Minggu, 27 November 2022

KELAHIRAN BHAGAVAN KE 97

Hari dimana anda memutuskan untuk memperaktekkan saran saya, mengikuti arahan saya, dan menterjemahkan saran saya menjadi tindakan pelayanan dan terlibat dalam disiplin spiritual, maka hari itu adalah hari kelahiranku untuk anda. demikian petikan wejangan bhagavan Shri Sathya Sai Baba dalam setiap perayaan hari kelahirannya.

Setelah dua tahun berlalu tanpa mengadakan acara perayaan, kini bersama Sai Devotees Singapore kembali merayakannya di Hotel Asialink Nagoya Batam. Covid telah berlalu semoga keadaan kembali normal.

Hadir sebanyak 43 sai devotees dari singapore dan sekitar 40an orang juga dari Sai Devotees local dan undangan lembaga, sampradaya dan umat Hindu lainnya. Dari lembaga tidak ada yang hadir yang memang mewakili lembaganya. Memang ada feedback konfirmasi mau hadir.

Sebelum acara dimulai, masih diwarnai dengan kesibukan menata ruangan khususnya altar dengan menambah pernak pernik yang du bawa oleh rombongan sai dari singapore.

Saya berempat mendapat tugas membawakan astotaram. Persembahan bunga saat melantunkan 108 nama nama bhagavan. Saya dan istri, dan Bapak Wayan Catra dengan istri.

Selesai bhajan, saya membacakan sambutan singkat saya. Intinya saya menyampaiakn banyak terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir memenuhi undangan saya.

Kemudian giliran anak anak mengikuti acara potong kue ultah yang dibawa dari singapore. Kuepun dibagikan ke semua hadirin.

Tari bali dibawakan oleh dua gadis remaja sambil menikmati makan siang. Makan siang ternyata tidak cukup untuk semua peserta. Memang diutamakan tamu dari singapore. Itulah konsekuensi cara prasmanan.

Pelepasan 30 ekor merpati di halaman parkir hotel. Sebagai simbul melepaskan hal hal negatif yang ada pada diri kita. Semoga.



Minggu, 20 November 2022

KEPERGIAN "SANG BAGAWAN" I DEWA GEDE VAYOGAYANA

 


Tentu duka yang mendalam akan dirasakan oleh siapa saja yang kenal dekat dengan Dewa Yoga. Beliau pernah merantau di Batam selama kurang lebih 3 tahun. Sekitar 2 tahun menjadi sevadal atau Pelayanan Sai Bhakta di Sai Center komplek pertokoan Sentosa Perdana. Tak pernah mengeluh mesti tidur beralaskan sehelai kasur tipis di lantai. Kadang memasak sendiri ala kadarnya. Tak punya kendaraan. Kemana mana lebih sering bersama saya.
Kemudian keterima di sebuah perusahaan elektronik diKawasan Batamindo. Beliau ngekost di salah satu Bhakta. Mampu membeli sepeda motor bekas. Dan akhirnya di tahun 2009 beliau ada tawaran kerja di sebuah BUMN yang mengelola bandara udara. Saya mengantarkan beliau sampai Bandara Hang Nadim. Cukup banyak yang ikut mengantar waktu itu. 
Bertugas di Kupang NTT. Saya sempat berjumpa beliau di sana, memang saya minta bantuan dia untuk mencarikan tiket agar waktunya pas. Saya kebetulan dapat tugas mengikuti pertemuan di kupang. Itu di tahun 2013. Saya mendahului berangkat satu hari agar bisa lihat lihat daerah Kupang. Pesawat landing sekitar jam 9 malam. Bandaranya terasa sangat sepi waktu itu. Saat pesawat hendak landing, saya perhatikan ke bawah hanya beberapa lampu penduduk. Sangat berbeda jika kita berada di atas kota surabaya atau Denpasar.
Saya bermalam di mesnya bro yoga. Kiri kanan depan belakang hanya rumah kosong. Saya hanya sendirian. Sepanjang malam saya hanya tidur tidur ayam. Bro Yoga malah tidur di kantornya. Keesokan harinya saya sempat diajak keliling sekitar rumah penduduk. Cari sarapan. Kemudian agak siangan saya check in ke hotel. Selesai acara, saya masih sempat diajak mutar mutar sekeliling bandara. Terasa berkesan sekali waktu itu bersama bro Yoga.
Setelah itu saya tidak pernah kontak lagi dengan bro yoga. Di medsospun jarang sekali komunikasi. Sampai beliau pindah tugas ke Balipun saya tidak pernah kontak lagi.
Sabtu malam, 19 Nopember 2022, kebetulan hari itu saya jarang buka HP. Dengar kabar dari Grup WA bahwa Dewa Yoga harus dioperasi di rumah sakit, pemasangan ring di jantung. Konon 4 ring harus di pasang. Kita semua berdoa semoga beliau cepat sehat kembali. Konon kecapean saat perhelatan acara G20 di Bali. 
Takdir rupanya berkata lain. Minggu pagi tanggal 20 Nopember 2022 ketika buka WA, alangkah kagetnya. Serasa tak percaya. Beliau perpulang katanya tadi malam. 
Semoga beliau damai di alam sana.

Senin, 07 November 2022

MELASTI PIODALAN 2022


 Saya bertiga yaitu istri dan anak berangkat dari rumah sekitar jam 1.30 siang. Itu hari Minggu 6 nopember 2022. Sesuai informasi panitia, acara melasti dimulai pukul 4 sore. Dan ketika tiba di Pura belum begitu banyak umat yang hadir. Belum nampak ada kesibukan yang berarti. Kecuali sejumlah orang yang lagi sibuk masak memasak untuk konsumsi setelah melasti.

Saya berangkat dari rumah memang belum memakai pakaian sembahyang. Masih pakai celana pendek. Rasanya lebih nyaman jika beraktifitas. Aktifitas saya tentunya angkat angkat peralatan gong. Mengiringi prosesi dengan baleganjur. Itulah tugas saya.

Umat semakin banyak yang datang, kebetulan siswa Pasraman diminta masuk kelas jam 2 sore.

Waktu semakin mendekati pukul 4 sore. Bahkan sudah lewat 30 menit dari jam 4 sore. Acara ngaret. Dah biasa. Saya dibantu beberapa teman mengeluarkan peralatan. Masih beberapa orang belum datang.

Hampir jam 5 sore iring iringan prosesi menuju sei ladi dimulai. Saya memberi komando untuk mulai megambel baleganjur. Di kawal oleh beberapa personel kepolisian. Karena melewati/ nyeberang jalan umum.

Di sei ladi seperti biasa prosesi penyucian dan pengambilan air suci untuk keperluan nantinya saat piodalan. Umat yang mengikuti prosesi justru duduk di sepanjang jalan aspal. Malah ada jarak antara pemimpin upacara dengan umatnya. Barangkali takut pakaiannya kotor jika duduk direrumputan.

Matahari tenggelam, hari mulai gelap. Prosesi di sei ladi telah selesai dan iring iringan kembali menuju Pura Agung.

Sesampai di pura saya bersama team langsung mengembalikan peralatan ke tempatnya. Saya tidak mengikuti prosesi selanjutnya di pelataran mandala utama.

Waktu istirahat tiba. Umat dipersilakan mengambil prasadam prasmanan. Pada antusias takut tidak kebagian, mungkin. Sepintas saya perhatikan menu makan berlimpah.

Saya tidak ikut ngambil makanan. Bahkan nasi putihnya pun tidak. Entah mengapa saya tidak tertarik ikut menikmati masakan yang disediakan itu. Beruntung saya jumpa satu bungkus menu vegetarian. Mungkin sisa. Sumbangan dari kelompok kesadaran Krishna, konon. Lumayan perut berisi, bahkan kenyang.

Kemudian ada panggilan lewat pengeras suara bahwa persembahyangan bersama akan dimulai. Sayapun bergegas naik ke mandala utama.

Itulah pernik pernik melasti.