Di awal tahun 2022 tepatnya tanggal 3 januari 2022 ketika lihat WA ada kabar berita duka, di salah satu grup WA. Saya baca, ternyata undangan doa bersama kedukaan atas meninggalnya orang tua dari Nyoman Sulasta, di Bali. Pak Nyoman sulasta yang dulu pernah tinggal di Pura Agung sebagai menjaga dan pemelihara kebersihan Pura. Beberapa tahun tinggal di Kawasan Pura tanpa tempat tinggal yang layak dengan Istri dan dua anak yang sudah dewasa. Hanya tersedia satu kamar tidur. Ya tentu tambahan dapur dan kamar mandi.
Sekitar setahun yang lalu beliau pindah ke daerah nongsa menempati rumah salah satu umat hindu juga, Wayan Budi. Tepatnya di perumahan Bida Asri 3 Batu Besar, Nongsa.
Saya klik link maps yang di share oleh salah satu pengurus lembaga. Setelah aplikasinya muncul saya klik start. Belum pernah bepergian dengan mengikuti GPS atau Google Maps. Sering dengar cerita ada yang nyasar, ada yang masuk gang buntu, ada yang masuk persawahan dan berbagai cerita lucu lainnya, gara gara mengikuti petunjuk GPS.
Setibanya di daerah Batu Besar, daerah Sambau, ada persimpangan Alfamart, diminta belok kiri. Saya Cuma mengikuti arah yang diminta. Kekiri, kanan, lurus. Saya nyetir bagaikan tutup mata. Masuk perkampungan, entah dimana.
Saya berpikir gimana nyari rumahnya, kok tinggalnya di pelosok gitu.
Akhirnya sampai juga di rumah yang dituju. Saling cerita masing masing pengalaman sesama teman selama perjalanan. Pokoknya seru. Saling bertanya bagaimana nanti pulangnya.
Umat yang datang paling sekitar 50an orang. Mungkin rumahnya jauh dan tidak tahu jalan ke sana. Bahkan ada yang terpaksa balik pulang, putus asa, tidak tahu arah tujuan. Hihihi. Jaman dah maju.
Pulangnya ngikuti kawan yang sudah terbiasa daerah tersebut. Ternyata mudah. Tidak banyak belak beloknya. Kenapa bisa beitu. Ternyata google maps men set arah berdasarkan traffik kendaraan. Mana yang lebih sering dilewati pengendara.
Itulah kemajuan tehnologi.