Rabu, 21 Februari 2018

Gelang Tri Datu

Agama Hindu di Bali memiliki banyak simbul dalam menjalankan agamanya. misalnya ada ritual yang membuat orang Hindu Bali menggunakan gelang benang Tri Datu. Namun benang merah, hitam dan putih ini bak menjadi trend fashion. Karena tak hanya orang Bali, atau orang hindu. Namun non hindu juga "nyaman" menggunakan gelang Tri Datu (dicopast dari tulisan di internet).
teringat waktu naik pesawat lion terakhir kali, kamera semi pocket selalu on di tangan sapatau ada pemandangan menarik. kata orang pramugari pesawat ini kostumnya rapi, pramugarinya cantik2, baju terusannya panjang menutup mata kaki, namunnnnnn belahan roknya itu sampe di pangkal paha. setau saya juga gitu, ihh serem.
pas masuk pintu pesawat depan kan jalan pelan karna para penumpang mesti macet ya naruh barang bawaan, ya nyari2 tempat duduk sesuai nomor tiket, ya sibuk tukeran tempat duduk. seorang pramugari juga sedang sibuk menata tugas2nya di sekitar lorong masuk itu yang banyak ada laci2 kecil entah apa isinya. secara otomatis tangan nekan shutter kamera entah apanya yg ke shoot. sampai di tempat duduk saya preview photo-photo tadi. termasuk photo pramugari. saya zoom tangannya kok mulus sekali. eh kok kliatan kayak pake gelang tri datu. saya geser2 lagi zoomnya ke name plate di dadanya tapi kok namanya bukan nama bali, begitu kata saya dalam hati. nah pas peragaan alat2 keselamatan ternyata dia lagi yg memperagakan. saya sandarkan kamera saya di atas sandaran tempat duduk depan saya sehingga kamera menghadap ke arah pramugari tersebut. setiap ganti gerakan instruksi jari saya juga menekan tombol shutter. nah selesai peragaan, ternyata si mbak pramugari itu menghampiri saya dimana saya duduk. pesawat belum take off. maaf pak boleh lihat photo2 tadi. deg, saya kaget dan salah tingkah. tapi kesempatan, pikir saya. ya bole, ni kata saya. kok tak ada, kata dia lagi sambil mendekatkan wajahnya hampir nempel di wajah saya. saya menjauh dikit untuk jaim penumpang lainnya. ndak ada kannnn kata saya sambil terus menscroll ke kiri displaynya padahal photo2 dia kliatan klo display di scroll ke kanan. Ternyata si mbak itu ndak tau kamera kali ya.  tolong dihapus ya pak nanti photo2 saya klo ada, kata dia lagi dengan lembut. iya dik eh iya mbak kata saya.
nah setelah take off dan jalanan mulus tidak grundal grundul lagi, saya pura2 ke toilet depan sambil cari2 si pramugari itu tapi kok ndak ada entah sembunyi dimana. Akhirnya saya kembali duduk dan tak lama kemudian ada pemberitahuan klo pesawat sebentar lagi landing.
Saat pintu pesawat sudah dibuka dan penumpang boleh meninggalkan pesawat saya sengaja keluar agak terakhir2. Pramugari berdiri dekat pintu keluar sambil senyum ke setiap penumpang sambil bilang terima kasih sampai jumpa. Nah pas saya mau keluar pas depan pramugari tadi itu, saya masih hafal wajahnya, secara spontan saya tanya, mbak dari bali ya. Ehhh dengan meyakinkan dia jawab, ndaaaakkkk. Setelah noleh ke teman disebelahnya si pramugari itu spontan noleh pergelangan tangannya dan megang gelang yg mirip gelang tridatu (benang hitem merah dan putih). Mungkin saja dalam hatinya dia bertanya2 apakah dengan memakai ini saya dikira orang bali ataukan dia berbohong bisa saja suami atau pacarnya orang bali/ hindu. Semoga…. Sayapun berlalu sambil bilang oooo maaf ya.

Waktu kembali pulang dengan pesawat dari maskapai yang sama, saat hendak naruh tas ke kabin pesawat saya ketemu lagi dengan pramugari yg juga memakai gelang tri datu kliatan saat menata tas2 di kabin. Saya sempat berpikir apakah ini pramugari yg dipesawat saat pergi kmaren. Namun ternyata setelah saya perhatikan wajahnya ternyata beda dengan yg kemaren. Saya perhatikan plat nama di dadanya Ni Ketut…….. sempat sempatin tanya pake bahasa bali, tinggal dimana. Trus dia jawab pakai bahasa indonesia, saya tinggal di tangerang. Oooo kata saya. Padahal maksud pertanyaan saya itu, apakah tinggal di batam dan dimana, kan ini pesawat tujuan batam. Ya tidak semua peswat tujuan batam meskipun sudah malem pesawatnya parkir di batam. Bisa aja itu penerbangan terakhir kembali ke jakarta.
The end.