Mungkin anda pernah mengalami kondisi seperti saya ini. Saya diundang temannya teman saya di acara akikah anaknya. Kata teman saya ya acaranya paling makan malam terus ngobrol dan pulang. Dalam pikiran saya betapa nikmatnya nanti makan gule kambing. Apalagi dua ekor kambing, konon karena anak yang diakikah laki laki, jadi motong dua ekor kambing. Dah kebayang bayang enaknya gule kambing kesukaan saya. Mudah mudahan ambil makannya sendiri tanpa diambilkan oleh penjaganya. Agar bisa ambil sepuasnya.
Saya lupa sama sekali ndak kebayang dimana rumah teman yang ngundang itu. Padahal dulu pernah kesana sekali. Siang hari. Ini saya kesana malam hari. Akhirnya teman saya minta di shareloc. Dan ketemulah kami rumahnya.
Ndilalah sampai dirumahnya ternyata pasang tenda dan undangan pada pakai peci pengajian. Ibu ibunya semua pada pakai kerudung. Hanya beberapa orang undangan yang tidak memakai songkok. Sayapun menuju deretan kursi yang masih kosong. Yang kosong hanya deretan paling depan. Di tenda. Ibu ibu atau wanita masuk ke dalam rumah. Para tokoh agama duduk melingkar di teras. Sebelum duduk saya menyelami orang orang deket saya duduk, beberapa kebetulan saya kenal. Saya duduk pura pura sibuk ngecek hp. Tamu undangan yang baru datang yang kebetulan lewat di depan saya menyalami saya.
Acara dimulai sekitar jam 20.30. pembawa acara membuka acara. Kemudian dilanjutkan dengan membaca atau mengucapkan doa=doa yang dipimpin oleh imam masjid atau pak uztads disekitar sana. Yang mimpin doa tersebut mengatakan ada tiga buku yang akan dibaca. Bakalan sampai malam. Ternyata ini hanya gurauan.
Doa bagian pertama adalah doa arwah. Doa yang dipanjatkan untuk arwah orang tua tuan rumah/ yang punya hajat. Kemudian dilanjutkan dengan doa akikah untuk anak kawan saya tersebut. Biasanya akikah ini untuk anak yang baru lahir at entah beberapa bulan setelah lahir. Namun ini anaknya sudah berumur 21 tahun. Kemudian bagian ketiga adalah doa syukuran istri teman saya karena sudah diangkat menjadi pegawai tetap di pemko batam. Saya hanya mendengarkan doa doa yang diucapkan dan ditirukan oleh para tamu. Tanpa tahu arti dan maksudnya.
Saat semua undangan berdiri, entah saat bagian acara apa, satu orang petugas berkeliling membawa spray parfum botol. Saya perhatikan orang orang. Ternyata disemprotkan ke punggung salah satu tangan. Sepertinya tangan kanan. Ketika petugas itu sampai di depan saya, sayapun menyodorkan punggung tangan saya. Crot, disemprot sekali. Baunya menyengat, menurut saya.
Acara selanjutnya adalah tauziah. Dibawakan oleh pemuka agama disekiar perumahan. Mungkin sama dengan ceramah agama, kalau di saya. Bakalan panjang ini. Pikir saya. Untung saja ceramahnya hanya sebentar. Sekitar 10 menit.
Untung acara segera berakhir dan giliran acara makan malam. Begitu pembawa acara mempersilakan makan yang dimulai dari pak uztads dan diikuti oleh undangan yang lain, saya juga berdiri dan ambil air minum. Saya menuju tempat agak gelap. Saya cuci punggung tangan saya dengan air. Lumayan baunya sedikit berkurang.
Jadi kalau inget dan membayangkan bagaimana kikuknya jika salah mengambil posisi duduk. Sangat tidak nyaman.
