Saya buka google map. Searching hotel biz batam. Ada beberapa pilihan keluar. Saya pilih salah satu yang saya anggap relevan. Saya klik direction dan start. Nongol dua route menuju hotel biz nagoya. Alamatnya komplek Nagoya Newtown Blok T No 15, jalan Nagoya city walk, Lubuk baja. Lewat Tiban dan lewat Muka Kuning. Jarak tempuh hampir sama 19 km. Beda satu menit jika lewat Tiban. Selama 37 menit. Saya pilih lewat Mukakuning. 36 menit. Saya tidak tahu persis lokasi hotel tersebut. Hanya mengandalkan google map.
Ada satu ruas jalan berwarna merah, artinya traffik sedang ada gangguan atau kendaraan padat merayap. Posisinya disimpang baloi indomobil, setelah melewati fly over laluan madani. Mengapa kendaraan menumpuk disana. Padahal tidak ada kecelakaan. Jalan sudah sangat lebar. Apa lampu merah yang kurang pas pengaturannya. Untung saja kepadatan lalu lintas tidak mengharuskan berhenti. Padat merayap.
Lewat dari kepadatan lalu lintas, melewati BCS Mall, saya perhatikan terus map yang ada di layar hp. Muncul lagi ruas jalan tanda coklat. Artinya agak macet. Pas di lampu merah. Tanda menunjukkan ke kanan ke arah Grand Mall. Saya melaju terus dan sampailah pada persimpangan menuju Citytown.
Sepertinya sudah terbiasa dengan arah jalan menuju citytown tersebut.
Sampailah pada posisi tujuan. Mau masuk ke halaman hotel kelihatannya parkir penuh. Tidak disediakan tempat parkir yang memadai. Saya masuk ke jalan sempit samping hotel. Penuh juga kendaraan parkir. Tidak ada yang lowong. Dari arah berlawanan ternyata ada kawan yang juga sedang cari cari tempat parkir.
Kelihatannya tadi di seberang depan hotel masih ada tempat parkir, di trotoar. Saya putar kendaraan. Untung masih ada tempat parkir.
Langsung menuju lift naik ke lantai 10. Bersamaan dengan beberapa teman yang sama sama mengandalkan google map. Acara sebentar lagi akan dimulai. Hanya beberapa kursi yang masih kosong. Herannya saya kok ndak menduga acara pembukaan UDG Provinsi ini ternyata meriah. Semua peserta lomba hadir dengan atribut lomba masing masing. Ya sudahlah, pikir saya. Hingga rangkaian acara demi acara berlalu. Menurut panitia dalam sambutan laporannya, acara ini sangat mendadak karena didesak oleh Kakanwil kemenag provinsi kepri. Rencana awalnya dilaksanakan pada bulan April.
Sampai dirumahpun saya masih bertanya tanya dalam hati. Mencoba menghibur diri untuk melupakan saja yang sudah lewat. Meski sampai saya menulis naskah ini saya masih bertanya tanya, kok saya ndak tahu ya ada acara seperti ini. Memang informasinya lewat apa. Apa ada grup sendiri dan memang saya tidak diikutkan. Entahlah.
Tidak seperti biasanya, kalau ada acara seperti ini, istripun biasanya ikut paling sibuk. Termasuk bagian ngerias peserta lomba. Apalagi istri banyak berkontribusi dalam melatih peserta lomba. Lha giliran gini kok malah dilupakan. Untung istri mengerti. Atau tidak mengerti sama sekali.

