Selasa, 23 Juni 2020

TEMAN SEJATI

Pepatah mengatakan ‘Teman sejati adalah teman yang peduli kepada anda disaat anda kesusahan.’ Bukan teman yang peduli anda di saat anda bahagia.

Teman sejati tentunya orang yang anda percaya.

Namun Jika anda ditanya siapakah orang yang paling anda percaya di dunia ini? Maksudnya selama anda hidup. Apakah istri anda, suami anda, orang tua anda (bapak/ Ibu),saudara anda (kaka/ adik), keluarga anda (selain keluarga langsung), kawan baik anda, guru anda ataukah bahkan musuh anda? Saya pikir jawabannya akan berbeda beda. Banyak factor yang mempengaruhi.

Ada pepatah cina mengatakan, ‘jika anda berburu harimau, maka ajaklah saudaramu’. Siapakah yang akan menyelamatkan anda jika seekor harimau akan menyerang anda. Jika anda mengajak kawan berburu anda, dan dia adalah kawan baik anda, apakah dia membantu anda sementara jiwanya juga terancam. Jika anda bersama istri atau suami anda, apakah dia juga akan membantu anda, sementara juga jiwanya terancam. Istri atau suami anda adalah orang yang anda kenal setelah dewasa.

Coba perhatikan orang-orang disekeliling anda. Baik itu di rumah, di masyarakat, atau di tempat anda bekerja.

Dengan usia yang sudah lebih setengah abad, saya sudah banyak melihat watak orang. Disaat orang itu berbuat jahat kepada saya, saya tidak merasa sedih. Begitu juga saat orang lain berbuat sangat baik kepada saya, saya tidak merasa terlalu senang. Sama saja. Orang berbuat baik di satu waktu, akan berbuat yang kurang baik di lain waktu.

Begadang di Kantor

Rasanya aneh saja, kerja malem saat pandemic korona ini. Rasanya sudah terlalu tua untuk kerja malam. Orang tua sebaiknya tidak begadang. Namun apa boleh buat. Periuk harus tetap berisi nasi. Kompor harus selalu bisa nyala.

Ndak ubahnya bagaikan hanya pindah begadang. Dari jam ke jam, dari menit ke menit, dari detik ke detik hanya menunggu bel pulang berbunyi. menghitung berapa lama waktu tersisa untuk pulang. jemu dan jenuh.

Menahan kantuk tanpa tidur sama sekali. Mata pedih, perut mual-mual, badan pegel semua. Beginilah bangsaku masih saja dijajah jepang. Jika ada yang ketiduran, maka keesokannya pasti ditegur atasan karena dilaporin oleh orang jepang satu itu.

Sewaktu saya masih suka mancing malam, saya juga harus begadang sampai pagi. Ada rasa berlomba untuk mendapatkan ikan paling banyak dan paling besar. Tak peduli ombak, tang peduli hujan. Pokoknya pegang stick pancing terus sampai pagi.

Betapa besar perjuangan menahan kantuk kali ini. Kini menjelang akhir Juni 2020. Sejak Maret ’20 diberlakukan 2 shift siang dan malam, selama 2 minggu. Entah sampai kapan.  Sangat berat rasanya. Beda dengan orang yang bekerja di line produksi. Karena aktifitas fisik mungkin rasa ngantuk tidak terlalu dirasakan.

Sejujurnya, sangat sedih. Demi anak istri.

Semoga anak istriku bisa tidur nyenyak di rumah.

Kamis, 11 Juni 2020

‘maslengagan’ tanpa disangka

Entah apa padanan katanya dalam bahasa Indonesia. Maslengagan adalah bahasa bali yang mungkin bisa diartikan perasaan kaget karena suatu kejadian diluar dugaan. Atau bisa juga kondisi/ kejadian diluar harapan. Biasanya kejadian yang luar biasa.

Ada film dono kasino warkop dki. Mngkin dulu ada yang sempat nonton. Alkisah dono punya ayam jago satu ekor yang sangat dia sayangi. Suatu hari dono bepergian, ayamnya dititip ke indro dan kasino. Indro kasino mungkin jengkel dengan ayamnya kasino karena ayamnya suka ngotorin dan mengganggu. Saking jengkelnya maka dipotonglah ayam tersebut. Dan dimasak enak. Singkat cerita, dono balik ke rumah. Sebelum sempat lihat ayamnya, dono diajak makan dulu. Betapa lahapnya si dono makan. Setelah selesai makan dono menanyakan ayam kesayangannya. Dan betapa kagetnya dia ketika dikasi tau bahwa ayamnya sudah dipotong yang dimakan tadi.

Contoh yang saya alami. Beberapa hari yang lalu ngasi duit ke istri. Saya pesan agar dibelikan barang. Biar kliatan barangnya. Saya sarankan beli almari buffet. Istri sudah lihat lihat ke tempat jualan perabot rumah tangga yang tak jauh dari rumah. Tapi Katanya belum ada yang cocok modelnya. Saya bilang duitnya simpan saja dulu, nanti lain waktu juga bisa.
Tiap hari istri saya masak enak. Anak-anak suka makannya. Saya tidak menyangka kalau istri saya belanja pakai duit yang saya suruh simpan. Saya pikir karena kebetulan dapat order makan dua kali waktu bulan puasa, saya pikir duit itu saja cukup.

Ketika saya Tanya, duit kmaren yang rencana untuk beli buffet mana. Istri saya jawab, kan sudah dipakai ke dapur. Wah seketika darah saya naik. Amarah saya memuncak. Karena saya merasa tertipu. Bukan oleh orang lain. Tapi rasanya tertipu oleh diri sendiri. Inilah perasaan yang namanya maslengagan.