Catatan pribadi.
Saya di WA kawan, isinya disuruh menghubungi nomor yang dia kirim. Perihal bantuan dana prakerja. Apa salahnya saya coba telpon ke nomor itu. Siapa tahu ada sesuatu yang baru. Itu tanggal 24 February 2022, sore sekitar jam 3.
Saya diminta datang saja ke posyandu RW06. Nah pas disana sudah ada banyak orang antri. Paling tidak itu ada 10 – 15 orang antri. Sekitar 15 menit, saya dipersilakan menghadap ke petugas. Ngisinya paling 10 menitan. Lancar. Saya tak banyak tanya tanya. Ikuti saja prosesnya.
Lama tak ada konfirmasi. Saya pikir paling juga ndak disetujui. Lupakan saja. Begitu pikir saya.
Baru tgl 18 april 2022 dapat sms bahwa permohonan bantuan prakerja disetujui. Isinya “selamat, kamu dapat kartu prakerja! Untuk dapat melihat nomor kartu prakerja, kamu harus menonton 3 video tentang prakerja pada dashboard akun prakerja kamu”
Diminta nonton 3 video di dashboard akun prakerja. Namun saya ndak bisa masuk, meski user dan password benar sesuai yang saya register. Saya biarin aja. Mungkin bukan rejeki saya. Pikir saya gitu.
Kemudian beberapa harinya dapat telpon dari team prakerja namun tidak saya angkat. Kemudian di sms. Untuk datang ke fasum RW06. Intinya lolos seleksi kartu prakerja. Ternyata saya sendiri. Kirain banyak orang. Verifikasi nomor bank dan update aplikasi DANA. Agar duit bisa masuk kata petugasnya. Ada beberapa bank. Namun saya pilih aplikasi DANA.
Tanggal 27 April 2022 saya dihubungi lagi diminta datang ke fasum RW06 katanya verifikasi nomor kartu prakerja bahwa dana mau masuk ke rekening saya. Mau pencairan, begitu smsnya. Sayapun bergegas kesana. Ada dua orang, yang satunya ndak jadi verifikasi karena jaringannya lelet. Akhirnya saya saja yang diproses. Saya kaget, awalnya ndak ngerti maksudnya. Kata petugasnya, pertama dana turun 600rb, yang kedua 600rb. Nah masing masing dana tersebut diminta diberikan ke petugas tersebut. Penairan pertama dan kedua ditransfer balik ke petugasnya sebesar 50%. Saya terus terang sangat kaget. Tapi saya berusaha menahan emosi saya. Biar saja, anggap ini dana karena usaha dia juga. Akhirnya saya transfer ke dia 300rb. Sebenarnya saya dongkol. Apakah begini mekanisme pemerintah menyalurkan dana bantuan untuk masyarakat. Misal yang disetujui pusat ada 100 orang saja, maka dana turun dari pemerintah 100 orang kali 2,4 juta rupiah yaitu 240 juta rupiah. Nah jika 25%nya dipotong ke petugas yaitu sebesar 60juta rupiah. Itu selama 4 bulan. Maka perbulannya bisa dihitung. Bukan jumlah yang sedikit. Apakah ini bukan merigikan negara.
Nah untuk pencairan kedua, saya juga ditelpon dari nomor petugas prakerja. Itu tanggal 10 Mei 2022 malam sekitar jam 9. Katanya mau pencairan kedua. Dia minta nomor verifikasi sms. Telpon tidak ditutup. Sambil nanya apakah sudah tidur. Apa tadi kerja. Terus tanya berapa nomor verifikasi yang dikirim lewat sms. Saya jawab tidak ada sms masuk. Karena memang tidak ada sms. Kayaknya mas salah orang ya, kata saya. Soalnya saya curiganya dia salah orang, pas nanya nanya dia pakai bahasa daerah. Akhirnya telpon ditutup.
Kita tunggu apakah nanti ada pencairan ketiga dan keempat. Kita tunggu saja.