Senin, 11 Maret 2024

Ogoh-ogoh 2024

 Minggu 10 Maret 2024. Hari Pengerupukan dan Tawur Kesanga sehari sebelum hari raya Nyepi tahun saka 1946. Konon ada tiga ogoh-ogoh yang akan diarak. Saya kurang memperhatikan apa saja bentuk ogoh-ogohnya. Sepertinya satu berbentuk manusia perempuan kurus dengan susu bergelayut. Kurang tau juga apa maknanya. Yang kedua berbentuk manusia raksasa yang berkepala hewan yaitu singa. Yang ketiga berbentuk mahluk aneh dengan gigi menyeramkan dan tanduk yang panjang. Dua patung tersebut akan dipralina, dibakar setelah prosesi selesai. Sedangkan satunya akan disimpan dipakai pawai sewaktu waktu dalam acara pemerintahan kota batam.

Sudah banyak dan sering dibahas apa makna dari ogoh-ogoh. Bukan untuk menyembah ogoh-ogoh. Itulah simbol mahalnya usaha membasmi sifat sifat jahat dalam diri manusia.

Pawai hanya diareal parkiran pura agung. Sengaja tidak melaksankan pawai ke jalan raya. Mengingat kondisi kemacetan lalu lintas karena sedang ada proyek flyover. Tidak bisa dipastikan juga apakah panitia telah mengajukan ijin pawai, kemudian disarankan tidak ke jalan raya, ataukah itu hanya kekhawatiran panitia saja. Kalau bisa dibuat simple kenapa harus dibuat rumit dan melelahkan.

Ada satu tenda kecil di pojok halaman parkir dengan sejumlah kursi. Barangkali untuk persiapan jika ada pejabat pemerintah yang hadir. Atau apakah untuk tenda petugas keamanan. 

Disamping sejumlah aparat keamana tni polri, juga masyarakat umum yang kebetulan lewat turut menyaksikan acara tersebut. Juru photo juga banyak terlihat. Tak ketinggalan pedagang mainan anak anak.

Sepertinya juga tidak mengundang pejabat pemerintahan karena tidak ada terlihat hadir.

Dibandingkan tahun sebelumnya memang terasa kurang meriah. Mungkin banyak umat hindu yang sedang liburan keluar batam. 

Pawainya hanya mutar mutar di areal parkiran. Paling depan adalah barisan anak anak paud yang juga mengusung beberapa ogoh ogoh mini. Baleganjur hanya mengiringi dari posisi ditempatnya, tidak bisa ikut keliling.

Rupanya kesepakatan panitia berubah lagi. Tadinya ogoh-ogoh akan dibakar di areal di belakang pura. Sehingga umat yang memarkir kendaraannya harus lebih kebelakang diseputaran gedung sekretariat. Ternyata dilakukan di areal parkiran juga.

Panitia menyediakan makan malam, masakan khas bali. Lauknya cukup namun nasinya kurang. harus nunggu lagi nasinya mateng. 

Setelah selesai makan malam, umat kembali menuju mandala utama untuk melaksanakan persembahyangan menyambut hari raya Nyepi.

Saya menampilkan anak anak pasraman kelas 5 dan 6 yang mengambil eskul seni karawitan untuk megambel sebagai wujud apresiasi kepada mereka yang telah latihan selama 6 bulan terakhir ini. 

Sembahyang bersama dalam rangka Hari Suci pun dimulai.

Selamat hari raya Nyepi dan tahun Baru Saka 1946. Semoga kedamaian menyelimuti hati kita semuanya.



Sabtu, 09 Maret 2024

KUNINGAN MELASTI

 Persembahyangan pagi ini sepertinya tepat waktu. Jadwalnya jam 8 pagi. Saya berangkat dari rumah jam 8, kurang lebih 20 menit lewat dari jam 8. Persembahyangan baru saja akan dimulai. Lantai tempat sembahyang bersama, yang disebut mandala utama, kondisi ya agak basah. Malam sebelumnya turun hujan. 

Saya saran di grup pengurus Pura agar umat yang datang bersembahyang melepas alas kaki di gerbang pertama. Jangan membawa alas kaki ke halaman tengah. Rupanya usul saya itu tidak mendapat perhatian. Sebagian besar melepas alas kakinya di halaman tengah. 

Entah mengapa akhir akhir ini monyet monyet tidak seperti biasanya berdatangan saat sedang sembahyang. Monyet monyet Pada mengganggu mencuri persembahan. Buah maupun kue diambilnya dan dibawa ke hutan.

Selesai sembahyang seperti biasa pada photo sana sini, 

Disore harinya dilaksanakan upacara melasti. Di taman sari pura agung. Kali ini tidak melasti ke danau. Mengingat kemacetan lalu lintas tidak bisa dihindari. Saya tiba di pura sekitar jam 15.30. Itu saja kemacetan sudah mulai terasa di depan southlink. Bahkan saya harus menyusuri jalan tanah bebatuan disisi kiri jalan, yang berdebu dan panas. Mobil saya kebetulan ACnya bermasalah.

Setiba di Pura langsung mempersiapkan peralatan gamelan dibawa naik ke mandala utama. Tak ada kawan. Kalau seperti ini rasanya peralatan gamelan milik saya sendiri. Hanya beberapa orang yang peduli. Yang lainnya terkesan cuek apalagi panitia. Mikul beratnya gamelan tak seberat mikul tanggung jawab megambel.

Koordinasi adalah sahabat setia kita dalam suatu organisasi. Jika tidak dilakukan maka akan menjadi musuh kita. Perlu satu orang yang mengkoordinir acara atau disebut koordinator.

Prosesi melasti dimulai. Mendak tirta ke halaman parkir depan kak dadut. Air suci diambil dari danau secara perwakilan umat bersama Jro Mangku.

Kurang koordinasi antara seksi acara dengan sekeha gong. Ada yang memberi tahu agar gongnya ikut mengiringi acara mendak. Ada yang bilang yang ikut boleh perwakilan saja. Ada yang bilang ndak perlu, sudah mau balik. 

Terakhir adalah acara sembahyang bersama, setelah break makan malam. Jadi ada dua kali sembahyang bersama. Yang pertama sembahyang bersama melasti yang biasanya dilaksanakan di danau. Yang kedua sembahyang bersama Kuningan. 



Minggu, 03 Maret 2024

BOLEH MUDAH

 


Notulen Rapat bersama Ketua lembaga kota batam di hotel Biz sbb :

1.Pelaksanaan hari raya Kuningan dilaksanakan pagi hari pukul 08:00 wib dimasing-masing pura dikota Batam.(Pura Satya Dharma dan pura Adistanaya)

2.Pelaksanaan persembhyangan hari raya Kuningan dipura AAB dilaksanakan malam hari pukul 19:00 wib.

3.Untuk Pelaksanaan melasti hari raya nyepi dilaksanakan dipura (Taman Sari)yang akan diawali dengan nunas Tirta ke danau   pukul 15.00 wib  oleh Jro mangku dan beberapa perwakilan umat dengan memakai transportasi (sarana upakara peras pejati dan segehan pancawarna),jam 17 .00 wib  proses Melasti di taman sari  dengan mempertimbangkan beberapa Faktor yang sudah dirapatkan.

4.Untuk Komsumsi melasti tidak ada.

Notulen ini saya copast dari salah satu grup umat hindu di batam. Untuk kepentingan bersama dan menjaga aktifitas keumatan berjalan lancar, tentu saja tidak ada yang komplin. Mungkin semua setuju, laksanakan dan ikuti. Coba perhatikan di photo yang juga dishare. Peserta rapat tersebut bukanlah rapat Lembaga. Lebih tepatnya rapat antar kelian/ perwakilan banjar, jro mangku, pengurus pura, ketua serati banten.

Khusus poin 3, pertimbangannya konon karena kondisi jalan raya yang sedang ada pelebaran. Tentu akan mengganggu lalu lintas. Kemacetan tidak bisa dihindari terutama di sore hari. Di hari biasa. Apalagi jika ada iring iringan umat hindu melasti ke danau yang aksesnya harus melewati jalan raya. Konon ini sudah pernah dibahas. Semoga saja berjalan lancar. Kalau boleh begitu, dan tidak mengurangi makna melasti, mengapa harus susah susah ke danau. Kan hemat tenaga, hemat biaya dan hemat waktu.

Mungkin begitu.


Sabtu, 02 Maret 2024

SUSAH PARKIR



 Saya buka google map. Searching hotel biz batam. Ada beberapa pilihan keluar. Saya pilih salah satu yang saya anggap relevan. Saya klik direction dan start. Nongol dua route menuju hotel biz nagoya. Alamatnya komplek Nagoya Newtown Blok T No 15, jalan Nagoya city walk, Lubuk baja. Lewat Tiban dan lewat Muka Kuning. Jarak tempuh hampir sama 19 km. Beda satu menit jika lewat Tiban. Selama 37 menit. Saya pilih lewat Mukakuning. 36 menit. Saya tidak tahu persis lokasi hotel tersebut. Hanya mengandalkan google map.

Ada satu ruas jalan berwarna merah, artinya traffik sedang ada gangguan atau kendaraan padat merayap. Posisinya disimpang baloi indomobil, setelah melewati fly over laluan madani. Mengapa kendaraan menumpuk disana. Padahal tidak ada kecelakaan. Jalan sudah sangat lebar. Apa lampu merah yang kurang  pas pengaturannya. Untung saja kepadatan lalu lintas tidak mengharuskan berhenti. Padat merayap.

Lewat dari kepadatan lalu lintas, melewati BCS Mall, saya perhatikan terus map yang ada di layar hp. Muncul lagi ruas jalan tanda coklat. Artinya agak macet. Pas di lampu merah. Tanda menunjukkan ke kanan ke arah Grand Mall. Saya melaju terus dan sampailah pada persimpangan menuju Citytown.

Sepertinya sudah terbiasa dengan arah jalan menuju citytown tersebut.

Sampailah pada posisi tujuan. Mau masuk ke halaman hotel kelihatannya parkir penuh. Tidak disediakan tempat parkir yang memadai. Saya masuk ke jalan sempit samping hotel. Penuh juga kendaraan parkir. Tidak ada yang lowong. Dari arah berlawanan ternyata ada kawan yang juga sedang cari cari tempat parkir.

Kelihatannya tadi di seberang depan hotel masih ada tempat parkir, di trotoar. Saya putar kendaraan. Untung masih ada tempat parkir.

Langsung menuju lift naik ke lantai 10. Bersamaan dengan beberapa teman yang sama sama mengandalkan google map. Acara sebentar lagi akan dimulai. Hanya beberapa kursi yang masih kosong. Herannya saya kok ndak menduga acara pembukaan UDG Provinsi ini ternyata meriah. Semua peserta lomba hadir dengan atribut lomba masing masing. Ya sudahlah, pikir saya. Hingga rangkaian acara demi acara berlalu. Menurut panitia dalam sambutan laporannya, acara ini sangat mendadak karena didesak oleh Kakanwil kemenag provinsi kepri. Rencana awalnya dilaksanakan pada bulan April.



Sampai dirumahpun saya masih bertanya tanya dalam hati. Mencoba menghibur diri untuk melupakan saja yang sudah lewat. Meski sampai saya menulis naskah ini saya masih bertanya tanya, kok saya ndak tahu ya ada acara seperti ini. Memang informasinya lewat apa. Apa ada grup sendiri dan memang saya tidak diikutkan. Entahlah.

Tidak seperti biasanya, kalau ada acara seperti ini, istripun biasanya ikut paling sibuk. Termasuk bagian ngerias peserta lomba. Apalagi istri banyak berkontribusi dalam melatih peserta lomba. Lha giliran gini kok malah dilupakan. Untung istri mengerti. Atau tidak mengerti sama sekali.