Ada film dono kasino warkop dki. Mngkin dulu ada yang sempat nonton. Alkisah dono punya ayam jago satu ekor yang sangat dia sayangi. Suatu hari dono bepergian, ayamnya dititip ke indro dan kasino. Indro kasino mungkin jengkel dengan ayamnya kasino karena ayamnya suka ngotorin dan mengganggu. Saking jengkelnya maka dipotonglah ayam tersebut. Dan dimasak enak. Singkat cerita, dono balik ke rumah. Sebelum sempat lihat ayamnya, dono diajak makan dulu. Betapa lahapnya si dono makan. Setelah selesai makan dono menanyakan ayam kesayangannya. Dan betapa kagetnya dia ketika dikasi tau bahwa ayamnya sudah dipotong yang dimakan tadi.
Contoh yang saya alami. Beberapa hari yang lalu ngasi duit ke istri. Saya pesan agar dibelikan barang. Biar kliatan barangnya. Saya sarankan beli almari buffet. Istri sudah lihat lihat ke tempat jualan perabot rumah tangga yang tak jauh dari rumah. Tapi Katanya belum ada yang cocok modelnya. Saya bilang duitnya simpan saja dulu, nanti lain waktu juga bisa.
Tiap hari istri saya masak enak. Anak-anak suka makannya. Saya tidak menyangka kalau istri saya belanja pakai duit yang saya suruh simpan. Saya pikir karena kebetulan dapat order makan dua kali waktu bulan puasa, saya pikir duit itu saja cukup.
Ketika saya Tanya, duit kmaren yang rencana untuk beli buffet mana. Istri saya jawab, kan sudah dipakai ke dapur. Wah seketika darah saya naik. Amarah saya memuncak. Karena saya merasa tertipu. Bukan oleh orang lain. Tapi rasanya tertipu oleh diri sendiri. Inilah perasaan yang namanya maslengagan.