Mirip nama beberapa restoran, seperti de bottle, de patros. Kata de mirip dengan kata ‘the’ pada bahasa inggris. Saya bukan ahli bahasa. The dalam bahasa Inggris menunjukkan kata benda dari kata yang mengikutinya. Apakah De dengan The artinya sama? Bisa jadi. Entahlah. Mungkin karena yang menulis terbiasa makan di restoran tersebut. Atau yang bersangkutan terbiasa berbahasa Inggris. Saya tidak berniat mencari tau jawaban keduanya itu.
Saya coba masukkan key word ‘dedudonan’ di google. Dalam hitungan 0,4 detik google menemukan lebih dari 25 ribu kata dudonan. Bukan ‘dedudonan’. Jika mode viewnya dipilih Gambar, maka bermacam macam contoh file gambar yang berisi judul dudonan akan tampil. Satupun belum menemukan kata dedudonan.
Atau mungkin bermaksud menggunakan bahasa bali yang super halus. Sehalus halusnya biar orang yang baca kagum. Ataukah mungkin pencetus kata ‘dedudonan’ adalah seorang ahli bahasa Bali. Artinya saya tidak upgrade pengetahuan berbahasa bali saya. Padahal, bukankah lebih nyaman menggunakan bahasa Indonesia saja jika merasa tidak pede dengan bahasa Bali halus? Untuk apa menulis sesuatu jika kita sendiri tidak tau maknanya, atau salah makna. Dari pengalaman bertahun tahun saya biasa bikin ‘dudonan acara’ dimana kata ‘dudonan’ saya gunakan bahasa Indonesia ‘susunan acara’ atau ‘rangkaian acara’. Mungkin lebih mudah dimengerti oleh orang kebanyakan, apalagi dalam kontek upacara ini bukan hanya untuk orang Bali.
Entahlah.
Saya ibarat sedang bertanya dalam sebuah sangkep di bale bengong. Dimana pesertanya semua bengong. Mengapa tidak pakai kata ‘dudonan’, saya belum pernah menemukan kata ‘dedudonan’, kata saya. Tak satupun peserta sangkep menanggapi pertanyaan saya. Ya sudahlah, pikir saya. Toh kalau ditanya semua orang pasti mengerti pesan yang mau disampaikan adalah rangkaian acaranya. Bukan judulnya.
Kalau kita perhatikan bahasa jurnalistik, kualitas judul adalah mencerminkan isi tulisan. Judulnya saja sudah tidak bermutu, bagaimana isinya. Misalnya kalau kita baca Koran, penulisan judulnya saja salah atau kurang menarik, maka orang tidak akan tertarik membaca isinya.
Saya menyesal harus menulis ini. Tapi inilah ungkapan hati saya yang gundah. Hati saya terusik jika saya merasa diabaikan. Dan inilah jawabannya.
Selamat menyongsong upacara Piodalan dengan penuh keiklasan.
