Jumat, 01 Juli 2022

SUMBANGAN 30JUTA

 


Undangan jam 11 siang, untuk menghadiri acara penyerahan sumbangan dari PLN Batam. Acaranya di gedung sekretariat Parisada di kawasan Pura Agung. Namun setelah menunggu selama 2 jam, acara baru dimulai karena tamu datang hampir jam 1 siang. Entah ada koordinasi apa tidak, karena yang mengundang justru tidak hadir. Yang diundang semua ketua Lembaga dan Kelembagaan Hindu. Seharusnya dijadikan kebiasaan disetiap acara sebaiknya dikonfirmasi siapa saja yang bisa hadir siapa saja yang berhalangan.

Acara dilaksanakan tidak terlalu formal, tapi juga mengikuti tata cara yang baku seperti ada pembawa acara, ada doa, ada sambutan, puncak acara dan penutup.

Waktu menunjukkan pukul 12 siang. Jro Mangku Arif yang kebetulan hadir diminta untuk memimpin doa dengan Tri Sandhya bersama. Tidak diketahui mengapa Jro Mangku satunya Putu Satria Yasa tidak hadir.

Kemudian makan siang bersama. Masakan khas Bali. Ada lawar, sate dan jukut balung.

Dilanjutkan dengan acara, sambutan pertama dari ketua Parisada Kepri I Wayan Catra Yasa. Intinya menyampaikan terima kasih kepada segenap direksi PLN atas bantuan pembangunan Pura.

Sambutan kedua disampaikan oleh Ketua Paruman Walaka (sesepuh umat) yaitu I Wayan Jasmin. Beliau menyampaikan bahwa sejak dulu sewaktu ada umat yang bekerja sebagai karyawan PLN sudah banyak membantu biaya pembangunan .  Misalnya, sewaktu ada Ida Bagus Mardawa diantaranya membantu pembuatan batu miring di depan kori agung, kemudian pada jaman I Wayan Jasmin salah satunya membantu mengusahakan tiang listrik penerangan jalan.

Kemudian I Nyoman Suarjoni Astawa, yang baru saja berulang tahun di akhir Juni menyampaikan bahwa bantuan sebesar 30 juta rupiah tersebut adalah bantuan dari karyawan PLN dari dana Dharma santi Nyepi 2022. Seharusnya bantuannya sebesar 75 juta namun mengingat banyaknya pura di seluruh Indonesia yang perlu bantuan maka dana tersebut disebar ke daerah lain.



Pada kesempatan tersebut, di akhir acara, Pembimas Hindu Kepri membagikan tanda daftar lembaga keagamaan diantaranya BOP, Parisada Kota Batam, dan terakhir adalah Sanggar Seni Bhuana Gita yang ketuanya adalah I Made Karmawan. Saya sendiri baru tahu kalau ada sanggar seni yang diketuai oleh Made Karmawan ini. Sejak kapan dia ikut terlibat dalam kesenian di Kepri. Saya belum tahu siapa siapa saja pengurus sanggar seni ini dan SKnya dikeluarkan oleh siapa. Saya sempat ke ge-er an manakala di grup WA ada diminta nama sekretaris dan bendahara Sanggar Seni Bhuana Gita oleh Pembimas Hindu. Saya langsung merespon mengirimkan nama-nama yang saya punya di grup tabuh Bhuana Gita. Yang namanya bhuana gita ya sekeha tabuh yang saya ketuai.


Semoga saja sanggar seni ini dibentuk dengan tujuan yang baik, dalam artian tidak ada niat jelek dibaliknya.

Ya kita lihat saja nanti, semoga pikiran baik datang dari segala penjuru.