Selasa, 22 Juni 2021

PRE WEDDING DI PURA

 Agak kaget ketika menjumpai beberapa photo di fb yang katanya itu acara pre wedding entah anak atau ponakan salah satu umat Hindu di Batam. Photo photo pre wed tersebut diunggah di fb pada tanggal 21 juni. Sah sah saja pengambilan photo  pre wed di Pura. Asal tau tata caranya. Eh apakah pernah dibuat tata caranya? Ya paling tidak mestinya tau norma norma bagaimana seharusnya bersikap di tempat suci.

Kenapa mesti di Pura ya. Bukankah banyak tempat lain yang indah. Bisa jadi Pura dianggap tempat unik, tempat langka di rantauan. Sepertinya kurang etis rasanya mengadakan photo prewed di dalam tempat suci yaitu Pura.

Perhatikan photo berikut. Calon mempelai memakai pakaian adat Bali yang identik dengan Hindu di Indonesia. Yang sedikit mengganjal dihati saya adalah pakaian si calon mempelai wanitanya. Pakaian rias bali tapi masih menggunakan kerudung yang mencirikan yang bersangkutan beragama islam. Setau saya tidak ada pakem pakaian tradisional bali dengan kombinasi kerudung. Ini sudah keluar dari pakem. Meskipun saya bukan seorang budayawan bali, ya  aneh saja menurut saya.


Photo diambil dari FB





Saya tidak berani mengomentari photo tersebut. Saya tidak ingin mengusik orang yang sedang berbahagia. jangan sampai orang yang sedang berbahagia malah jadi sedih. Saya hanya membaca beberapa komentar di tread photo tersebut. Sepintas yang laki dari namanya berbau Bali sementara yang perempuan bukanlah orang bali.

Menurut saya masih rancu batasan sampai dimana area boleh dimasuki. Hindu mengenal istilah cuntaka, kotor.

Apakah demi uang kita mengorbankan etika. Satu sisi, itu adalah bisnis. Bisnis rias, bisnis menyewakan pakaian pengantin. Tapi apakah harus mengorbankan norma etika di tempat suci? Bayangkan bagaimana jika ada yang bikin photo pre wed dengan pakaian adat bali tapi lokasinya di dalam mesjid.

Entahlah, semoga saja ada yang peduli dengan hal-hal begituan.


Sabtu, 19 Juni 2021

NAGA SEMBILAN

Saya baru tahu kalau ternyata ada grup WA (WAG) ‘sembilan naga’ untuk komunikasi antar umat Hindu di batam. Saya pun tak tahu siapa saja anggota grup tersebut, siapa  adminnya dan fokus diskusinya  tentang apa saja. Padahal dalam tradisi Hindu hanya dikenal tiga Naga. Kebetulan di Pura Agung ada tiga naga dan saat ini satu naga dalam keadaan ambruk. Adakah kaitannya grup sembilan naga dengan pembangunan Naga?

Konon ada puluhan WAG dalam komunitas Hindu di Batam/ Kepri. Saya tahu ketika Tokoh kita menyampaikan di grup ini saat muncul satu grup yang diberi nama “Umat Hindu Kota Batam”. Nomor saya pun di add oleh adminnya. Itu tanggal Minggu 13 Juni 2021. Beberapa anggota berharap semoga grup WA ini dapat memperkuat komunikasi yang ada selama ini. Informasi selama ini bisa jadi tidak sampai ke akar rumput. Jika demikian halnya, maka tujuan grup ini sangat positif. Seperti yang disampaikan penggagas grup ini yaitu I Made Sudarta, bahwa tujuan dari grup ini adalah untuk menjalin tali silaturahmi sesama umat Hindu dalam rangka pelaksanaan gotong royong rutin khususnya pembangunan Bale Panjang. Entah dari siapa pencetusan nama bale Panjang. Mungkin karena bentuk fisiknya memanjang.

Bale Panjang memang rencananya dibangun dari pembuatan pondasi sampai finishing akan mengandalkan swadaya umat secara gotong royong. Semoga kwalitasnya tidak membahayakan.

Tapi menurut saya pribadi, mudah-mudahan saya tidak berlebihan memberikan penilaian, grup ini tidak ubahnya seperti dulu ada yang namanya sekeha demen yang biasanya dikoordinir oleh teman deket saya juga. Yang kini sudah duluan pulang ke bali. Sekehe demen didasari oleh kegiatan informal atas dasar rasa suka suka, karena jika di formalkan biasanya grup itu langsung bubar.

Akankan WAG ini juga demikian? Kita lihat saja nanti. Mengingat para anggota yang paling banyak komentar di chating adalah orang-orang yang bebas sepertinya tidak terbiasa ada dalam aturan formal. Saya menjaga diri untuk tidak turut berkomentar. Hanya nyimak saja obrolan mereka. Menghindari terjadinya kesalahpahaman, apalagi dalam media digital sangat rawan salah paham.

Paling tidak sampai kapankah masih bisa solid tanpa ada yang mulai mutung. Tanpa ada yang merasa direndahkan atau tidak dihargai. Tetap solid seperti halnya semangat ngelawar.

Gebrakannya terlihat manakala dibuka kesempatan bagi yang hendak berdana punia rangka baja ringan bale panjang. Berapa kebutuhan, dan diupdate berapa persennya sudah terpenuhi. Terkesan berlomba lomba untuk berdana punia/ nyumbang. Tentu ini sangat positif. Jikalaulah dibuka kesempatan untuk nyumbang 9 naga atau 10 nagapun pasti terwujud.