Senin 7 Desember 2020. Saya seharusnya masuk malam, sesuai jadwal pergantian shift semenjak wabah corona. Saya telah menjalani rapid test pada hari Jumat sebelumnya di salah satu klinik di batam center.
Terasa kagok ketika berjumpa dengan orang orang lawan shift yang hampir setahun atau tepatnya 10 bulan tidak berjumpa. Suasananya terasa kaku sekali. Sebelum ke ruangan kantor saya menuju smooking area dulu, merokok. Ada beberapa karyawan di sana. Saya menyapanya dan salam covid ke semuanya.
Saya menuju meja kerja saya dan menyalakan computer. Orang-orang yang saya jumpai menyapa saya dengan ramah.
Hari itu saya diajak meeting persiapan stock taking akhir tahun. Si Boss besar ikut. Meetingnya muter-muter. Ya biasalah. Sementara beberapa manager yang ikut dalam meeting tersebut pemain kung fu semua. Pertanyaan memojokkan banyak ditujukan ke saya. Terus terang saya sampai emosi. Pertanyaannya sangat tidak jelas begitu. Antar tidak paham dan susah paham. Hanya bisa bilang salah, tapi tidak tahu yang benar bagaimana.
Bikin dongkol.
Hari berikutnya meeting lagi dengan orang orang store dan lapangan yang menghandle inventory. Sama juga pertanyaan-pertanyaan si big boss tidak jelas. Entah apa yang ditanyakan. Padahal sudah dijelaskan, selang beberapa menit Tanya hal yang sama lagi. Capek deh. Di depan orang banyak malah dia menunjukkan betapa bencinya dia kepada saya.
Sementara pada hari pelaksanaan stock taking, para manager pada cuti. Ada yang pulang kampong, ada yang liburan. Saya mengawasi pelaksanaan stock taking. Tiap hari si big boss nelpon saya, apakah persiapan dan pelaksanaan inventory lancer. Saya selalu bilang, sampai saat ini belum ada masalah.
Kembali ke grup shift semula.
Seelah 4 minggu masuk pagi, saya beruntung masuk grup saya kembali. Saya kembali harus di rapid test. Otomatis tidak jumpa dengan big boss. Agak lega rasanya.