Senin, 19 Desember 2022

TENTANG PEMILIHAN KETUA BOP

 Akhirnya terpilih juga ketua Badan Otorita Pura (BOP) Agung Amerta Bhuana Batam masa bakti 2022 - 2027. I Made Sudarta. Melalui pemilihan secara aklamasi setelah terlebih dulu setiap banjar mengajukan calon ketua. Proses ini sudah dilalui melalui rapat masing masing banjar. Namun sayangnya tata tertib dan tata cara pemilihan yang disetujui bersama pada saat sidang pleno pertama mengatakan bahwa semua yang dicalonkan harus hadir saat pemilihan. Sempat menuai perdebatan karena salah satu calon karena ada acara keluarga sedang berada diluar Batam.

Acara ini diselenggarakan pada Minggu 18 Desember 2022. dari jam10.00 sampai jam 20.00 wib bertempat di aula Pasraman di kawasan Pura Agung. Dihadiri oleh semua stakeholder BOP dan para undangan dari Lembaga keagamaan sebagai peninjau.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipimpin oleh Jero Mangku Putu Satriayasa.

Sambutan pertama oleh ketua panitia pelaksana Siputu Sumardaya yang melaporkan tentang kegiatan tersebut.

Sambutan berikutnya yaitu ketua Parisada Kota Batam, I Ketut Suwitra S.H. Menyampaikan banyak terima kasih kepada semua tamu undangan yang sudah berkesempatan hadir pada acara tersebut. Semoga siapapun nantinya terpilih sebagai ketua BOP yang baru, semoga dapat mengemban amanah yang diberikan oleh umat dengan baik.

Sambutan selanjutnya oleh Ketua Parisada Kepri, Dr. I Wayan Catrayasa, M.M sekaligus membuka acara rapat BOP tersebut. Beliau memaparkan sejarah perkembangan Hindu Di Batam khususnya yang berkaitan dengan pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana. Sebelum terbentuknya BOP, khususnya dalam hal pembangunan Pura, dihandle oleh Panitia Pembangunan. 

Dalam kesempatan tersebut ada 3 hal yang yang disampaikan oleh I Wayan Catrayasa, yang telah diselesaikan. Pajak pembangunan Pura, seharusnya bayar 600an juta rupiah, namun bisa bayar 67 juta. Pelebaran jalan raya Tiban - Nagoya, dimana pelebaran jalan tersebut seharusnya memotong gedung sekretariat Parisada Kepri dan Pelinggih Brahma, namun setelah ada negosiasi dengan pejabat pemerintah dimana setelah dijelaskan bahwa Pelinggih Brahma tidak berani merelokasi, maka diputuskan pelebaran jalan dititik tersebut akan dikondisikan. Artinya Gedung dan Pelinggih tidak kena dampak pelebaran jalan. Yang ketiga, posisi gedung Pasraman letaknya diluar area tanah Pura. Area tersebut adalah area buffer sebagai penghijauan. Tapi karena menempati tanah buffer dimana sewaktu waktu akan kemungkinan ada masalah, maka atas usaha dari Lembaga untuk berdialog dengan Pejabat di BP Batam maka diputuskan tanah tersebut tidak akan dipermasalahkan.

Sidang Pleno pertama, dipimpin oleh Ketua Sidang Sementara yaitu Ketut Ngurah didampingi wakilnya Ketut Surat dan Sekretaris Candra PW ketua Peradah Kepri. Menetapkan Jadwal Persidangan, Tata Tertib sidang, pemilihan Ketua sidang Tetap, Penyusunan AD/ART dan Pemilihan Ketua BOP.






Kemudian sidang sidang Pleno selanjutnya dipimpin oleh ketua sidang tetap yang dipilih secara aklamasi yaitu Ir. I Wayan Jasmin didampingi oleh wakil ketua I Made Kasa Astawa dan Sekretarisnya Candra PW.




Laporan pertanggung jawaban oleh ketua BOP disampaikan oleh ketua BOP Gusti Ngurah Brunayasa. Memaparkan keuangan dan juga Program Kerja BOP baik yang sudah selesai dikerjakan maupun yang perlu dilanjutkan. Laporan pertanggung jawaban ini sebenarnya sudah dilaporkan sebelumnya kepada DPU dalam rapat DPU. Tapi karena ketua sidang mengatakan laporan dianggap sah apabila dilaporkan dalam Rapat DPU kali ini.


Dalam sidang Pleno selanjutnya membahas AD/ART BOP, Program Kerja BOP yang akan terpilih dan Rekomendasi. Peserta sidang dibagi menjadi 3 komisi, komisi A yang membahas AD/ART, Komisi B membahas Program Kerja dan Komisi C membahas usulan usulan/ rekomendasi.

Sidang Pleno terakhir yaitu menetapkan Ketua BOP terpilih untuk masa bakti 2022 - 2027. Semoga kepengurusan yang baru ini dapat menjalankan amanat umat Hindu khususnya di Batam. Ini bukanlah urusan kalah menang, meskipun sebenarnya tidak dapat dipungkiri ini hasil kemauan sekelompok umat yang dalam pernyataannya senantiasa mengatas namakan umat.

Senin, 12 Desember 2022

ENGGAN BERKOMENTAR ?


 Saat saya menghadiri pertemuan banjar Batu Aji Timur (komunitas Hindu yang tinggal di sekitar Batu Aji Timur), agendanya membahas atau memberi masukan masukan penyempurnaan AD/ART BOP Pura Agung Amertha Bhuana Batam. Sekaligus mengajukan calon ketua BOP. Itu akan dibahas lagi saat rapat selanjutnya para stake holder BOP. 

Pertemuan bulanan ini diadakan di kediaman warga di Taman Cipta Asri, arah ke barelang. Yang hadir kebetulan hanya 16 orang termasuk tuan rumah. Seperti dugaan saya, kalau agendanya membahas hal hal penting dan serius, biasanya juga yang hadir tidak banyak.

Berikut adalah Notulen rapat yang saya copast dari WAG Banjar.

1. Ketua BOP dipilih oleh umat melalui masing – masing Banjar (per KK per suara) 

2. Badan Pengawas BOP melibatkan umat, dalam hal ini diwakili oleh Kelian Banjar. 

3. Pasal 6: - Perlu ditinjau kembali terkait saran dari Banjar Batu Aji Timur mengenai pemilihan ketua BOP oleh anggota Banjar (menyesuaikan peran Lembaga) - Seharusnya menyebutkan tugas dan wewenang DPU.

 4. AD/ART harus mencantumkan pasal / aturan pelaksanaan lokasabha BOP (tata cara/sistem pemilihan Ketua). 

5. Tetap harus ada Lembaga / Stakeholder yang bertugas mengontrol kegiatan Badan Pengawas & Badan Pelaksana. 

6. Pertanggungjawaban BOP kepada Lembaga yang mengeluarkan SK (?) 

7. Pasal 3, segera bentuk yayasan sebagai pemilik dan pengelola seluruh asset yang ada di Pura Agung Amerta Bhuana. 

8. Rekomendasi: - BOP bersama Lembaga segera menyelesaikan permasalahan Sri Lalitha. - Meninjau kontrak dengan Kak Dadut 

9. Program Kerja BOP - Menyelesaikan renovasi Pura Agung Amerta Bhuana sebelum piodalan tahun 2023 - Membangun komunikasi dengan umat agar tercipta hubungan yang harmonis - Merekrut petugas penjaga pura & petugas pemeliharaan pura - Membuat pagar keliling pura untuk keamanan 

10. Kandidat Ketua BOP - Bapak Putu Suardika


Memiliki sesuatu yang baik masih lebih bagus daripada memiliki sesuatu yang tidak baik, meski keduanya sama sama tidak dijalankan. Itulah anggapan saya, meski mungkin saja saya keliru. Mau dibuat sebagus apapaun AD/ART suatu organisasi tidak ada gunanya jika tidak dijalankan. Yang dibahas setiap kali akan menyusun kepengurusan baru, ya itu itu saja. Termasuk yayasan. Sudah berulang kali dibahas, bahkan dibentuk. Tapi mengapa tidak tuntas, masalahnya dimana, itu yang tidak dibahas dan diperbaiki. Sampai jumpa.


Minggu, 27 November 2022

KELAHIRAN BHAGAVAN KE 97

Hari dimana anda memutuskan untuk memperaktekkan saran saya, mengikuti arahan saya, dan menterjemahkan saran saya menjadi tindakan pelayanan dan terlibat dalam disiplin spiritual, maka hari itu adalah hari kelahiranku untuk anda. demikian petikan wejangan bhagavan Shri Sathya Sai Baba dalam setiap perayaan hari kelahirannya.

Setelah dua tahun berlalu tanpa mengadakan acara perayaan, kini bersama Sai Devotees Singapore kembali merayakannya di Hotel Asialink Nagoya Batam. Covid telah berlalu semoga keadaan kembali normal.

Hadir sebanyak 43 sai devotees dari singapore dan sekitar 40an orang juga dari Sai Devotees local dan undangan lembaga, sampradaya dan umat Hindu lainnya. Dari lembaga tidak ada yang hadir yang memang mewakili lembaganya. Memang ada feedback konfirmasi mau hadir.

Sebelum acara dimulai, masih diwarnai dengan kesibukan menata ruangan khususnya altar dengan menambah pernak pernik yang du bawa oleh rombongan sai dari singapore.

Saya berempat mendapat tugas membawakan astotaram. Persembahan bunga saat melantunkan 108 nama nama bhagavan. Saya dan istri, dan Bapak Wayan Catra dengan istri.

Selesai bhajan, saya membacakan sambutan singkat saya. Intinya saya menyampaiakn banyak terima kasih kepada para tamu undangan yang telah hadir memenuhi undangan saya.

Kemudian giliran anak anak mengikuti acara potong kue ultah yang dibawa dari singapore. Kuepun dibagikan ke semua hadirin.

Tari bali dibawakan oleh dua gadis remaja sambil menikmati makan siang. Makan siang ternyata tidak cukup untuk semua peserta. Memang diutamakan tamu dari singapore. Itulah konsekuensi cara prasmanan.

Pelepasan 30 ekor merpati di halaman parkir hotel. Sebagai simbul melepaskan hal hal negatif yang ada pada diri kita. Semoga.



Minggu, 20 November 2022

KEPERGIAN "SANG BAGAWAN" I DEWA GEDE VAYOGAYANA

 


Tentu duka yang mendalam akan dirasakan oleh siapa saja yang kenal dekat dengan Dewa Yoga. Beliau pernah merantau di Batam selama kurang lebih 3 tahun. Sekitar 2 tahun menjadi sevadal atau Pelayanan Sai Bhakta di Sai Center komplek pertokoan Sentosa Perdana. Tak pernah mengeluh mesti tidur beralaskan sehelai kasur tipis di lantai. Kadang memasak sendiri ala kadarnya. Tak punya kendaraan. Kemana mana lebih sering bersama saya.
Kemudian keterima di sebuah perusahaan elektronik diKawasan Batamindo. Beliau ngekost di salah satu Bhakta. Mampu membeli sepeda motor bekas. Dan akhirnya di tahun 2009 beliau ada tawaran kerja di sebuah BUMN yang mengelola bandara udara. Saya mengantarkan beliau sampai Bandara Hang Nadim. Cukup banyak yang ikut mengantar waktu itu. 
Bertugas di Kupang NTT. Saya sempat berjumpa beliau di sana, memang saya minta bantuan dia untuk mencarikan tiket agar waktunya pas. Saya kebetulan dapat tugas mengikuti pertemuan di kupang. Itu di tahun 2013. Saya mendahului berangkat satu hari agar bisa lihat lihat daerah Kupang. Pesawat landing sekitar jam 9 malam. Bandaranya terasa sangat sepi waktu itu. Saat pesawat hendak landing, saya perhatikan ke bawah hanya beberapa lampu penduduk. Sangat berbeda jika kita berada di atas kota surabaya atau Denpasar.
Saya bermalam di mesnya bro yoga. Kiri kanan depan belakang hanya rumah kosong. Saya hanya sendirian. Sepanjang malam saya hanya tidur tidur ayam. Bro Yoga malah tidur di kantornya. Keesokan harinya saya sempat diajak keliling sekitar rumah penduduk. Cari sarapan. Kemudian agak siangan saya check in ke hotel. Selesai acara, saya masih sempat diajak mutar mutar sekeliling bandara. Terasa berkesan sekali waktu itu bersama bro Yoga.
Setelah itu saya tidak pernah kontak lagi dengan bro yoga. Di medsospun jarang sekali komunikasi. Sampai beliau pindah tugas ke Balipun saya tidak pernah kontak lagi.
Sabtu malam, 19 Nopember 2022, kebetulan hari itu saya jarang buka HP. Dengar kabar dari Grup WA bahwa Dewa Yoga harus dioperasi di rumah sakit, pemasangan ring di jantung. Konon 4 ring harus di pasang. Kita semua berdoa semoga beliau cepat sehat kembali. Konon kecapean saat perhelatan acara G20 di Bali. 
Takdir rupanya berkata lain. Minggu pagi tanggal 20 Nopember 2022 ketika buka WA, alangkah kagetnya. Serasa tak percaya. Beliau perpulang katanya tadi malam. 
Semoga beliau damai di alam sana.

Senin, 07 November 2022

MELASTI PIODALAN 2022


 Saya bertiga yaitu istri dan anak berangkat dari rumah sekitar jam 1.30 siang. Itu hari Minggu 6 nopember 2022. Sesuai informasi panitia, acara melasti dimulai pukul 4 sore. Dan ketika tiba di Pura belum begitu banyak umat yang hadir. Belum nampak ada kesibukan yang berarti. Kecuali sejumlah orang yang lagi sibuk masak memasak untuk konsumsi setelah melasti.

Saya berangkat dari rumah memang belum memakai pakaian sembahyang. Masih pakai celana pendek. Rasanya lebih nyaman jika beraktifitas. Aktifitas saya tentunya angkat angkat peralatan gong. Mengiringi prosesi dengan baleganjur. Itulah tugas saya.

Umat semakin banyak yang datang, kebetulan siswa Pasraman diminta masuk kelas jam 2 sore.

Waktu semakin mendekati pukul 4 sore. Bahkan sudah lewat 30 menit dari jam 4 sore. Acara ngaret. Dah biasa. Saya dibantu beberapa teman mengeluarkan peralatan. Masih beberapa orang belum datang.

Hampir jam 5 sore iring iringan prosesi menuju sei ladi dimulai. Saya memberi komando untuk mulai megambel baleganjur. Di kawal oleh beberapa personel kepolisian. Karena melewati/ nyeberang jalan umum.

Di sei ladi seperti biasa prosesi penyucian dan pengambilan air suci untuk keperluan nantinya saat piodalan. Umat yang mengikuti prosesi justru duduk di sepanjang jalan aspal. Malah ada jarak antara pemimpin upacara dengan umatnya. Barangkali takut pakaiannya kotor jika duduk direrumputan.

Matahari tenggelam, hari mulai gelap. Prosesi di sei ladi telah selesai dan iring iringan kembali menuju Pura Agung.

Sesampai di pura saya bersama team langsung mengembalikan peralatan ke tempatnya. Saya tidak mengikuti prosesi selanjutnya di pelataran mandala utama.

Waktu istirahat tiba. Umat dipersilakan mengambil prasadam prasmanan. Pada antusias takut tidak kebagian, mungkin. Sepintas saya perhatikan menu makan berlimpah.

Saya tidak ikut ngambil makanan. Bahkan nasi putihnya pun tidak. Entah mengapa saya tidak tertarik ikut menikmati masakan yang disediakan itu. Beruntung saya jumpa satu bungkus menu vegetarian. Mungkin sisa. Sumbangan dari kelompok kesadaran Krishna, konon. Lumayan perut berisi, bahkan kenyang.

Kemudian ada panggilan lewat pengeras suara bahwa persembahyangan bersama akan dimulai. Sayapun bergegas naik ke mandala utama.

Itulah pernik pernik melasti.


Rabu, 12 Oktober 2022

GRUP SUKA

 Saya juga sama dengan anda. Bangun tidur yang dicari pertama kali adalah HP. Dalam keseharianpun tanpa pegang HP melebihi kehilangan pasangan. Serasa gelisah. Betapa sepinya terasa ketika bepergian tanpa bawa HP.

Media sosial (medsos) yang terpopuler saat ini adalah Whatapps (WA). Padahal banyak media sosial lainnya. Misal Twitter, IG, Mechat, dll. Fb juga masih populer padahal usianya kalau tak salah paling tua, yang saya tau.

Anda juga pasti punya grup WA. Atau ikut grup WA. Seperti halnya saya. Ikut puluhan grup WA. Ada yang atas keinginan saya ikut bergabung atau ada juga yang dimasukkan ke grup tanpa saya minta. Tak jarang ada yang komplin minta jangan dimasukkan ke grup. Alasannya sudah terlalu banyak ikut grup WA. Ini memang bermasalah untuk yang memory Hpnya kecil, seperti saya. Tapi saya perhatikan amat jarang yang punya HP dengan memory kecil. Hpnya justru keren keren. Atau hanya mau pamer bahwa dia orang yang sibuk banyak kegiatan sehingga masing masing kegiatan ada grupnya. 

Masing masing grup tentu punya tujuan tersendiri. Ada grup spiritual yang khusus membahas atau sharing hal hal yang bersifat spiritual. Ada grup olah raga. Ada grup kesenian. Ada grup keagamaan. Ada grup organisasi keagamaan. Ada grup gotong royong. Dan masih banyak lagi.

Tentu masing masing grup ada aturannya. Apa saja yang boleh di posting. Hal apa yang boleh didiskusikan. Aneh rasanya bikin grup yang isinya selalu memojokkan individu bahkan memojokkan organisasinya. Apalagi organisasi tersebut nota bene mengayomi keberadaannya. Tata krama, sopan santun harus diikuti. Bukan grup orang orang barbar. Sesuka hatinya. Harusnya saling menasehati. Apalagi anggota grup adalah orang orang berpendidikan baik pendidikan akademik maupun keagamaan. Bahkan ada juga yang merasa sebagai sesepuh. Harusnya bisa memberi contoh. Bukannya malah mempropokasi. Contohnya grup yang kebetulan saya dimasukkan juga sebagai anggota. Namanya grup suka duka ......(saya potong). Ini sudah saya singgung dalam tulisan saya sebelumnya. Meski kini hanya beberapa orang yang rajin posting ke grup tersebut, namun isinya tetap tidak mengarah ke hal hal positif. Yang ditonjolkan hanya sisi negatif. Entah apa skup dari kegiatan grup ini. Misal ada warga meninggal atau kedukaan. Buru buru mengumpulkan dana donasi. Sebenarnya sudah ada Banjar yang mengkoordinir. Atau mengapa sekalian diambil semua tugas kelian Banjar. Kalau itu tujuannya.

Entahlah. Namanya juga grup suka.


Jumat, 30 September 2022

LDR CINTA

 Sekitar seminggu sebelumnya saya posting di grup WA seni tabuh, saya usul ajak anggota keluarga untuk makan bareng dengan menu special. Semua anggota menyetujui. Tidak berlama lama, ditetapkanlah tanggal 29 September 2022. Kamis malam, di wantilan pura agung.

Pada hari H, anggota pada kumpul. Begitu juga yang menyediakan makanan juga sudah datang tinggal mengeluarkan dari mobilnya. Namun seperti ada yang mengambil alih wantilan. Katanya juga mau masak masak disana. Saya hampir berburuk sangka. Wah ini dah mulai bikin masalah. Namun saya diem saja. Sekelompok orang memang yang saya lihat hobinya masak masak lagi menyiapkan bumbu di wantilan yang mau saya pakai.

Akhirnya saya terkesan mengalah. Acara saya alihkan ke aula Pasraman. Ndak apa. Malah lebih bagus.

Ternyata ada satu lagi acara bersamaan. Tapi diadakan terpisah, agak jauh. Di gedung sekretariat bersama. Saya pikir yang masak masak di wantilan tersebut untuk peserta rapat di sekretariat. Ternyata beda. 

Membahas masalah Sri Lalita. Rapat intern team 13. Saya tidak tahu kenapa disebut team 13. Kalau dilihat dari anggotanya, lebih dari 13 orang. Atau bisa jadi dibentuk tanggal 13 ?

Kita anggap saja namanya Hindu Batam, untuk membedakan dengan pihak Hindu Sri Lalita.

Pihak Hindu Batam telah mengadakan pertemuan dengan pihak sri lalita beberapa hari sebelumnya di sebuah restoran India di Batam Center. Pihak Hindu Batam diwakili oleh 4 orang, sementar pihak sri lalita dihadiri oleh 15 orang. Yang jadi tanda tanya saya mengapa hanya di wakili 4 orang. Apakah 4 orang tersebut ditunjuk team ataukah hanya kemauan 4 orang itu saja. Saya tidak berhasil mengkonfirmasi ke yang bersangkutan. Dan hasil pertemuan itu tidak dishare di grup “suka”seperti biasanya dibuat rame. Kebetulan hasil rapat tersebut di share di grup banjar, dan saya screenshoot, seperti di bawah.



Nah hasil pertemuan tersebutlah yang dibahas di pertemuan di gedung sekretariat dan menghasilkan keputusan yang akan disahkan secara hukum, ke notaris. Semoga saja keputusan ini tidak hanya sampai saling balas balasan antar hindu batam dengan sri lalita, yang nota bene letaknya hanya bersebelahan di kawasan pura agung. Tapi kenapa terasa berjauhan atau LDR.

Om Swastiyastu,,Notulen rapat hari Rabu tanggal 29 September 2022 jam 19.30- selesai:

1. Hasil keputusan rapat menyepakati Tenggang waktu yang diberikan kepada Pengurus SL atas  Bangunan Shri Lalita yang berdiri dilokasi saat ini selama 8 tahun;

1.a.  Selama waktu 8 tahun berjalan yang. Diberikan, Pengurus Shri Lalita sebelum melakukan pembangunan tentunya  harus mendapatkan persetujuan dari lembaga PHDI Kota Batam berdasarkan Kesepakatan Forum  terkait tempat Relokasi yang  disediakan,  bentuk bangunan,,Luas Lahan dan ini bertujuan menata keserasian Bangunan Kawasan Pura Agung Amerta Buana Kota Batam  berdasarkan Asta Kosala-kosali;

1. b. Setelah bangunan SL yang baru sudah berdiri dan berfungsi sesuai akidah Agama/ tata cara beribadah maka Pihak Shri Lalita meratakan Bekas bangunan Shri Lalita yang lama dan tidak boleh mengklaim Konfensasi ke Lembaga PHDI Kota Batam sebagai penanggung jawab Administratif;

2. Bentuk Kontribusi seperti tunggakan listrik yang belum terbayar lunas sampai saat ini dan Bentuk Kontribusi lainnya akan didiskusikan demi menjaga Keamanan dan keindahan areal Pura ,Kontribusi berupa pembayaran Administrasi yang timbul berdasarkan luas areal yg ditempati seperti pembayaran UWTO dan Kontribusi Yang selama 17 tahun berdirinya Shri Lalita dilokasi sekarang,,karena Shri Lalita tidak hanya Cukup Membantu Pembayaran UWTO ( tahun 2008 ) tetapi dari Pengurus Lembaga terdahulu tidak membebankan biaya perataan tanah yang dikeluuarkan oleh Lembaga PHDI  Kota Batam saat awal proses Pemetaan lahan,,karena yang menjadi dasar acuan kami sampaikan ke Pengurus Shri Lalita  sekarang adalah proses Kontribusi Restoran Kak Dadut ( Parsil ) dan Hal ini Pengurus Shri Lalita harus membahasnya diinternal;

3. Isi penjelasan pada Point' 1 dan Point' 2 akan dituangkan di Hadapan Notaris sebagai bentuk keseriusan dn bentuk transparansi,,karena Selama ini tidak ada hal yang mengikat terkait keberadaan Shri Lalita dan ini bertujuan supaya terjadi kepastian dan menghindari Konflik pembahasan yang berlarut-larut sehingga kedepan Semua Bangunan yang ada di kawasan Areal Pura Agung Amerta Buana Kota Batam menjadi Baku berdasarkan aturan sastra Asta Kosala-kosali;

Demikian Draft Hasil kesepakatan Rapat Utusan Tim 13 dan Kelian Banjar se- Kota Batam,,atas sumbangsih pemikiran dan diskusi yang sudah terlaksana dengan baik kami ucapkan terimakasih.

Om Santi,Santi,Santi Om

NB: Peserta Rapat Terlampir

Notulen Rapat dibuat Oleh

Pjs PHDI Kota Batam

I Ketut Suwitra


Kamis, 08 September 2022

RM BAHAGIA2

Rabu 7 september 2022. Saya dan istri turut melayat dalam upacara kremasi almarhum I Made Suciarta. Meninggal dua hari sebelumnya di Rumah Sakit BP Batam. Informasi di grup WA pagi hari. Sedikit kaget karena akhir akhir ini sudah kelihatan sehat. Kemungkinan komplikasi penyakitnya kambuh.

Atas permintaan sang Istri dan saran warga di tempat tinggalnya di perumahan PJB, jenasah dibawa kerumah. Warga sekitar berkesempatan melayat. 

Pukul 5 sore jenasah dibawa ke Rumah Duka di Baloi. Selama dua malam. Saya hadir untuk acara doa bersama pada malam pertama. Warga Hindu berdatangan untuk memanjatkan doa bersama. Doa kedukaan yang dipimpin oleh Jero Mangku Putu Satria Yasa bersama Jero Mangku Agung Arif.

Malam kedua masih dilakukan doa bersama. Kebetulan saya tidak bisa hadir. Sepertinya sebagian besar yang datang rata rata yag tidak bisa hadir pada doa malam pertama. Perhatikan photo dibawah. Sepertinya ada grup yang suka minum minuman beralkohol. Ndak pandang tempat dan waktu, di kedukaan sekalipun. Tentu tidak ada yang ngelarang, sah sah saja.

Hari Rabu jam 10 pagi jenasah diberangkatkan dari rumah duka menuju krematorium sembau nongsa.

Prosesi dan persiapan sebelum jenasah dimasukkan ke tungku kremasi dipimpin oleh Jro Mangku Putu Satria Yasa yang diikuti oleh anggota keluarga. Entah apa makna masing masing kegiatan yang dilakukan. Termasuk acara “mesulub” yaitu ketika peti jenasah diangkat kemudian kerabat keluarga yang usianya lebih muda dari almarhum lewat di bawah jenasah sebanyak tiga putaran.

Kemudian jenasah dibawa ke ruangan kreamasi. Saya lihat di satu ruangan tersebut ada 4 tungku kreamasi. Saya perhatikan masih ada satu prosesi terakhir yang di haturkan oleh Jro Mangku. Kemudian tungku ditutup, komporpun dinyalakan. Tinggal nunggu abu jenasahnya selama 24 jam. Agar suhunya dingin. Untuk kemudian dihanyut ke laut.

Saya lihat ada sekelompok umat yang menyampaikan doa terakhir dengan caranya mereka. Kelompok sampradaya Ananda Marga.

Hujan rintik rintik masih turun. Dalam perjalanan pulang kawan nelpon diajak makan siang. Wah saya langsung bilang ok ok. Seperti langganan kalau lewat daerah ini harus mampir ke rumah makan padang yang satu ini Rumah Makan Bahagia2. Kata orang orang makanannya enak. Saya juga berpendapat begitu. Memang yang makan cukup ramai. Rumah makan ini kena gusur akibat pelebaran jalan. Itulah program pembangunan wali kota batam. Selamat makan.

 




Sabtu, 27 Agustus 2022

50 Juta


 

Sebuah photo dishare di grup komunitas hindu Kepri yang diambil setelah persembahyangan Tilm pada Jumat 26 Agustus 2022. Dalam photo tampak beberapa tokoh atau pengurus lembaga yang turut menyaksikan penyerahan secara simbolis sumbangan 50 juta.

Pada caption photo tertulis Astungkara. Suksme Mr. Karthikraja atas danapunianya Rp. 50 juta kepada Pura Agung Amertha Bhuana.  Ditambahin keterangan oleh tokoh lainnya Terima kasih kita ucapkan kepada Mr. Kartikraja Subramaniyan atas sumbangannya untuk memperbaiki padmasana pura agung amerta bhuana.

Tidak disebutkan apakah sumbangan tersebut bersifat pribadi ataukah atas nama komunitas hindu India yang tergabung dalam perkumpulan Sri Lalita Temple. Dalam photo tidak terlalu jelas nampak tulisannya. Yang nampak jelas hanya angka Rp 50,000,000. Kualitas photo dari Hp memang demikian.

Sumbangan tersebut untuk memperbaiki Padmasana Pura Agung. Baru saja selesai merenovasi bangunan Naga dan Bedawangnala. Kloter kedua undagi dari Bali yang membangun badan naga yang mengelilingi pangkal Padmasana baru saja pulang ke Bali. Tepatnya tanggal 19 Agustus 2022 pagi. 

Saya tidak menemukan informasi yang mengatakan bahwa pekerjaan undagi sudah selesai apa belum. Saya tiba tiba saja melihat postingan dari Iketut Santosa di FB bahwa dia sedang menemani undagi pulang ke Bali sampai di Air Port batam. Di bawah ini adalah video yang saya ambil dari wallnya Tut Santosa. Selamat jalan para undagi, selamat dan sukses sampai tujuan.



Senin, 01 Agustus 2022

PERTEMUAN BANJAR





Dalam tulisan tulisan saya sebelumnya, saya pernah menyinggung apa itu banjar. Yaitu sekelompok masyarakat dalam satu wilayah kecil. Mungkin kalau di kota setingkat RT. Itu sebutan untuk warga Bali. Berlaku juga di rantauan. Saya termasuk banjar batu aji timur. Anggotanya yang terdaftar ada 29KK. 

Acara pertemuan bulanan dilaksanakan secara bergilir di rumah anggota banjar. Kebetulan saya kebagian pertama setelah pembaharuan jadwal. Saya pilih di akhir Juli 2022, hari minggu. Biasanya si tuan rumah yang menentukan tanggal pertemuan. Tidak diwajibkan menyediapak konsumsi berupa makan malam. Boleh berupa snack dan air saja. Boleh juga disatukan dengan acara syukuran. Apakah itu ulang tahun, atau yang lainnya.

Saya kebetulan pelihara ayam dan entok. Tinggal beli bumbu dan masak sendiri. Lumayanlah untuk menjamu warga.

Yang hadir sekitar 75% dari warga terdaftar. Yang 25% kenapa tidak ada kofirmasi. 

Agenda pertemuan adalah menyampaikan informasi informasi penting oleh ketua banjar (kelian banjar) dari keputusan rapat ditingkat yang lebih tinggi dari banjar.

Informasi pertama tentang Sri Lalita. Yang katanya mentok, diminta dicarikan masukan masukan dari banjar. Katanya sudah dibentuk team 13 yang anggotanya dari perwakilan masing masing banjar. Ini diputuskan saat Rapat Istimewa DPU di gedung sekretariat Parisada. Saya kaget. Seharusnya tidak ada kata mentok. Toh anggota team 13 rata-rata yang paling tahu permasalahan. Begitu kesan saya. Paling banyak komentar di group. Apakah selama ini tidak pernah rapat. Terus apa saja yang dilakukan mereka. 

Informasi kedua tentang  rapat DPUdi hotel. Ini kok dianggap polemik. Kan yang komentar bisa dilihat siapa saja orangnya. Mengapa hal begini ditanggapi. Betapa jauh mundur kebelakang berpikirnya. Lagi pula kan komentarnya di grup tidak resmi, atau grup yang tidak termasuk dalam mekanisme komunikasi lembaga. Saya pribadi menyebutnya grup suka-suka. Saya plesetkan dari grup suka duka. Karena saya lihat tujuan grup itu bukanlah murni untuk urusan suka duka warganya. Ya pokoknya membuat suasana kisruh. Menurut saya. Bukankah seharusnya bersyukur bisa rapat di hotel. Yang sebenarnya berhubung ada yang mensponsori. Atau apa salahnya rapat di hotel jika memang dibudgetkan. Itu kalau memang yang berkomentar itu mengerti berorganisasi.

Informasi ketiga tentang pembangunan Pura Sathya Dharma yang sudah dimulai. Konon harus ada progres terlebih dahulu agar anggaran dari yang berwenang bisa turun. Semoga saja berjalan lancar. Ini juga sempat ada yang mempermasalahkan bagaimana tehnis menentukan kontraktornya. Saya tidak mengikuti perkembangan itu.

Informasi keempat tentang Pura di Polda. Kebetulan ada satu orang dari tiga warga banjar yang bertugas di kepolisian polda kepri. Yaitu Putu Ariadi. Sedangkan dua lainnya tidak hadir mungkin sedang tugas yaitu Made Juniada dan Made Muliadi. Sebenarnya saya ingin sekali mendengarkan informasi dari Putu Ariadi berkaitan dengan status Pura tersebut. Memang di salah satu grup beberapa kali sempat diposting photo Pura atau tepatnya Padmasana yang telah selesai di bangun di Polda. Informasi terakhir katanya tinggal penghijauan. Mungkin sengaja tidak diinformasikan atau mungkin hanya ke beberapa umat saja yang di beritahu pembangunan padmasana tersebut. Bahkan konon lembaga hindu saja tidak dilibatkan. Yang jadi tanda tanya saya adalah bagaimana status Pura tersebut. Apakah pura exlusive khusus untuk keluarga polisi yang tugas di polda ataukah untuk semua umat Hindu di Kepri. Kedepannya perlu ada ngenteg linggih, piodalan maupun persembahyangan hari suci lainnya. Yang saya khawatirkan, jika suatu saat nanti ada kendala atau masalah justru menyalahkan lembaga atau umat keseluruhan. Misalnya kalimat seperti ini, bagaimana tidak ada masalah, wong lembaga saja cuek ndak mau tau. Mudah mudahan tidak. Photo diambil dari Grup WA.







Jumat, 01 Juli 2022

SUMBANGAN 30JUTA

 


Undangan jam 11 siang, untuk menghadiri acara penyerahan sumbangan dari PLN Batam. Acaranya di gedung sekretariat Parisada di kawasan Pura Agung. Namun setelah menunggu selama 2 jam, acara baru dimulai karena tamu datang hampir jam 1 siang. Entah ada koordinasi apa tidak, karena yang mengundang justru tidak hadir. Yang diundang semua ketua Lembaga dan Kelembagaan Hindu. Seharusnya dijadikan kebiasaan disetiap acara sebaiknya dikonfirmasi siapa saja yang bisa hadir siapa saja yang berhalangan.

Acara dilaksanakan tidak terlalu formal, tapi juga mengikuti tata cara yang baku seperti ada pembawa acara, ada doa, ada sambutan, puncak acara dan penutup.

Waktu menunjukkan pukul 12 siang. Jro Mangku Arif yang kebetulan hadir diminta untuk memimpin doa dengan Tri Sandhya bersama. Tidak diketahui mengapa Jro Mangku satunya Putu Satria Yasa tidak hadir.

Kemudian makan siang bersama. Masakan khas Bali. Ada lawar, sate dan jukut balung.

Dilanjutkan dengan acara, sambutan pertama dari ketua Parisada Kepri I Wayan Catra Yasa. Intinya menyampaikan terima kasih kepada segenap direksi PLN atas bantuan pembangunan Pura.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Paruman Walaka (sesepuh umat) yaitu I Wayan Jasmin. Beliau menyampaikan bahwa sejak dulu sewaktu ada umat yang bekerja sebagai karyawan PLN sudah banyak membantu biaya pembangunan .  Misalnya, sewaktu ada Ida Bagus Mardawa diantaranya membantu pembuatan batu miring di depan kori agung, kemudian pada jaman I Wayan Jasmin salah satunya membantu mengusahakan tiang listrik penerangan jalan.

Kemudian I Nyoman Suarjoni Astawa, yang baru saja berulang tahun di akhir Juni menyampaikan bahwa bantuan sebesar 30 juta rupiah tersebut adalah bantuan dari karyawan PLN dari dana Dharma santi Nyepi 2022. Seharusnya bantuannya sebesar 75 juta namun mengingat banyaknya pura di seluruh Indonesia yang perlu bantuan maka dana tersebut disebar ke daerah lain.



Pada kesempatan tersebut, di akhir acara, Pembimas Hindu Kepri membagikan tanda daftar lembaga keagamaan diantaranya BOP, Parisada Kota Batam, dan terakhir adalah Sanggar Seni Bhuana Gita yang ketuanya adalah I Made Karmawan. Saya sendiri baru tahu kalau ada sanggar seni yang diketuai oleh Made Karmawan ini. Sejak kapan dia ikut terlibat dalam kesenian di Kepri. Saya belum tahu siapa siapa saja pengurus sanggar seni ini dan SKnya dikeluarkan oleh siapa. Saya sempat ke ge-er an manakala di grup WA ada diminta nama sekretaris dan bendahara Sanggar Seni Bhuana Gita oleh Pembimas Hindu. Saya langsung merespon mengirimkan nama-nama yang saya punya di grup tabuh Bhuana Gita. Yang namanya bhuana gita ya sekeha tabuh yang saya ketuai.


Semoga saja sanggar seni ini dibentuk dengan tujuan yang baik, dalam artian tidak ada niat jelek dibaliknya.

Ya kita lihat saja nanti, semoga pikiran baik datang dari segala penjuru.


Sabtu, 18 Juni 2022

SEMBAHYANG KUNINGAN








Untuk kedua kalinya Saya datang sembahyang di lokasi yang akan dibangun Pura Sathya Dharma yang berlokasi di samping blok N Dormitory Batamindo Muka Kuning. Yang pertama, dulu saat pemindahan secara ritual keagamaan pada akhir Maret 2022. 

Dari subuh, bahkan sejak kemarin istri sibuk menyiapkan sarana persembahyangan. secara khusus mungkin tradisi, bikin nasi kuning. bikin sate lilit. ayam betutu. tak ketinggalan tape ketan putih yang seharusnya hari ini sudah bisa dibuka.

Saya datang ketika persembahyangan sudah mulai. Melewati rerumputan yang sudah meninggi. Mestinya saya bisa lewat jalan semen di samping bangunan dormitory. Namun saya pilih melewati rerumputan, biar alami. Kemudian melewati jembatan sementara untuk menyebrangi parit kecil selebar sepelompatan orang dewasa.

Saya duduk paling belakang diatas rerumputan, beralaskan sendal saya. Tikar yang digelar tidak mencukupi semua umat yang sembahyang, yang jumlahnya sekitar 30 orang. Matahari tidak terlalu menyengat dikulit. Kebetulan musim mendung mau hujan.

Sekeliling area persembahyangan terbentang benang dan patok patok pembatas. Batas tembok penyengker yang akan dibangun. Anehnya saya merasakan arah sembahyang menghadap ke selatan. Atau pelinggihnya akan menghadap ke utara. ini tidak umum dalam tata bangunan hindu. ternyata saya yang salah rasa. Menurut arah mata angin, sembahyang itu menghadap ke timur. Jadi sudah mengikuti tradisi.

Saya mendongakkan kepala kedepan. Yang mimpin persembahyangan Kuningan adalah Jro Mangku Agung Arif didampingi oleh istri beliau.

Sekalian tengak tengok siapa saja yang hadir.

Saya duduk sekitar 15 menit, termasuk panca sembah, nunas tirta dan ngelungsur. Cukup kilat. Saya langsung menuju tempat mobil diparkir. Setelah bertegur sapa dengan beberapa kawan dan tidak lupa berbagi prasadam/ lungsuran. 

Kebetulan melewati satu bangunan kecil yang beratap transparan. Dinding sampingnya juga tranpsaran. Dari kejauhan saya sudah tahu bahwa itu adalah kebun hydroponik. Ada pipa pipa paralon melintang. Ada sayuran yang sudah tumbuh dan sepertinya sudah siap untuk dipanen. Semuanya tidak asing lagi bagi saya. Saya pernah melakoninya dulu, tapi skala rumahan.

Sebagian besar bangunan dormitori yang memang akan dibongkar, sudah mulai diratakan. Dari blok A sampai blok H, yang dulu banyak menyimpan kenangan. Beberapa alat berat kelihatan sedang merobohkan bangunan bangunan yang usianya sudah sekitar 30 tahun lebih.

Selamat hari suci Kuningan


Senin, 16 Mei 2022

PRAKERJA

 Catatan pribadi.

Saya di WA kawan, isinya disuruh menghubungi nomor yang dia kirim. Perihal bantuan dana prakerja. Apa salahnya saya coba telpon ke nomor itu. Siapa tahu ada sesuatu yang baru. Itu tanggal 24 February 2022, sore sekitar jam 3.

Saya diminta datang saja ke posyandu RW06. Nah pas disana sudah ada banyak orang antri. Paling tidak itu ada 10 – 15 orang antri. Sekitar 15 menit, saya dipersilakan menghadap ke petugas. Ngisinya paling 10 menitan. Lancar. Saya tak banyak tanya tanya. Ikuti saja prosesnya.

Lama tak ada konfirmasi. Saya pikir paling juga ndak disetujui. Lupakan saja. Begitu pikir saya.

Baru tgl  18 april 2022 dapat sms bahwa permohonan bantuan prakerja disetujui. Isinya “selamat, kamu dapat kartu prakerja! Untuk dapat melihat nomor kartu prakerja, kamu harus menonton 3 video tentang prakerja pada dashboard akun prakerja kamu”

Diminta nonton 3 video di dashboard akun prakerja. Namun saya ndak bisa masuk, meski user dan password benar sesuai yang saya register. Saya biarin aja. Mungkin bukan rejeki saya. Pikir saya gitu.

Kemudian beberapa harinya dapat  telpon dari team prakerja namun tidak saya angkat. Kemudian di sms. Untuk datang ke fasum RW06. Intinya lolos seleksi kartu prakerja. Ternyata saya sendiri. Kirain banyak orang. Verifikasi nomor bank dan update aplikasi DANA. Agar duit bisa masuk kata petugasnya. Ada beberapa bank. Namun saya pilih aplikasi DANA.

Tanggal 27 April 2022 saya dihubungi lagi diminta datang ke fasum RW06 katanya verifikasi nomor kartu prakerja bahwa dana mau masuk ke rekening saya. Mau pencairan, begitu smsnya. Sayapun bergegas kesana. Ada dua orang, yang satunya ndak jadi verifikasi karena jaringannya lelet. Akhirnya saya saja yang diproses. Saya kaget, awalnya ndak ngerti maksudnya. Kata petugasnya, pertama dana turun 600rb, yang kedua 600rb. Nah masing masing dana tersebut diminta diberikan ke petugas tersebut. Penairan pertama dan kedua ditransfer balik ke petugasnya sebesar 50%. Saya terus terang sangat kaget. Tapi saya berusaha menahan emosi saya. Biar saja, anggap ini dana karena usaha dia juga. Akhirnya saya transfer ke dia 300rb. Sebenarnya saya dongkol. Apakah begini mekanisme pemerintah menyalurkan dana bantuan untuk masyarakat. Misal yang disetujui pusat ada 100 orang saja, maka dana turun dari pemerintah 100 orang kali 2,4 juta rupiah yaitu 240 juta rupiah. Nah jika 25%nya dipotong ke petugas yaitu sebesar 60juta rupiah. Itu selama 4 bulan. Maka perbulannya bisa dihitung. Bukan jumlah yang sedikit. Apakah ini bukan merigikan negara.

Nah untuk pencairan kedua, saya juga ditelpon dari nomor petugas prakerja. Itu tanggal 10 Mei 2022 malam sekitar jam 9. Katanya mau pencairan kedua. Dia minta nomor verifikasi sms. Telpon tidak ditutup. Sambil nanya apakah sudah tidur. Apa tadi kerja. Terus tanya berapa nomor verifikasi yang dikirim lewat sms. Saya jawab tidak ada sms masuk. Karena memang tidak ada sms. Kayaknya mas salah orang ya, kata saya. Soalnya saya curiganya dia salah orang, pas nanya nanya dia pakai bahasa daerah. Akhirnya telpon ditutup.

Kita tunggu apakah nanti ada pencairan ketiga dan keempat. Kita tunggu saja.


Kamis, 28 April 2022

“MONUMEN PERPECAHAN”

Bale Panjang mid 2021

 Di penghujung tahun 2020, saya tidak ingat dengan pasti tanggal berapa. Ada rapat antar lembaga di bale Paselang mandala utama. Kebetulan saya ikut hadir rapat. Hadir juga ‘tokoh’ umat Pak Ketut Ar. Disamping juga hadir Pak Wayan Catra sebagai ketua PHDI Kepri. Ada juga Jero Mangku S. Yang lainnya perwakilan Lembaga dan masing masing klian banjar. Seingat saya ketua Parisada Batam tidak hadir, diwakili sekretarisnya, Kade S.

Agenda utama pertemuan tersebut adalah mereview pembangunan pura dan isu isu lainnya. Beberapa kesepakatan diantaranya pengecoran di level bedawang nala karena betonnya amblas. Perlu di beton ulang dengan besi yang lebih kokoh.

Disepakati juga untuk membangun pondasi bale panjang. Hanya pondasinya karena rencananya pembangunan di fokuskan ke renovasi padmasana.

Isu lainnya adalah matur guru piduka pada saat persembahyangan bersama berikutnya. Isu inipun jadi menarik. Sulit menjelaskan mengapa harus melaksanakan guru piduka. Contoh jeleknya, suatu saat ada yg dipukul di pura. Ini tanpa disadari. Apakah juga harus ngaturang guru piduka. Seperti tulisan saya sebelumnya ‘berantem di pura’ yang terjadi gara gara kesalah pahaman antara klian banjar tertentu dengan salah satu anggota banjarnya. Akibat kesalah pahaman tersebut mengakibatkan keduanya baku hantam. 

Saya menyoroti satu isu yaitu pembangunan bale panjang. Bagi saya ini cukup menarik untuk diulas. Di awal tahun 2021 dimulailah langkah awal pembangunannya. Matur piuning, pasang patok dan membuat pondasi. Sejak saat itulah Umat rajin gotong royong setiap minggu. Sayapun beberapa kali ikut gotong royong.

Mulailah ada satu atau dua orang yang omongannya mendiskreditkan seseorang atau beberapa orang. Yang nota bene pengurus lembaga dan kelembagaan. Isu isu miring semakin tendensius. Apalagi dibarengi dengan dibuatnya grup WA. Komentar di grup saling bergantian. Tiada kontrol. Gambar gambar yang kurang senonoh bertebaran. Padahal di awal sudah disampaikan bahwa tujuan grup WA tersebut adalah untuk mempermudah koordinasi atau komunikasi semua umat, yang katanya selama ini tidak jalan.

Seiring berjalannya waktu kubu kubuan semakin jelas. Grup WA diganti menjadi grup Suka Duka Umat Hindu Batam. Entah apa alasannya. Mungkin mau mengambil alih juga hal hal yang berkaitan dengan kedukaan. Yang saya pernah plesetkan menjadi grup suka suka umat hindu batam. Kesan saya memang grup itu suka suka mereka. Mau ngomong apa,mau berbuat apa, pokoknya suka suka mereka. Sejujurnya saya merasa bersebrangan dengan sekelompok orang di grup itu. Hati kecil saya tidak bisa dipungkiri demikian. Bahkan saya buat status di fb saja dibahas digrup tersebut. Bahkan ada nada ancaman.

Semangat gotong royong dan semangat menggalang dana grup tersebut boleh diacungi jempol. Namun apapun itu, menurut penilaian saya hanya sebagai kedok atau ada motif tertentu dibalik semangat itu. Semoga bale Panjang tersebut setelah selesai (entah sampai bagaimana bentuk selesainya) tidak menjadi monumen perpecahan, sebagai cikal bakal perpecahan umat di batam. 

KOndisi ini saya rasa cukup unik. Ibarat calo yang mengatur kendaraan di persimpangan atau di u-turn. yang jumlahnya kian marak. Kalau di Jawa biasa disebut pak ogah. Keberadaan mereka tidak membuat arus lalulintas menjadi lancar. Kalau dipikir, itu bukan ranahnya. Jika dipandang perlu kan ada polisi lalulintas yang harus mengatur. Namun banyak juga yang menyodorkan duit receh ke mereka. Yang otomatis para calo itu merasa keberadaannya diakui. Padahal menurut saya justru keberadaannya mengganggu kenyamanan lalu lintas. Contohnya cara menggerakkan tangannya yang ndak jelas apakah nyuruh maju apa berhenti.

Alangkah mulianya jika niat bekerja tersebut memang tujuannya punia. Bukan yang lain. Benar tidaknya judul diatas, hanya waktu yang menentukan. Kita tunggu saja.


Selasa, 19 April 2022

SURAT ‘***TA’ TERBALAS. WHAT’S NEXT

 Setelah melayangkan surat hasil rapat perwakilan DPU (baca Rapat Istimewa) kepada pengurus Sri Lalita yang isinya beberapa poin, maka pengurus Sri Lalita memberikan jawaban tertulis sebagai balasan permintaan umat Hindu. Surat jawaban diterima oleh ketua BOP pada tanggal 26 Maret 2022, yang sempat tertinggal entah dimana, dan beruntung ada yang mengembalikan. kemudian diberikan kepada ketua Tim. Tim selanjutnya mengadakan rapat untuk membahas jawaban dari Sri Lalita. Pembahasan sekitar minggu awal bulan April.

Surat jawaban dari pihak Sri Lalita saya simpan tersendiri. Secara umum mereka menolak untuk direlokasi . konon pembicaraan terakhir mengarah kepada kembali ke luas area awal yaitu 240m2. . Luas area ini seperti yang tertera di master plan awal pura agung. Apakah ini keputusan akhir. Saya kurang tahu pasti. Kita tunggu saja.


Jumat, 15 April 2022

TIRTA YATRA

 


Mengunjungi tempat suci, pura Girinatha Puncak Sari bukit tengkorak di batu 19. Berangkat ber enam di hari sabtu 9 april 2022. Sebenarnya ini tujuannya menjalin keakraban dengan dirut pln batam yang kebetulan orang bali dan baru beberapa bulan menjabat di batam dan telah banyak berkontribusi terhadap pembangunan pura.

Acaranya cukup mendadak, ataukah karena saya yang dihubunginya mendadak. Jam 10 pagi saya dihubungi diminta jam 2 sore dah kumpul. Sebenarnya agak ragu. Saya kira berangkat hanya bertiga. Tapi ternyata enam orang.

Kumpul di pelabuhan punggur jam 3 sore. Dicarterkan speedboat lewat pelabuhan kepri. Hanya butuh waktu 15 menit sampai di tanjung uban. Kemudian naik roda empat menuju tanjung pinang. 

Sempat mampir dulu cari minum. Kebetulan ada warung buka dekat sebuah jembatan. Sepertinya itu di daerah kijang. Tak seperti di batam. Di tanjung pinang warung makan tidak ada yang ditutup gorden.  Biasa saja bagi yang buka. Orang makanpun banyak. Saya pesen kopi susu. Sebenarnya agak khawatir minum kopi lewat siang hari. Tapi kopinya terasa nikmat sekali. Saya juga makan otak otak beberapa biji. Kebetulan perut sudah terasa lapar.


Kemudian booking satu kamar hotel Aston. Untuk numpang mandi dan ganti pakaian.

Jam 7 malam kluar hotel setelah mandi bergantian 2 orang.

Memasuki jalan tanah disekitar bukit tengkorak, keadaan jalan cukup memprihatinkan. Berlumpur dan licin. Baru saja diguyur hujan, dan jalan tersebut baru selesai dikeruk kembali untuk pembetonan.

Dengan segala upaya tiba juga akhirnya di Pura Giri Natha. Langsung menuju jeroan pura dan sembahyang bersama.

Selesai sembahyang telah disediakan santap malam, menu special. Sayangnya kulitnya sudah alot.

Ngobrol ngalor ngidul. Jam 12 tengah malam jro magku kedengaran mepuja. Kamipun ikut ke jeroan dan ikut meditasi. 

Ternyata benar kekhawatiran saya. Efek kopi sangat kuat. Sampai pagi saya tidak bisa tidur sedikitpun. 

Dalam perjalanan menuju hotel, saya sempat tertidur di mobil beberapa saat. Ya lumayan terasa agak segar. Setelah kembali ke hotel untuk mandi dan ganti pakaian, langsung meluncur mencari tempat sarapan yang buka. Akhirnya jumpa satu rumah makan mie tarempa. Saya makan nasi goreng dan mencicipi luti gendang.


Naik speed boat carteran, ndak sampai 15 menit sudah tiba di pelabuhan punggur. Dan pulang ke rumah masing-masing. Semoga nanti ada lagi acara tirta yatra part 2.


Rabu, 30 Maret 2022

RELOKASI DUA KALI

 Pura Satya dharma yang berlokasi di kawasan industri Batamindo Mukakuning tepatnya di Blok D5 Dormitory harus di relokasi karena lokasi tersebut akan digunakan oleh Batamindo sebagai bangunan Industri/ pabrik.

Pemberitahuan dari pihak pengelola kawasan sudah disampaokan beberapa bulan sebelumnya bahkan mungkin setahunan yang lalu. Penjajagan dari Team UKHB – Unit Kerohanian Hindu Batamindo dengan mengdakan koordinasi dengan pihak pengelola kawasan dan dimediasi oleh beberapa tokoh Umat Hindu,dengan lobi lobi yang disampaikan maka sebagai umat yang memiliki hak guna bangunan tersebut, disepakatilah untuk mulai proses pemindahan.

Lokasi yang diberikan yaitu di sekitar Blok N kawasan Dormitory, dekat dengan blok H yang banyak punya kenangan sekitar tahun 90an, tepatnya di Blok H/5.

Secara ritual proses perpindahan dilaksanakan pada tanggal 29 maret 2022 yaitu pada Selasa Wage Sinta, menurut hari wewaran Bali. Kalau dilihat di Kalender Bali maka hari itu adalah hari Rainan Sabuh Mas.

Rangkaian Upacara dipimpin oleh Jero Mangku Putu Satria Yasa beserta istri, dan dihadiri oleh sekitar 50 umat yang bisa hadir pada hari tersebut. Hadir juga Ketua Parisada Kepri Dr. DRS I Wayan Catra Yasa M.M dan juga ex. Ketua Parisada Kota Batam yang sudah menjabat sebagai Penyelenggara Hindu di Kator Kemenag Batam I Made Karmawan, S.Ag.






Upacara diawali dengan pecaruan di lokasi yang baru yaitu untuk pembersihan areal Pura yang akan dibangun, pemasangan patok penyengker pura dan pemasangan SanggahSurya tempat ngelinggihang Ida Bethara.

Kemudian dengan beriringan jalan kaki mendak dan ngiring Ida Betara dari Blok D menuju Blok N. Sekaligus memrelina “menghancurkan” bangunan Pura di blok D secara simbolis. Dengan cara mematahkan bagian setiap bangunan.

Saat beriringan menuju blok N, warga sekitar menyaksikan dengan wajah penasaran. sepertinya ini pemandangan langka. Kebetulan saya mengiringi dengan naik mobil dengan suara baleganjur dari sound mobil.

Ketua UKHB I Made Kasa Astawa beserta beberapa klian banjar turut hadir seperti klian banjar Batu Aji Timur, Klian Banjar Batam Center, Nongsa dan Nagoya.

Suasana begitu akrab, dibawah terik sinar matahari, meski ada satu tenda yang tidak cukup luas untuk melindungi semua umat yang hadir. 

Kesibukan seksi konsumsi, Ibu Suan menyiapkan prasadam yang ternyata harus beli tambahan nasi bungkus karena ternyata perkiraan umat yang hadir dua kali lipat. Yang seru manakala berebut air minum. 

Semoga pembangunannya lancar.


Senin, 28 Maret 2022

DHARMA SANTI NYEPI SAKA 1944 TAHUN 2022M


 Bertempat di parkiran Pura Agung Amerta Bhuana dharma santi dilaksanakan tanggal 27 Maret 2022. Itupun telah diundur satu hari untuk menyesuaikan dengan jadwal ketersediaan hadirnya Wali kota batam.

Tamu undangan cukup banyak yang hadir, meski tidak ada 150 seperti  jumlah undangan yang disebarkan. Ini bisa dilihat dari jumlah kursi yang khusus untuk undangan yang masih kosong. Disamping itu kehadiran umat sendiri juga kurang maksimal. Jumlah kursi yang disediakan untuk umat sekitar 650 kursi. Kursi masih banyak tersusun rapi disamping lokasi.

Hadir para pejabat penting diantaranya Wali kota Batam, bapak Rudi beserta istri yang juga adalah Wakil Gubernur Kepri. Juga hadir wakil walikota batam, Amsakar Akhmad juga beserta istri. Juga hadir kepala kantor kemenag batam. Dan undangan undangan lainnya seperti dari polsek sekupang, tokoh tokoh agama. Ada juga anggota DPRD kepri Asmin Patros. Dari Danlanal, polresta, fkub.

Ada tiga sambutan yang disampaikan yang pertama oleh I Wayan Catra Yasa yang sekaligus mewakili ketua Panitia. Beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tamu undangan dan terima kasih yang sebesar besarnya atas kehadirannya.

Kemudian sambutan kedua disampaikan oleh kepala kantor kemenag batam bapak H.Zulkarnain. 

Sambutan yang ke tiga dari Walikota Batam Bapak Rudi. Pada kesempatan yang baik tersebut beliau memaparkan rencana pembangunan kedepan. Ada empat pembangunan berskala besar, diantaranya pembangunan bandara hang nadim, jalan layang menuju arah bandara. Diakhir sambutannya beliau menyerahkan bantuan hibah bantuan untuk pembangunan Pura Agung sebesar rp 75 juta kepada ketua Parisada Kepri I Wayan Catra Yasa.

Secara umum acara dharma santi ini bisa dibilang sukses dan meriah. Apalagi diselingi acara kesenian tari hiburan ibu-ibu. Tak ketinggalan ada tari joged dengan para pengibing dari bapak bapak.

Saya bagian dari team kesenian, seni tabuh. Sudah terbiasa jika mau megambel harus angkut peralatan terlebih dulu. Demikian juga jika acara selesai, harus mengembalikan peralatan ke tempatnya lagi. Ini bukan pekerjaan ringan. Gamelan bali tidak dibuat simple atau ringan. Itulah kewajiban.


Rabu, 16 Maret 2022

RAPAT ISTIMEWA


 Seperti benang kusut entah dimana ujungnya. Susah menguraikannya. Barangkali demikian usaha untuk mencari pangkal masalah yang akhir akhir ini mencuat dikalangan umat. Seakan ada dua kubu. Kubu lembaga/ kelembagaan agama dan kubu umat dari arus bawah. Satu kubu fokus membangun karena kebutuhan. Kubu satunya gencar mencari informasi dimana letak kesalahan yang dilakukan oleh lembaga.

Maka PHDI Kepri sebagai lembaga umat ditingkat provinsi memfasilitasi pertemuan yang disebut rapat istimewa DPU (Dewan Perwakilan Umat) yang komponennya terdiri dari pengurus lembaga yang ada di tingkat kota, pengurus BOP, Pasraman, Peradah. Yang sebenarnya tertuang dalam AD/ART BOP dengan jumlah masing masing suara yang dimiliki bila dipandandang perlu adanya voting. Hari Minggu 13 Maret 2022.

Rapat dimulai pukul 20.15 setelah terlebih dulu ada acara potong kue ulang tahun ketua parisada kepri Dr. Drs. I Wayan Catrayasa M.M. para perwakilan banjar mendominasi tempat duduk bagian belakang.

Rapat dipimpin langsung oleh Ir. I Wayan Jasmin, salah satu tokoh dan sesepuh umat hindu di Kepri. Didampingi oleh I Made Kasa Astawa, ST yang di lembaga Parisada Kepri menjabat sebagai sekretaris.

Dari awal rapat ketua maupun pembawa acara mewanti wanti agar peserta rapat istimewa ini tetap menjaga sopan santun dan etika yang baik saat berbicara. Meski beberapa perwakilan banjar kelihatan penuh emosional saat diberi kesempatan untuk berbicara.

Agenda utama sebenarnya hanya satu yaitu relokasi Sri Lalita Temple. Namun kadang penanya melebar ke topik lain. Untung pimpinan rapat segera mengingatkannya.  Apa yang disampaikan penanya juga sudah sering saya dengar. Pertanyaan pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu di jawab.

Kadang saya tak tahan mengekpresikan gerak tubuh saya jika ada pertanyaan atau komentar nyeleneh.  Misal pertanyaan, pura apakah yang kita bangun ini. Terus ada lagi pertanyaan mengapa pura tidak dibangun sekali saja, tidak seperti dikampungnya, puranya dari dulu ya begitu saja, katanya. Lha alangkah terkebelakangnya kampung sipenanya, pikir saya.

Pertanyaan pertanyaan yang sebenarnya tidak masuk akal saya. Lha seperti siapa dulu mengijinkan Sri Lalita dibangun di kawasan pura agung, apa kontribusinya terhadap pura agung. Ada yang komentar SL harus direlokasi karena menutupi keindahan Pura Agung. Masak dia orang asing dapat tempat yang strategis. Kalau dipikir pikir itu pertanyaan lucu lucu. Ya maklumlah.

Rapat berakhir sekitar pukul 23.00 dengan menghasilkan beberapa keputusan yang sebenarnya normatif sekali. Membentuk tim yang akan mengawasi pembangunan SL dimana masing masing banjar ada wakilnya satu orang (I Made Sudarta, Siputu Sumerdaya, Ketut Ngurah, Agus Baktiasa, Putu Satria Yasa, Made Muliyadi) . DPU akan merekomendasikan tipe/ model bangunan SL. BOP mengawasi pembangunan/ renovasi  SL.

Saya pun pulang sambil senyum senyum.


Selasa, 22 Februari 2022

RAPAT KANGIN KAUH

 Pertemuan banjar kali kedua semenjak wabah covid-19 mereda. Bertempat di rumah salah satu warga hindu di perumahan taman lestari blok c3 no 17, rumah ibu Lilik. Beliau bertugas di kantor kemenag batam sebagai penyuluh. Sesuai undangan, agenda yang dibahas adalah mengenai perayaan hari raya nyepi.

Seperti biasa pertemuan diawali dengan doa Tri Sandhya dan kemudian membaca 10 vedict mantra beserta artinya secara bergilir.

Kemudian klian banjar menyampaikan rencana kegiatan perayaan Nyepi dan Dharma shanti saka 1944. Nyaris tidak ada tanggapan dari anggota banjar. Sifatnya hanya informasi. Namun dihimbau kepada seluruh umat untuk turut berpartisipasi mensukseskan acara tersebut.

Informasi selanjutnya berkaitan dengan pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana. Lima orang undagi dari Bali sedang mengerjakan perbaikan Padmasana. Pembuatan kembali bedawang nala, kepala naga dan ekor bedawangnala. Diperkirakan selesai dalam waktu dua bulan. 

Pertanyaan timbul ketika klian banjar minta persetujuan anggota banjar bahwa biaya makan tukang selama pengerjaan dibebankan kepada umat di Batam. Apa dasarnya. Bagaimana bunyi kontraknya. Biaya apa saja yang termasuk dalam kontrak.

Rupanya klian banjar lupa kalau saat rapat antar lembaga sudah disampaikan bahwa dalam perjanjian kontrak tukang, biaya makan ditanggung oleh umat di batam. Bahkan banjar lain nyaris tidak ada masalah dan saat ini sudah berjalan dua banjar. 


Rabu, 19 Januari 2022

“SANGGAH” MERAJAN DI RANTAU


Banyak orang berkomentar, entah maksudnya heran atau apa. Wuih kok bikin merajan besar begitu di rantauan. Itu ndak boleh sembarangan lho. Berarti dia sudah menetap di rantauan dan ndak akan pulang ke bali. Dan berbagai komentar miring lainnya. Padahal ndak ada yang aneh. Lha wong sanggah merajan adalah tempat pemujaan kepada Yang Kuasa agar lebih nyaman saja. Kalau kita pergi, ya sanggahnya di pralina (dihancurkan).

Saya kebetulan diundang saat acara Ngenteg Linggih sanggah/ merajan salah satu umat Hindu di Batam. Beliau adalah pemilik bengkel mobil yang sudah sangat maju. Bengkel Arya. Lokasinya di ruko Kintamani batam center. Tiga ruko dalam satu blok. Dua ruko berdampingan, dan satu lagi dipisahkan ruko milik orang lain. Harapannya satu ruko terjepit tersebut suatu saat bisa diambil alih.

Saya kebetulan koordinator peguyuban seni karawitan bali di batam. Beberapa hari sebelum hari h saya berkunjung ke rumah pak made “bengkel” sudarta. Istilah dikampung saya, ngayah. Meski tidak diundang dalam persiapan acaranya, karena saya kenal beliau, saya datang bersama istri malam harinya.

Tak bisa dipungkiri, kasak kusuk tanda tanya apakah boleh gong di bawa keluar yang bukan acara pura. Wah, sayangnya tidak pernah ada pernyataan jelas yang melarang gong dibawa keluar pura. Kalau bisa dibuat sulit kenapa dipermudah. Begitu kata pepatah. Selama ini toh tidak ada perubahan, gong sering dibawa pentas keluar.

Dari photo photo yang di share di grup WA, yang banyak hadir di acara persiapan ngenteg linggih tersebut adalah orang orang yang punya sikap berbeda dengan umat umumnya, yang kelihatannya membentuk satu kelompok.

Acara ngenteg linggih dipuput oleh Ida Resi dari Makasar, lanang istri, yang kebetulan beliau ada di Kepri. Ida Resi “lanang” hanya mendampingi Ida Resi “istri” dalam menjalankan prosesi karena kesehatan beliau kurang mendukung. Acara dimulai dari jam 8 pagi sampai konon malam hari. Karena saya pada jam 4 sore ijin pulang duluan setelah peralatan Gong dibawa balik ke Pura Agung dan makan dua kali.

Apakah ruko ini akan jadi “markas” kelompok ini? Kita liat saja nanti.




Senin, 03 Januari 2022

PASRAH MAPS



 Di awal tahun 2022 tepatnya tanggal 3 januari 2022 ketika lihat WA ada kabar berita duka, di salah satu grup WA. Saya baca, ternyata undangan doa bersama kedukaan atas meninggalnya orang tua dari Nyoman Sulasta, di Bali. Pak Nyoman sulasta yang dulu pernah tinggal di Pura Agung sebagai menjaga dan pemelihara kebersihan Pura. Beberapa tahun tinggal di Kawasan Pura tanpa tempat tinggal yang layak dengan Istri dan dua anak yang sudah dewasa. Hanya tersedia satu kamar tidur. Ya tentu tambahan dapur dan kamar mandi.

Sekitar setahun yang lalu beliau pindah ke daerah nongsa menempati rumah salah satu umat hindu juga, Wayan Budi. Tepatnya di perumahan Bida Asri 3 Batu Besar, Nongsa.

Saya klik link maps yang di share oleh salah satu pengurus lembaga. Setelah aplikasinya muncul saya klik start. Belum pernah bepergian dengan mengikuti GPS atau Google Maps. Sering dengar cerita ada yang nyasar, ada yang masuk gang buntu, ada yang masuk persawahan dan berbagai cerita lucu lainnya, gara gara mengikuti petunjuk GPS.

Setibanya di daerah Batu Besar, daerah Sambau, ada persimpangan Alfamart, diminta belok kiri. Saya Cuma mengikuti arah yang diminta. Kekiri, kanan, lurus. Saya nyetir bagaikan tutup mata. Masuk perkampungan, entah dimana.

Saya berpikir gimana nyari rumahnya, kok tinggalnya di pelosok gitu. 

Akhirnya sampai juga di rumah yang dituju. Saling cerita masing masing pengalaman sesama teman  selama perjalanan. Pokoknya seru. Saling bertanya bagaimana nanti pulangnya.

Umat yang datang paling sekitar 50an orang. Mungkin rumahnya jauh dan tidak tahu jalan ke sana. Bahkan ada yang terpaksa balik pulang, putus asa, tidak tahu arah tujuan. Hihihi. Jaman dah maju.

Pulangnya ngikuti kawan yang sudah terbiasa daerah tersebut. Ternyata mudah. Tidak banyak belak beloknya. Kenapa bisa beitu. Ternyata google maps men set arah berdasarkan traffik kendaraan. Mana yang lebih sering dilewati pengendara.

Itulah kemajuan tehnologi.