Untuk tahun 2023 atau tahun caka 1945,sampai pada acara pengerupukan sudah berjalan aman dan lancar. Sejak terbentuknya kepanitiaanboleh dibilang jarang rapat. Bahkan hanya dua kali sampai saat ini. Rapat pertama fokus pada acara Nyepi yang dipimpin oleh wakil ketua panitia yaitu I made Sudarta. Itu awal bulan maret 2023. Kemudian rapat kedua mencakup acara Dharma santi. Yang saat rapat belum dipastikan kapan dilaksanakan.
Apakah ada rapat rapat terbatas diluar dua rapat yang saya sebutkan di atas? Saya tak tahu. Saya lihat waktu dan tenaga semua tertuju ke pembuatan ogoh-ogoh.
Saya coba iseng bertanya di group WA panitia, yang nama grupnya grup terbatas panitia nyepi dan dharmasanti. Tak habis pikir dan sulit dicerna akal sehat, mengapa harus grup terbatas. Untuk apa bikin grup kalau terbatas orang dan terbatas yang dibahas. Saya menanyakan boleh tidak SK panitia Nyepi dishare di group atau ke japri saya. Saya juga perlu koordinasi dengan personal seksi lain.
Tidak ada yang merespon saya di grup. Padahal itu dua hari menjelang acara melasti. Ada yang bertanya di grup, kapan sih acara melasti. Kapan sih acara pengerupukan. Apakah yang bertanya ini karena memang tidak tahu atau hanya basa basi. Sepertinya sih bukan basa basi. Karena yang bertanya kebetulan menghandle konsumsi. Lha ya tentu khawatir juga dengan konsumsi apakah order atau masak masak. Sementara, waktu semakin mepet.
Akhirnya saya dichat di japri oleh ketua panitia, ternyata dia tidak nyambung dengan maksud saya. Dia malah menekankan kesaya bahwa sekeha gong terlibat dalam tiga acara yaitu melasti, pengerupukan dan dharmasanti. Hadeuh, gerutu saya.
Untung kemudian sekretaris cepat bertindak. Dia share di group SK kepanitiaan sehingga saling tahu siapa menghandle bagian apa. Semua yang terlibat di kepanitiaan nomornya dimasukkan ke group. Nama group juga diubah. Cukup group nyepi dan dharmasanti. Diskusipun terus berlanjut.
Acara melasti pada Minggu 12 Maret 2023, sudah rutinitas. Berjalan apa adanya. Sekembali dari melasti dapat makan malam yang disediakan oleh panitia. Seksi konsumsi melaksanakan masak masak dari pagi harinya.
Acara kedua yaitu pengerupukan dan pawai ogoh-ogoh. Euforia pawai yang sempat absen selama 3 tahun selama pandemi kini sangat terasa gairahnya. Dari pemerintahan juga diundang pada acara tersebut. Walikota yang juga diundang namun tidak sempat hadir dan diwakilkan oleh kepala dinas pariwisata.
Berikut saya copy paste narasi tentang nyepi oleh bimas hindu kantor kementerian agama kepri.
Batam, 21 Maret 2023
Dalam rangka menyambut Hari Raya Nyepi Tahun Saka 1945 /
2023 Masehi, umat Hindu di Kota Batam melaksanakan rangkaian pelaksanaan Hari
Nyepi yang didahului dengan Upacara Melasti yang sudah dilaksanakan pada
Minggu, 19 Maret 2023 bertempat di Waduk Sei Ladi, yang mana Melasti mempunyai
makna Pembersihan Sarana dan Prasarana Upacara serta Pembersihan Bhuana Agung
atau Alam Semesta dan Bhuana Alit atau manusia itu sendiri, dan hari ini
Selasa, 21 Maret 2023 dilaksanakan upacara Tawur Kesanga sebagai simbolis untuk
menetralisir kekuatan alam yang sifatnya mengganggu kehidupan manusia untuk
diberikan persembahan berupa Caru yang bertempat di pelataran parkir Pura Agung
Amerta Bhuana, dan acara ini nantinya akan disejalankan dengan pawai atau
arak-arakan Ogoh-ogoh sebagai perlambang Bhuta Kala, namun sebelum itu
dilaksanakan akan di dahului dengan Persembahyangan Bersama oleh seluruh umat
Hindu yang ada di Kota Batam kurang lebih berjumlah sekitar 400 Jiwa, acara ini
dipimpin oleh Pinandita Jero Mangku Putu Satriayasa.
Hadir dalam kesempatan tersebut Kadis Pariwisata Kota Batam,
Kepala Kemenag Kota Batam, Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Kepulauan Riau, Ketua
PHDI Kepri, Ketua WHDI Kepri, Penyelenggara Hindu Kemenag Kota Batam, Pini
Sepuh umat Hindu serta Pengurus Lembaga Agama dan Keagamaan Hindu yang ada di
Kepulauan Riau.
Dan yang paling bertanggung jawab dalam pelaksanaan Upacara
ini adalah Ketua Badan Otorita Pura Agung Amerta Bhuana (Bapak Made Sudarta).
Selesai acara pawai Ogoh-ogoh, maka Ogoh-ogoh itu akan di
Somya atau di Pralina di sekitaran areal parkir Pura.
Keesokan harinya umat Hindu akan melaksanakan Catur Brata
Penyepian yaitu empat larangan Nyepi
antara lain :
1. Amati Karya yaitu tidak boleh bekerja atau melakukan
aktivitas.
2. Amati Geni yaitu tidak boleh berapi api atau menggunakan
api, terutama api yang ada dalam diri.
3. Amati Lelungan yaitu tidak boleh bepergian, dan
4. Amati Lelanguan yaitu tidak boleh menikmati hiburan.
Pelaksanaan Catur Brata Penyepian berlangsung selama 24 jam,
dimulai dari jam 06.00 pagi tgl 22 Maret sampai dengan jam 06.00 pagi tgl 23
Maret 2023.
Dan sebagai upacara penutup dari rangkaian Nyepi adalah
Ngembak Geni yaitu sebagai pertanda berakhirnya rangkaian hari Nyepi, dan
sebagai rasa angayubagia tanda syukur
kepada Ida Hyang Widhi, maka pada saat itu umat Hindu akan melaksanakan
Dharmasanthi sebagai wujud Simakrama dengan intern umat Hindu, antar umat Hindu
dan umat beragama lainnya dan antara umat Hindu dengan pemerintah dengan saling
bermaaf maafan yang nanti menurut rencana akan dilaksanakan pada tgl 6 Mei
2023.
Narator :
Pembimas Hindu Kanwil Kemenag Provinsi Kepulauan Riau