Lebih pada ngobrol ngalor ngidul. Tidak ada agenda rapat yang penting. Sekilas hanya informasi yang sudah dishare sebelumnya berkaitan dengan iuran bulanan BOP dan iuran upacara Ngenteg Linggih di bulan Nopember 2024.
Ini saat acara pertemuan bulanan banjar Batu Aji timur, minggu 21 Januari 2024 di perumahan taman lestari Blok C3 no 17 yaitu rumah Ibu Lilik. Disuguhi bakso ayam yang sangat enak. Inilah yang saya suka jika ada pertemuan warga banjar, disuguhi makan malam.
Dalam obrolan disitu terkontar informasi bahwa ada satu Banjar diantara enam banjar warga Hindu di Batam katanya lebih baik dibubarkan. Warganya susah disatukan lagi. Tidak mau ada pertemuan banjar. Saya tidak tahu apakah ini hanya candaan atau serius. Bisa jadi serius.
Saya tahu baik beberapa warga banjar Nongsa tersebut. Beberapa kali saya bahkan diundang dalam acara pertemuan banjar. Sering ngobrol dengan mereka. Mereka waktu itu sangat kompak. Bahkan acara pertemuan banjar adalah acara yang ditunggu tunggu. Jika ada acara pertemuan banjar mereka pada datang cepat cepat.
Paling Tidak setahun terakhir ini keadaan berubah. Saya dengar sendiri pengakuan salah satu warganya bahwa sekarang katanya malas datang jika ada pertemuan banjar. Seharusnya dengan adanya pertemuan banjar tersebut warganya menjadi tambah solid tambah akrab satu dengan yang lain.
Tidak hanya Nongsa, banjar Batu Aji Barat juga mengalami hal yang sama. Cuman belum sampai ke arah bubar. Anggota banjarnya juga banyak, kurang lebih sama dengan jumlah KK Batu Aji Timur. Konon situasinya mulai tidak kondusif. Ketua Banjar sampai menerapkan denda jika tidak hadir dalam pertemuan banjar. Ini artinya pertemuan banjar sudah tidak nyaman lagi.
Fenomena malas menghadiri pertemuan banjar juga saya rasakan. Kalau keadaan tidak berubah kemungkinan umat juga malas datang. Termasuk saya. Untuk apa datang jika akhirnya hanya menimbulkan rasa amarah yang berkepanjangan. Begitulah jika berbuat tanpa didasari rasa tulus iklas. Mengedepankan sifat egois. Akibatnya membahas permasalahan tidak ada ujungnya. Mutar mutar.
Kejadian ini efek dari pembahasan Sri Lalita yang dibahas kesana kemari. Tidak pernah menuju titik penyelesaian masalah. Lha wong masalah sri lalita itu hanya sebagai amunisi yang kebetulan muncul saat ingin mendiskreditkan seseorang. Ada indikasi sekelompok orang yang mencoba memecah belah umat. Oknum yang memancing di air keruh dengan memprovokasi sekelompok umat agar senantiasa bergesekan. Namun kini setelah dua tahun oknum tersebut tidak pernah nongol lagi. Tujuannya ternyata tidak diikuti oleh kelompoknya. Begitulah kalau iri dengki menghinggapi pikiran kita.

