu melihat postingan yang kita buat dan bebas untuk mengomentarinya. Seharusnyalah yang namanya teman pertemanan di FB tidak boleh ada rasa emmbenci atau sakit hati atau tersinggung, toh keputusan ada di ujung jari kita untuk mengklik tombol unfriend.
Saya beberapa kali mengalami hal yang tidak mengenakkan. Beberapa contoh misalnya : pertama, atas dasar pertemanan dan juga kenal baik di darat, ketika seorang ibu membuat status di FB sedang berada disuatu tempat lagi happy-happy sementara malam itu adalah piodalan disuatu pura di Batam. Karena situasinya dilingkungan tempat ibadah, saya mengomentari statusnya dengan satu kalimat pendek 'odalan kok di ...............(suatu tempat-red)' terus si ibu itu mereply kembali dengan kata-kata yang tidak enak dibaca oleh orang tua. Penulis sungguh tidak nyaman membacanya, apalagi dia berkomentar silih berganti dengan orang lain. Entah apa namanya perasaan saat itu, kaget, marah, kecewa, entah apa lagi, karena sama sekali tidak menduga sebelumnya. Membaca replynya saja saya merasa malu, kok jawabannya begitu. Tanpa pikir panjang, langsung yang bersangkutan saya unfriend, bahkan sampai saat ini saya tidak bertegur sapa jika bertemu.
Kejadian yang kedua: kejadian setelah ulangan akhir semester ganjil, kebetulan saya yang menyediakan soal ulangan dari tahun sebelumnya, hanya mengeprint ulang karena guru yang bersangkutan sedang berhalangan. Ketika saya mengoreksi jawaban murid ternyata 50% dapat nilai jelek. Nah saya merasa prihatin kemudian memposting status di FB yang intinya mengapa sampai setengah dari jumlah siswa mendapat nilai jelek, dan intinya ngajak pengurus pasraman mereview kenapa, apa siswa tidak tertarik dengan pelajaran agama? atau masalah lain? Nah belum apa-apa guru yang bersangkutan tersinggung dan mutung, parahnya lagi dikomentari miring oleh teman yang lain. Waduh benar-benar kaget saya membaca tanggapannya, rasanya marah luar biasa tapi tak tahu marah ke siapa. Betapa gampangnya orang tersinggung dan marah. Padahal maksud saya ingin tahu apa yang terjadi dengan siswa, bukan dengan gurunya. Saya jelaskan kepada yang bersangkutan, entah mau terima atau tidak saya tidak mau tahu. Menghindari jadi masalah yang melebar kesana kemari, postinganpun langsung saya hapus.
Kejadian ketiga : dalam suatu acara, seorang yang mewakili lembaga tertinggi hindu berkesempatan memberikan kata sambutan, tanpa teks, kesannya mencla mencle, bicaranya tidak lancar. Nah saya mebuat status di FB, ini juga atas dasar rasa prihatin karena merasa memiliki lembaga tersebut,kok yang namanya mewakili lembaga tertinggi agama seprovinsi bicaranya begitu blepotan. Saya bikin status sebenarnya hanya saran, sebaiknya kalau memberi sambutan itu ditulis biar jelas, siapa saja tamu yang hadir, dari perwakilan mana saja. Nah ini juga yang bersangkutan malah tersinggung. Malu juga membaca replynya, langsung postingan itu saya remove.
Kesimpulan saya : Bagi sebagian orang, Media FB bukanlah untuk media yang sifatnya serius, hanya untuk fun saja, saling sanjung, saling pamer, media untuk membuat sekedar senang orang lain.