Agak kaget ketika menjumpai beberapa photo di fb yang katanya itu acara pre wedding entah anak atau ponakan salah satu umat Hindu di Batam. Photo photo pre wed tersebut diunggah di fb pada tanggal 21 juni. Sah sah saja pengambilan photo pre wed di Pura. Asal tau tata caranya. Eh apakah pernah dibuat tata caranya? Ya paling tidak mestinya tau norma norma bagaimana seharusnya bersikap di tempat suci.
Kenapa mesti di Pura ya. Bukankah banyak tempat lain yang indah. Bisa jadi Pura dianggap tempat unik, tempat langka di rantauan. Sepertinya kurang etis rasanya mengadakan photo prewed di dalam tempat suci yaitu Pura.
Perhatikan photo berikut. Calon mempelai memakai pakaian adat Bali yang identik dengan Hindu di Indonesia. Yang sedikit mengganjal dihati saya adalah pakaian si calon mempelai wanitanya. Pakaian rias bali tapi masih menggunakan kerudung yang mencirikan yang bersangkutan beragama islam. Setau saya tidak ada pakem pakaian tradisional bali dengan kombinasi kerudung. Ini sudah keluar dari pakem. Meskipun saya bukan seorang budayawan bali, ya aneh saja menurut saya.
![]() |
| Photo diambil dari FB |
Menurut saya masih rancu batasan sampai dimana area boleh dimasuki. Hindu mengenal istilah cuntaka, kotor.
Apakah demi uang kita mengorbankan etika. Satu sisi, itu adalah bisnis. Bisnis rias, bisnis menyewakan pakaian pengantin. Tapi apakah harus mengorbankan norma etika di tempat suci? Bayangkan bagaimana jika ada yang bikin photo pre wed dengan pakaian adat bali tapi lokasinya di dalam mesjid.
Entahlah, semoga saja ada yang peduli dengan hal-hal begituan.

