Senin, 25 Desember 2023

WANA DARPA MMHD

 


Tidak ada undangan maupun tradisi untuk menghadiri acara Natal dari teman teman umat kristen. Tanggal 25 Desember adalah hari Natal. Tanggal merah. Kebetulan ada undangan dari anak anak muda mudi kota batam. Di undangannya tertulis acara pengukuhan pengurus muda mudi hindu dharma batam periode 2024. Undangannya ditandatangani oleh ketua mmhd periode 2023 yaitu Ni Putu Ellena.

Saya bergegas menuju lokasi acara yaitu di gedung sekretariat bersama PHDI karena waktu menunjukkan pukul 10.30. undangannya jam 10.00. saya tiba ternyata ruangan masih lengang. Pikir saya sebagian besar belum datang. Ternyata ya peserta dan undangan tidak lebih dari 25 orang. Pada kemana ini anggota mmhd.

Ruangan memang kelihatan dirias dengan usaha yang tinggi. Dekorasinya mencerminkan dekor anak muda. Apalagi tema acaranya adalah WANA DHARPA yang konon mengambil falsafah hutan, yang penuh dengan aneka tumbuh tumbuhan berbagai jenis dengan kehidupan aneka hewan liarnya. Hutan menyimpan kekayaan yang harus digali potensinya. 

Ketika menyanyikan lagu Indonesia Raya, mungkin lagi menghemat petugas dirigen. Tanpa dirigen. Rasanya sedikit canggung.

Kemudian saat ketua mmhd yang lama yaitu Ni Luh Putu Ellena memberikan kata sambutan yang tidak sampai 5 menit, tanpa teks, tidak ada menyinggung apa saja kegiatan mmhd selama setahun. Apa saja program yang telah dijalankan dan apa saja yang belum dilaksanakan. Sama sekali tidak menyinggung kegiatan. Padahal seharusnya inti pokok yang harus disampaikan adalah kegiatan.

Sambutan ketua PHDI Kepri sebagai inisiator berdirinya mmhdbatam disampaikan oleh sekretarisnya yaitu I Made Kasa Astawa karena ketuanya sedang berhalangan hadir. Parisada mengapresiasi acara pengukuhan pengurus bari tersebut. Paling tidak usaha untuk mengadakan acara pengukuhan tersebut patut diacungi jempol. Semangat yang luar biasa.

Acaranya memang terasa sedikit garing. Pengukuhan dilakukan oleh Sekretaris PHDI Kepri dan secara ritual dipandu oleh Jro Mangku Putu Satriayasa.

Sebelum acara ditutup, ditampilkan video yang berkaitan dengan jasa jasa ibu kepada anak anaknya. Menampilkan photo slide keluarga hindu yang ada di batam beserta nak anaknya yang sudah lulus sekolah.

Sebagai umat senior atau tokoh Hindu di Batam, I Putu Suardika diakhir acara memberikan pesan kepada pengurus baru agar mulai aktif menunjukkan eksistensinya. Bisa dengan berperan aktif saat persembahyangan. Misalnya jadi pembawa acara, pembagian dupa, bunga dan sebagainya. Disamping juga kegiatan utama organisasi yang melibatkan semua anggota. Misalnya pelatihan. Bisa kesenian, IT dan sebagainya. Dengan demikian para orang tua akan melihat bagian mananya yang harus disupport. Jangan hanya membuat acara satu yaitu acara pengukuhan.


Minggu, 17 Desember 2023

BANYU PINARUH AKHIR 23

 




Kembali dilaksanakan di pantai Tanjung Pinggir Sekupang. Sekitar 120 umat Hindu yang hadir bersembahyang bersama memuja Betara Baruna. Ini masih rangkaian hari suci Saraswati.

Beberapa hari sebelumnya telah diumumkan oleh Direktur Pasraman bahwa jika datang sebelum jam 6 pagi maka tiket masuk gratis alias dibayarkan oleh Pasraman. Jika datang di atas jam 6 maka umat harus bayar sendiri tiket masuknya.

Ada sebanyak 91 orang yang dibayarin oleh Pasraman. Sisanya adalah bayar sendiri.

Cuaca cukup bersahabat. Tidak hujan seperti hari hari sebelumnya.

Setelah sembahyang bersama yang dipimpin oleh Jero Mangku Putu Satria Yasa dan didampingi oleh Jero Mangku Agung Arif, umat khususnya anak anak Pasraman diminta berbaris di pantai. Dimulai dengan membasahi kaki, tangan, badan, kemudian ke muka.

Kemudian semua umat punya kesibukan berkelompok. Ada yang main volly. Ada yang sibuk berphoto ria dengan berbagai gaya. Ada yang langsung nyebur ke laut. Ada yang dari awal sampai akhir sibuk tiktokan. Yang tidak begitu banyak yang memperhatikan. Mungin pada bosan lihatnya.

Anak anak usia remaja pada menyewa perahu dayung. Satu perahu untuk dua orang yang mengayuh berbarengan. Perlu keahlian khusus untuk menggerakkan perahu ke depan atau membelokkannya. Padahal ada teorinya. Tidak perlu langsung dikayuh dengan sekuat tenaga.

Umatpun satu persatu meninggalkan lokasi, karena hari sudah beranjak siang. Dan semakin panas.

Tak lupa sehabis main di laut membilas diri dengan air tawar yang kotor. Satu ember 10 ribu.


Sabtu, 16 Desember 2023

HARI JADI 194

Ibu ibu whdi

 

IKB bersama Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman dan Pertamanan

Latar belakang Gedung Pemko

Penyerahan Gebogan ke Walikota


Ibu ibu Jegeg

Bersama mahasiswi Poltek Bali di Batam

Puncak acara peringatan hari jadi Pemko Batam dilaksanakan dengan Pawai Budaya yang diikuti oleh seluruh peguyuban yang ada di Batam. Sabtu 16 Desember 2023. Seperti biasa setiap ada pawai budaya ruas jalan yang dijadikan rute pawai selalu krodit. Saking banyaknya peserta.

Kebetulan bertepatan dengan hari suci Saraswati. Maka persembahyangan Saraswati di ajukan pada pagi hari dengan harapan umat Hindu khususnya dapat mengikuti pawai budaya tersebut di siang sampai sore hari.

Sebagian ibu ibu yang akan mengisi pawai dengan suatu atraksi tari bali harus berhias di gedung sekretariat mulai pukul 11 pagi. 

Istri kebetulan dapat pesanan nasi bungkus untuk acara pawai tersebut. Saya dan istri bisa sama sama ke pura pada jam 11. 

Saya mempersiapkan perlatan gamelan untuk setting baleganjur untuk diangkut duluan ke lokasi start.

Pada pukul 13.30 ada info dari lokasi kalau harus segera berangkat.

Beberapa ruas jalan sudah mulai ditutup karena akan dilewati route pawai. Cuaca terasa sangat panas. Saya cari tempat parkir. Kebetulan ada ruas jalan ke arah kampung tua Belian  masih kosong. Lampu merah simpang BI masih terus ke kiri kalau dari arah Mega Mall. Meski harus berjalan kembali ke kawasan depan DPRD Batam karena start pawainya dari sana.

Suasana hiruk pikuk. Suara musik tradisional dari masing masing paguyuban yang membawa alat musiknya saling beradu keras. Sayapun langsung tancap gas, nabuh gamelan sekuat tenaga.

Kemudian berurutan sesuai urutan paguyuban yang disusun oleh panitia menuju garis start dengan atraksi masing masing. Rute pawai tidak jauh jauh amat. Mungkin sepelemparan batu orang dewasa. Dari panggung depan kkantor Pemko menuju simpang lampu merah masjid agung kemudian belok kanan dan masuk ke pintu utama lapangan engku putri terus masuk menuju panggung acara utama yang membelakangi kantor Pemko. Selepas itu bubar. Istirahat sebentar sambil menikmati snack dari panitia dan akhirnya bubar.