Ndak ubahnya bagaikan hanya pindah begadang. Dari jam ke jam, dari menit ke menit, dari detik ke detik hanya menunggu bel pulang berbunyi. menghitung berapa lama waktu tersisa untuk pulang. jemu dan jenuh.
Menahan kantuk tanpa tidur sama sekali. Mata pedih, perut mual-mual, badan pegel semua. Beginilah bangsaku masih saja dijajah jepang. Jika ada yang ketiduran, maka keesokannya pasti ditegur atasan karena dilaporin oleh orang jepang satu itu.
Sewaktu saya masih suka mancing malam, saya juga harus begadang sampai pagi. Ada rasa berlomba untuk mendapatkan ikan paling banyak dan paling besar. Tak peduli ombak, tang peduli hujan. Pokoknya pegang stick pancing terus sampai pagi.
Betapa besar perjuangan menahan kantuk kali ini. Kini menjelang akhir Juni 2020. Sejak Maret ’20 diberlakukan 2 shift siang dan malam, selama 2 minggu. Entah sampai kapan. Sangat berat rasanya. Beda dengan orang yang bekerja di line produksi. Karena aktifitas fisik mungkin rasa ngantuk tidak terlalu dirasakan.
Sejujurnya, sangat sedih. Demi anak istri.
Semoga anak istriku bisa tidur nyenyak di rumah.