Notulen Rapat bersama Ketua lembaga kota batam di hotel Biz sbb :
1.Pelaksanaan hari raya Kuningan dilaksanakan pagi hari pukul 08:00 wib dimasing-masing pura dikota Batam.(Pura Satya Dharma dan pura Adistanaya)
2.Pelaksanaan persembhyangan hari raya Kuningan dipura AAB dilaksanakan malam hari pukul 19:00 wib.
3.Untuk Pelaksanaan melasti hari raya nyepi dilaksanakan dipura (Taman Sari)yang akan diawali dengan nunas Tirta ke danau pukul 15.00 wib oleh Jro mangku dan beberapa perwakilan umat dengan memakai transportasi (sarana upakara peras pejati dan segehan pancawarna),jam 17 .00 wib proses Melasti di taman sari dengan mempertimbangkan beberapa Faktor yang sudah dirapatkan.
4.Untuk Komsumsi melasti tidak ada.
Notulen ini saya copast dari salah satu grup umat hindu di batam. Untuk kepentingan bersama dan menjaga aktifitas keumatan berjalan lancar, tentu saja tidak ada yang komplin. Mungkin semua setuju, laksanakan dan ikuti. Coba perhatikan di photo yang juga dishare. Peserta rapat tersebut bukanlah rapat Lembaga. Lebih tepatnya rapat antar kelian/ perwakilan banjar, jro mangku, pengurus pura, ketua serati banten.
Khusus poin 3, pertimbangannya konon karena kondisi jalan raya yang sedang ada pelebaran. Tentu akan mengganggu lalu lintas. Kemacetan tidak bisa dihindari terutama di sore hari. Di hari biasa. Apalagi jika ada iring iringan umat hindu melasti ke danau yang aksesnya harus melewati jalan raya. Konon ini sudah pernah dibahas. Semoga saja berjalan lancar. Kalau boleh begitu, dan tidak mengurangi makna melasti, mengapa harus susah susah ke danau. Kan hemat tenaga, hemat biaya dan hemat waktu.
Mungkin begitu.
