Minggu, 21 Januari 2024

Banjar Bubar

 


Lebih pada ngobrol ngalor ngidul. Tidak ada agenda rapat yang penting. Sekilas hanya informasi yang sudah dishare sebelumnya berkaitan dengan iuran bulanan BOP dan iuran upacara Ngenteg Linggih di bulan Nopember 2024.

Ini saat acara pertemuan bulanan banjar Batu Aji timur, minggu 21 Januari 2024 di perumahan taman lestari Blok C3 no 17 yaitu rumah Ibu Lilik. Disuguhi bakso ayam yang sangat enak. Inilah yang saya suka jika ada pertemuan warga banjar, disuguhi makan malam.

Dalam obrolan disitu terkontar informasi bahwa ada satu Banjar diantara enam banjar warga Hindu di Batam katanya lebih baik dibubarkan. Warganya susah disatukan lagi. Tidak mau ada pertemuan banjar. Saya tidak tahu apakah ini hanya candaan atau serius. Bisa jadi serius.

Saya tahu baik beberapa warga banjar Nongsa tersebut. Beberapa kali saya bahkan diundang dalam acara pertemuan banjar. Sering ngobrol dengan mereka. Mereka waktu itu sangat kompak. Bahkan acara pertemuan banjar adalah acara yang ditunggu tunggu. Jika ada acara pertemuan banjar mereka pada datang cepat cepat.

Paling Tidak setahun terakhir ini keadaan berubah. Saya dengar sendiri pengakuan salah satu warganya bahwa sekarang katanya malas datang jika ada pertemuan banjar. Seharusnya dengan adanya pertemuan banjar tersebut warganya menjadi tambah solid tambah akrab satu dengan yang lain.

Tidak hanya Nongsa, banjar Batu Aji Barat juga mengalami hal yang sama. Cuman belum sampai ke arah bubar. Anggota banjarnya juga banyak, kurang lebih sama dengan jumlah KK Batu Aji Timur. Konon situasinya mulai tidak kondusif. Ketua Banjar sampai  menerapkan denda jika tidak hadir dalam pertemuan banjar. Ini artinya pertemuan banjar sudah tidak nyaman lagi.

Fenomena malas menghadiri pertemuan banjar juga saya rasakan. Kalau keadaan tidak berubah kemungkinan umat juga malas datang. Termasuk saya. Untuk apa datang  jika akhirnya hanya menimbulkan rasa amarah yang berkepanjangan. Begitulah jika berbuat tanpa didasari rasa tulus iklas. Mengedepankan sifat egois. Akibatnya membahas permasalahan tidak ada ujungnya. Mutar mutar. 

Kejadian ini efek dari pembahasan Sri Lalita yang dibahas kesana kemari. Tidak pernah menuju titik penyelesaian masalah. Lha wong masalah sri lalita itu hanya sebagai amunisi yang kebetulan muncul saat ingin mendiskreditkan seseorang. Ada indikasi sekelompok orang yang mencoba memecah belah umat. Oknum yang memancing di air keruh dengan memprovokasi  sekelompok umat agar senantiasa bergesekan. Namun kini setelah dua tahun oknum tersebut tidak pernah nongol lagi. Tujuannya ternyata tidak diikuti oleh kelompoknya. Begitulah kalau iri dengki menghinggapi pikiran kita.


Minggu, 14 Januari 2024

SALAH DUDUK

 

Mungkin anda pernah mengalami kondisi seperti saya ini. Saya diundang temannya teman saya di acara akikah anaknya. Kata teman saya ya acaranya paling makan malam terus ngobrol dan pulang. Dalam pikiran saya betapa nikmatnya nanti makan gule kambing. Apalagi dua ekor kambing, konon karena anak yang diakikah laki laki, jadi motong dua ekor kambing. Dah kebayang bayang enaknya gule kambing kesukaan saya. Mudah mudahan ambil makannya sendiri tanpa diambilkan oleh penjaganya. Agar bisa ambil sepuasnya.
Saya lupa sama sekali ndak kebayang dimana rumah teman yang ngundang itu. Padahal dulu pernah kesana sekali. Siang hari. Ini saya kesana malam hari. Akhirnya teman saya minta di shareloc. Dan ketemulah kami rumahnya.
Ndilalah sampai dirumahnya ternyata pasang tenda dan undangan pada pakai peci pengajian. Ibu ibunya semua pada pakai kerudung. Hanya beberapa orang undangan yang tidak memakai songkok. Sayapun menuju deretan kursi yang masih kosong. Yang kosong hanya deretan paling depan. Di tenda. Ibu ibu atau wanita masuk ke dalam rumah. Para tokoh agama duduk melingkar di teras. Sebelum duduk saya menyelami orang orang deket saya duduk, beberapa kebetulan saya kenal. Saya duduk pura pura sibuk ngecek hp. Tamu undangan yang baru datang yang kebetulan lewat di depan saya menyalami saya.
Acara dimulai sekitar jam 20.30. pembawa acara membuka acara. Kemudian dilanjutkan dengan membaca atau mengucapkan doa=doa yang dipimpin oleh imam masjid atau pak uztads disekitar sana. Yang mimpin doa tersebut mengatakan ada tiga buku yang akan dibaca. Bakalan sampai malam. Ternyata ini hanya gurauan.
Doa bagian pertama adalah doa arwah. Doa yang dipanjatkan untuk arwah orang tua tuan rumah/ yang punya hajat. Kemudian dilanjutkan dengan doa akikah untuk anak kawan saya tersebut. Biasanya akikah ini untuk anak yang baru lahir at entah beberapa bulan setelah lahir. Namun ini anaknya sudah berumur 21 tahun. Kemudian bagian ketiga adalah doa syukuran istri teman saya karena sudah diangkat menjadi pegawai tetap di pemko batam. Saya hanya mendengarkan doa doa yang diucapkan dan ditirukan oleh para tamu. Tanpa tahu arti dan maksudnya.
Saat semua undangan berdiri, entah saat bagian acara apa, satu orang petugas berkeliling membawa spray parfum botol. Saya perhatikan orang orang. Ternyata disemprotkan ke punggung salah satu tangan. Sepertinya tangan kanan. Ketika petugas itu sampai di depan saya, sayapun menyodorkan punggung tangan saya. Crot, disemprot sekali. Baunya menyengat, menurut saya.
Acara selanjutnya adalah tauziah. Dibawakan oleh pemuka agama disekiar perumahan. Mungkin sama dengan ceramah agama, kalau di saya. Bakalan panjang ini. Pikir saya. Untung saja ceramahnya hanya sebentar. Sekitar 10 menit. 
Untung acara segera berakhir dan giliran acara makan malam. Begitu pembawa acara mempersilakan makan yang dimulai dari pak uztads dan diikuti oleh undangan yang lain, saya juga berdiri dan ambil air minum. Saya menuju tempat agak gelap. Saya cuci punggung tangan saya dengan air. Lumayan baunya sedikit berkurang.
Jadi kalau inget dan membayangkan bagaimana kikuknya jika salah mengambil posisi duduk. Sangat tidak nyaman.