Pertemuan banjar hingga jam 11 malam, ada yang dibicarakan serius. Kemudian keliling nyari nyari ATM karena perlu duit. Tapi ternyata semua ATM pada jam 11 malam pada ada maintenant system. Tidak bisa narik duit.
Pagi itu hari minggu istri saya menyiapkan makanan untuk acara hari itu di pura. Syukur ada yang bisa bantuin. Sayapun harus turun tangan. Lumayan terbantu. Jam 09.00 makanan bisa siap dan berangkat.
Sampai di aula, persiapan dilanjutkan dengan bhakta dari Singapore. Bhakta adalah sebutan pengikut Ajaran Bhagavan Sri Sathya Sai Baba. Tahun ini adalah perayaan ulang tahunnya ke 94.
Jam 10.00 acara dimulai. Masing-masing mempersiapkan diri. Saya sendiri masih harus nyambi ngontrol keperluan lainnya.
Kaos dibagikan untuk 20 orang anak kelas 5 dan 6 SD dan mereka harus ikut di acara tersebut. Disinilah letak permasalahannya. Saya ternyata salah ngasi tulisan sablon di kaos. Seharusnya 94 tapi tertulis 84. Waduh fatal. Apa boleh buat. Terlanjur di cetak. Ya dipakai saja. Banyak yang mempertanyakan ini. Saya tidak bisa jawab.
Acara selesai. Tiba giliran makan. 70 bungkus gado-gado ternyata sebagian dipindahkan dari meja. Karena tempatnya tidak cukup untuk tempat prasmanan. Akibatnya tidak semua kebagian gado-gado. Ketika saya ditanya saya katakan habis. Tapi ternyata masih ada beberapa bungkus dibelakang. Anehnya kok selama acara tidak ada yang ngeh, bahasa indonesianya ‘tidak ada yang lihat dengan sadar’.
Saya tidak rela jika dituduh menyembunyikan makanan. Akhirnya saya suruh membawa semua makanan tersebut ke bus. Itu hak dia.
Berangkat menuju lokasi bhakti social. Perlu sekitar 1 jam untuk persiapan pengemasan. Begitu selesai pembagian bingkisan, hujan turun dengan derasnya. Beberapa saat sebelum bubar datang 2 orang petugas kepolisian. Ngajak bisik bisik. Ya akhirnya saya harus salam temple. Itulah tradisi, mungkin.
Sampai dirumah, hujan tambah deras dan petir menyambar-nyambar. Rumah kebanjiran. Saat sedikit agak reda, barang diturunkan dari mobil. Basah kuyup. Berangkat lagi ke batam center antar teman. Ternyata daerah batam center tidak ada hujan sama sekali.
Langsung menuju pura jemput anak dan istri. Sampai disana sudah jam 4 sore. Ternyata saya lupa makan siang. Perut kok bunyi-bunyi. Untunglah masih ada sisa makanan sebagai pengganjal perut.
Sampai di rumah harus bersih-bersih rumah karena banjir. Terasa capek luar biasa. Tapi ya dinikmati saja.
Dimanakah letak kecewanya.
Ya itu ternyata ada yang kecewa padahal tidak ikut kerja.
Siapapun bisa jika hanya ngasi ide, sementara yang mengerjakan orang lain.
