Senin, 11 Maret 2024

Ogoh-ogoh 2024

 Minggu 10 Maret 2024. Hari Pengerupukan dan Tawur Kesanga sehari sebelum hari raya Nyepi tahun saka 1946. Konon ada tiga ogoh-ogoh yang akan diarak. Saya kurang memperhatikan apa saja bentuk ogoh-ogohnya. Sepertinya satu berbentuk manusia perempuan kurus dengan susu bergelayut. Kurang tau juga apa maknanya. Yang kedua berbentuk manusia raksasa yang berkepala hewan yaitu singa. Yang ketiga berbentuk mahluk aneh dengan gigi menyeramkan dan tanduk yang panjang. Dua patung tersebut akan dipralina, dibakar setelah prosesi selesai. Sedangkan satunya akan disimpan dipakai pawai sewaktu waktu dalam acara pemerintahan kota batam.

Sudah banyak dan sering dibahas apa makna dari ogoh-ogoh. Bukan untuk menyembah ogoh-ogoh. Itulah simbol mahalnya usaha membasmi sifat sifat jahat dalam diri manusia.

Pawai hanya diareal parkiran pura agung. Sengaja tidak melaksankan pawai ke jalan raya. Mengingat kondisi kemacetan lalu lintas karena sedang ada proyek flyover. Tidak bisa dipastikan juga apakah panitia telah mengajukan ijin pawai, kemudian disarankan tidak ke jalan raya, ataukah itu hanya kekhawatiran panitia saja. Kalau bisa dibuat simple kenapa harus dibuat rumit dan melelahkan.

Ada satu tenda kecil di pojok halaman parkir dengan sejumlah kursi. Barangkali untuk persiapan jika ada pejabat pemerintah yang hadir. Atau apakah untuk tenda petugas keamanan. 

Disamping sejumlah aparat keamana tni polri, juga masyarakat umum yang kebetulan lewat turut menyaksikan acara tersebut. Juru photo juga banyak terlihat. Tak ketinggalan pedagang mainan anak anak.

Sepertinya juga tidak mengundang pejabat pemerintahan karena tidak ada terlihat hadir.

Dibandingkan tahun sebelumnya memang terasa kurang meriah. Mungkin banyak umat hindu yang sedang liburan keluar batam. 

Pawainya hanya mutar mutar di areal parkiran. Paling depan adalah barisan anak anak paud yang juga mengusung beberapa ogoh ogoh mini. Baleganjur hanya mengiringi dari posisi ditempatnya, tidak bisa ikut keliling.

Rupanya kesepakatan panitia berubah lagi. Tadinya ogoh-ogoh akan dibakar di areal di belakang pura. Sehingga umat yang memarkir kendaraannya harus lebih kebelakang diseputaran gedung sekretariat. Ternyata dilakukan di areal parkiran juga.

Panitia menyediakan makan malam, masakan khas bali. Lauknya cukup namun nasinya kurang. harus nunggu lagi nasinya mateng. 

Setelah selesai makan malam, umat kembali menuju mandala utama untuk melaksanakan persembahyangan menyambut hari raya Nyepi.

Saya menampilkan anak anak pasraman kelas 5 dan 6 yang mengambil eskul seni karawitan untuk megambel sebagai wujud apresiasi kepada mereka yang telah latihan selama 6 bulan terakhir ini. 

Sembahyang bersama dalam rangka Hari Suci pun dimulai.

Selamat hari raya Nyepi dan tahun Baru Saka 1946. Semoga kedamaian menyelimuti hati kita semuanya.



Sabtu, 09 Maret 2024

KUNINGAN MELASTI

 Persembahyangan pagi ini sepertinya tepat waktu. Jadwalnya jam 8 pagi. Saya berangkat dari rumah jam 8, kurang lebih 20 menit lewat dari jam 8. Persembahyangan baru saja akan dimulai. Lantai tempat sembahyang bersama, yang disebut mandala utama, kondisi ya agak basah. Malam sebelumnya turun hujan. 

Saya saran di grup pengurus Pura agar umat yang datang bersembahyang melepas alas kaki di gerbang pertama. Jangan membawa alas kaki ke halaman tengah. Rupanya usul saya itu tidak mendapat perhatian. Sebagian besar melepas alas kakinya di halaman tengah. 

Entah mengapa akhir akhir ini monyet monyet tidak seperti biasanya berdatangan saat sedang sembahyang. Monyet monyet Pada mengganggu mencuri persembahan. Buah maupun kue diambilnya dan dibawa ke hutan.

Selesai sembahyang seperti biasa pada photo sana sini, 

Disore harinya dilaksanakan upacara melasti. Di taman sari pura agung. Kali ini tidak melasti ke danau. Mengingat kemacetan lalu lintas tidak bisa dihindari. Saya tiba di pura sekitar jam 15.30. Itu saja kemacetan sudah mulai terasa di depan southlink. Bahkan saya harus menyusuri jalan tanah bebatuan disisi kiri jalan, yang berdebu dan panas. Mobil saya kebetulan ACnya bermasalah.

Setiba di Pura langsung mempersiapkan peralatan gamelan dibawa naik ke mandala utama. Tak ada kawan. Kalau seperti ini rasanya peralatan gamelan milik saya sendiri. Hanya beberapa orang yang peduli. Yang lainnya terkesan cuek apalagi panitia. Mikul beratnya gamelan tak seberat mikul tanggung jawab megambel.

Koordinasi adalah sahabat setia kita dalam suatu organisasi. Jika tidak dilakukan maka akan menjadi musuh kita. Perlu satu orang yang mengkoordinir acara atau disebut koordinator.

Prosesi melasti dimulai. Mendak tirta ke halaman parkir depan kak dadut. Air suci diambil dari danau secara perwakilan umat bersama Jro Mangku.

Kurang koordinasi antara seksi acara dengan sekeha gong. Ada yang memberi tahu agar gongnya ikut mengiringi acara mendak. Ada yang bilang yang ikut boleh perwakilan saja. Ada yang bilang ndak perlu, sudah mau balik. 

Terakhir adalah acara sembahyang bersama, setelah break makan malam. Jadi ada dua kali sembahyang bersama. Yang pertama sembahyang bersama melasti yang biasanya dilaksanakan di danau. Yang kedua sembahyang bersama Kuningan. 



Minggu, 03 Maret 2024

BOLEH MUDAH

 


Notulen Rapat bersama Ketua lembaga kota batam di hotel Biz sbb :

1.Pelaksanaan hari raya Kuningan dilaksanakan pagi hari pukul 08:00 wib dimasing-masing pura dikota Batam.(Pura Satya Dharma dan pura Adistanaya)

2.Pelaksanaan persembhyangan hari raya Kuningan dipura AAB dilaksanakan malam hari pukul 19:00 wib.

3.Untuk Pelaksanaan melasti hari raya nyepi dilaksanakan dipura (Taman Sari)yang akan diawali dengan nunas Tirta ke danau   pukul 15.00 wib  oleh Jro mangku dan beberapa perwakilan umat dengan memakai transportasi (sarana upakara peras pejati dan segehan pancawarna),jam 17 .00 wib  proses Melasti di taman sari  dengan mempertimbangkan beberapa Faktor yang sudah dirapatkan.

4.Untuk Komsumsi melasti tidak ada.

Notulen ini saya copast dari salah satu grup umat hindu di batam. Untuk kepentingan bersama dan menjaga aktifitas keumatan berjalan lancar, tentu saja tidak ada yang komplin. Mungkin semua setuju, laksanakan dan ikuti. Coba perhatikan di photo yang juga dishare. Peserta rapat tersebut bukanlah rapat Lembaga. Lebih tepatnya rapat antar kelian/ perwakilan banjar, jro mangku, pengurus pura, ketua serati banten.

Khusus poin 3, pertimbangannya konon karena kondisi jalan raya yang sedang ada pelebaran. Tentu akan mengganggu lalu lintas. Kemacetan tidak bisa dihindari terutama di sore hari. Di hari biasa. Apalagi jika ada iring iringan umat hindu melasti ke danau yang aksesnya harus melewati jalan raya. Konon ini sudah pernah dibahas. Semoga saja berjalan lancar. Kalau boleh begitu, dan tidak mengurangi makna melasti, mengapa harus susah susah ke danau. Kan hemat tenaga, hemat biaya dan hemat waktu.

Mungkin begitu.


Sabtu, 02 Maret 2024

SUSAH PARKIR



 Saya buka google map. Searching hotel biz batam. Ada beberapa pilihan keluar. Saya pilih salah satu yang saya anggap relevan. Saya klik direction dan start. Nongol dua route menuju hotel biz nagoya. Alamatnya komplek Nagoya Newtown Blok T No 15, jalan Nagoya city walk, Lubuk baja. Lewat Tiban dan lewat Muka Kuning. Jarak tempuh hampir sama 19 km. Beda satu menit jika lewat Tiban. Selama 37 menit. Saya pilih lewat Mukakuning. 36 menit. Saya tidak tahu persis lokasi hotel tersebut. Hanya mengandalkan google map.

Ada satu ruas jalan berwarna merah, artinya traffik sedang ada gangguan atau kendaraan padat merayap. Posisinya disimpang baloi indomobil, setelah melewati fly over laluan madani. Mengapa kendaraan menumpuk disana. Padahal tidak ada kecelakaan. Jalan sudah sangat lebar. Apa lampu merah yang kurang  pas pengaturannya. Untung saja kepadatan lalu lintas tidak mengharuskan berhenti. Padat merayap.

Lewat dari kepadatan lalu lintas, melewati BCS Mall, saya perhatikan terus map yang ada di layar hp. Muncul lagi ruas jalan tanda coklat. Artinya agak macet. Pas di lampu merah. Tanda menunjukkan ke kanan ke arah Grand Mall. Saya melaju terus dan sampailah pada persimpangan menuju Citytown.

Sepertinya sudah terbiasa dengan arah jalan menuju citytown tersebut.

Sampailah pada posisi tujuan. Mau masuk ke halaman hotel kelihatannya parkir penuh. Tidak disediakan tempat parkir yang memadai. Saya masuk ke jalan sempit samping hotel. Penuh juga kendaraan parkir. Tidak ada yang lowong. Dari arah berlawanan ternyata ada kawan yang juga sedang cari cari tempat parkir.

Kelihatannya tadi di seberang depan hotel masih ada tempat parkir, di trotoar. Saya putar kendaraan. Untung masih ada tempat parkir.

Langsung menuju lift naik ke lantai 10. Bersamaan dengan beberapa teman yang sama sama mengandalkan google map. Acara sebentar lagi akan dimulai. Hanya beberapa kursi yang masih kosong. Herannya saya kok ndak menduga acara pembukaan UDG Provinsi ini ternyata meriah. Semua peserta lomba hadir dengan atribut lomba masing masing. Ya sudahlah, pikir saya. Hingga rangkaian acara demi acara berlalu. Menurut panitia dalam sambutan laporannya, acara ini sangat mendadak karena didesak oleh Kakanwil kemenag provinsi kepri. Rencana awalnya dilaksanakan pada bulan April.



Sampai dirumahpun saya masih bertanya tanya dalam hati. Mencoba menghibur diri untuk melupakan saja yang sudah lewat. Meski sampai saya menulis naskah ini saya masih bertanya tanya, kok saya ndak tahu ya ada acara seperti ini. Memang informasinya lewat apa. Apa ada grup sendiri dan memang saya tidak diikutkan. Entahlah.

Tidak seperti biasanya, kalau ada acara seperti ini, istripun biasanya ikut paling sibuk. Termasuk bagian ngerias peserta lomba. Apalagi istri banyak berkontribusi dalam melatih peserta lomba. Lha giliran gini kok malah dilupakan. Untung istri mengerti. Atau tidak mengerti sama sekali.


Selasa, 27 Februari 2024

SALAH SET

 




Menghadiri undangan kawan dari Singapore yang bekerja sebagai pengurus Yayasan disebuah Panti Asuhan di Singapore. MTFA - Muslimin Trust Fund association. Berjumlah 50 orang. Mengadakan acara retreat selama 3 hari dua malam di hotel seputaran Nagoya Batam. Sebagian dari mereka adalah volunteer, pekerja suka rela. Mereka tiba di Batam hari Minggu 25 February 2024 dan berkeliling ke beberapa tempat wisata. 

Kemudian hari kedua mereka mengadakan acara semacam team building game di hotel. 

Pada hari ketiga mereka mengunjungi Yayasan Yatim Piatu di daerah kavling kamboja, kelurahan sei pelunggut, kecamatan sagulung batam, biasa orang menyebutnya daerah kavling dapur 12. Saat acara mereka disinilah saya hadir. Yatim Piatu dan Pesantren Royatul Quran. Anda bisa googling cari websitenya. Yayasan ini untuk saat ini memiliki siswa dari TK, SD, SMP dan SMA. Semuanya berjumlah kurang lebih 70 siswa.

Pesantren ini dipimpin oleh Uztads Ardianzah. Masih muda. Tapi nampaknya nama belakang beliau sudah bertambah. Saya kenal beliau sejak lama. Karena beberapa kali membagikan bingkisan bersama teman teman Singpore ke sana. Bahkan tiap 3 bulan saya harus membelikan 10 karung beras untuk Pesantren ini. Tentu duitnya dari kelompok para donatur di Singapura. 

Anda tahu, yayasan ini memiliki tanah kurang dari satu hektar. Memiliki gedung 3 lantai yang di cat warna hijau. Grup saya dari singapore yang rutin nyumbang beras itu juga pernah nyumbang besi cor untuk membangun gedung trsebut.  

Tumben tumbennya hujan turun dipagi hari. Rencana bikin game untuk anak anak pesantren terpaksa dibatalkan. Hanya beberapa game yang bisa dilaksanakan di aula. 

Yang paling menggembirakan bagi anak anak yaitu masing masing dapat amplop dari staff MTFA. Isinya berapa hanya yang memberi dan yang meneriman yang tahu. Pimpinan MTFA juga menyerahkan sejumlah sumbangan uang kepada ketua pesantren.

Ya begitulah. Ndak usah seperti yang disana, berpikir seribu kali kalau dikasi sesuatu oleh orang lain. Gengsi terlalu tinggi. Takut keyakinan ternoda dan tradisi hilang. Katanya.

Saya hanya kebagian terima kasih. Padahal rencana jadi photografer. Memang salah set. Kurang jeli melihat peluang.






Minggu, 11 Februari 2024

KOORDINASI KAK DADUT

 




Terkesan urgent dan mendesak. Undangan rapat koordinasi lembaga dan umat hindu di Batam. Lihat undangan terlampir dan daftar undangannya. Membangun generasi Hindu di kota Batam. Itu perihal undangannya. Membangun generasi yang bagaimana. Bukankah generasi hindu di Batam sudah mulai sejak sebelum tahun 2000an.

Perhatikan list undangan dari Parisada Kota Batam tersebut. Paling tidak ada lima pejabat yang beragama Hindu, yang namnya masih asing, mungkin masih baru menjabat di batam atau kepri. Ada kakanwil kementerian hukum dan ham kepri, ada dirkrimsus polda kepri, ada Kajari Batam, ada Bakamla Batam, ada Danyonif raider khusus 136TS.

Namun sayang yang hadir hanya satu pejabat yang dianggap tokoh, yaitu Kajari Batam. Konon pejabat yang diundang lainnya sedang ada kegiatan yang penting. 

Ini rapat maraton yang sepi peminat juga. Bagaimana tidak, acaranya berbarengan dengan kegiatan belajar di pasraman. Jika semua guru ikut rapat, anak anak bakalan tidak ada yang mantau. Itupun harus dipanggilin semua ibu ibu atau bapak bapak yang berada diseputaran Pura untuk menghadiri acara rapat itu. Padahal sudah disediakan satu ekor babi guling agar umat tertarik ikut rapat. Undangannya pukul 08.30, namun saat saya datang sekitar jam 10.00, peserta masih sepi.

Ini sebenarnya bukan rapat. Lebih kepada tanya jawab antar umat dan pandangan dari sisi legal oleh narasumber. Lebih fokus ke adanya bangunan India dikawasan Pura Agung. Secara legal, semestinya bangunan India tersebut tidak boleh ada.

Belum tahu kelanjutannya, karena konon masih akan ada rapat terbatas bebrapa tokoh di malam harinya.

Kita tunggu saja.

Sabtu, 10 Februari 2024

SANTHI PUJA

 Pemilu damai untuk Indonesia Jaya



Bertempat di pelataran Mandala Utama Pura Agung Amerta Bhuana Batam bertepatan dengan persembahyangan bersama Tilem sasih kewulu hari Jumat 9 Februari 2024 umat Hindu Batam mengadakan Santih Puja yang ditujukan agar semua proses pemilu berjalan dengan damai. Doa bersama ini atas him auan dari PHDI pusat sebagai komitmen seluruh umat Hindu di Indonesia mendukung terselenggaranya pemilu yang damai.

Doa brsama Santih Puja ini dipimpin oleh Jro Mangku Putu Satriayasa. Beliau melantunkan doa secara bersama sama dengan umat. Ini dilaksanakan setelah acara nunas tirta selesai.

Sebelum sembahyang bersama, memang diagendakan beberapa acara pendahuluan. Mecaru ayam brumbun kemudian memrayascita pelinggih padmasana, bale papelik, taman sari dan Penglurah. dan dilanjutkan dengan murwadaksina mengelilingi padma sebanyak satu kali. Kemudian Ngulapin Pangentos Padma dan Ngelinggihang Daksina Linggih di Padmasana.

Kemudian bekas pengentos Padma yaitu pengganti sementara Padmasana selama dilaksanakan renovasi di pralina, dimusnahkan.

Pada sesi pengumuman, ketua Parisada Kepri menyampaikan beberapa hal penting berkaitan dengan kegiatan keagamaan di tahun 2024, diantaranya Hari Raya Galungan, Kuningan, diikuti dengan hari Raya Nyepi, dimana umat muslim akan mulai bulan puasa. Ini hendaknya dipikirkan lagi mengenai pelaksanaan upacara tawur kesanga, apakah tet dilaksanakan di seputar pura agung ataukan bisa di tempat lain, misal di pelataran Engku putri.

Pada purnama kelima di bulan Nopember, umat Hindu akan melaksanakan upacara Ngenteg Linggih. Ini upacara yang kedua kalinya dilaksanakan setelah mengadakan renovasi khususnya padmasana secara keselurhan yang dimulainya dengan kejadian robohnya Naga di Padma.

Kemudian ketua PHDI batam yang selalu didampingi oleh ketua BOP Pura Agung menyampaikan bebrapa informasi berkaitan dengan progress yang telah dilaksanakan, pembangunan dan legalitas Pura.

Igstng


Minggu, 21 Januari 2024

Banjar Bubar

 


Lebih pada ngobrol ngalor ngidul. Tidak ada agenda rapat yang penting. Sekilas hanya informasi yang sudah dishare sebelumnya berkaitan dengan iuran bulanan BOP dan iuran upacara Ngenteg Linggih di bulan Nopember 2024.

Ini saat acara pertemuan bulanan banjar Batu Aji timur, minggu 21 Januari 2024 di perumahan taman lestari Blok C3 no 17 yaitu rumah Ibu Lilik. Disuguhi bakso ayam yang sangat enak. Inilah yang saya suka jika ada pertemuan warga banjar, disuguhi makan malam.

Dalam obrolan disitu terkontar informasi bahwa ada satu Banjar diantara enam banjar warga Hindu di Batam katanya lebih baik dibubarkan. Warganya susah disatukan lagi. Tidak mau ada pertemuan banjar. Saya tidak tahu apakah ini hanya candaan atau serius. Bisa jadi serius.

Saya tahu baik beberapa warga banjar Nongsa tersebut. Beberapa kali saya bahkan diundang dalam acara pertemuan banjar. Sering ngobrol dengan mereka. Mereka waktu itu sangat kompak. Bahkan acara pertemuan banjar adalah acara yang ditunggu tunggu. Jika ada acara pertemuan banjar mereka pada datang cepat cepat.

Paling Tidak setahun terakhir ini keadaan berubah. Saya dengar sendiri pengakuan salah satu warganya bahwa sekarang katanya malas datang jika ada pertemuan banjar. Seharusnya dengan adanya pertemuan banjar tersebut warganya menjadi tambah solid tambah akrab satu dengan yang lain.

Tidak hanya Nongsa, banjar Batu Aji Barat juga mengalami hal yang sama. Cuman belum sampai ke arah bubar. Anggota banjarnya juga banyak, kurang lebih sama dengan jumlah KK Batu Aji Timur. Konon situasinya mulai tidak kondusif. Ketua Banjar sampai  menerapkan denda jika tidak hadir dalam pertemuan banjar. Ini artinya pertemuan banjar sudah tidak nyaman lagi.

Fenomena malas menghadiri pertemuan banjar juga saya rasakan. Kalau keadaan tidak berubah kemungkinan umat juga malas datang. Termasuk saya. Untuk apa datang  jika akhirnya hanya menimbulkan rasa amarah yang berkepanjangan. Begitulah jika berbuat tanpa didasari rasa tulus iklas. Mengedepankan sifat egois. Akibatnya membahas permasalahan tidak ada ujungnya. Mutar mutar. 

Kejadian ini efek dari pembahasan Sri Lalita yang dibahas kesana kemari. Tidak pernah menuju titik penyelesaian masalah. Lha wong masalah sri lalita itu hanya sebagai amunisi yang kebetulan muncul saat ingin mendiskreditkan seseorang. Ada indikasi sekelompok orang yang mencoba memecah belah umat. Oknum yang memancing di air keruh dengan memprovokasi  sekelompok umat agar senantiasa bergesekan. Namun kini setelah dua tahun oknum tersebut tidak pernah nongol lagi. Tujuannya ternyata tidak diikuti oleh kelompoknya. Begitulah kalau iri dengki menghinggapi pikiran kita.


Minggu, 14 Januari 2024

SALAH DUDUK

 

Mungkin anda pernah mengalami kondisi seperti saya ini. Saya diundang temannya teman saya di acara akikah anaknya. Kata teman saya ya acaranya paling makan malam terus ngobrol dan pulang. Dalam pikiran saya betapa nikmatnya nanti makan gule kambing. Apalagi dua ekor kambing, konon karena anak yang diakikah laki laki, jadi motong dua ekor kambing. Dah kebayang bayang enaknya gule kambing kesukaan saya. Mudah mudahan ambil makannya sendiri tanpa diambilkan oleh penjaganya. Agar bisa ambil sepuasnya.
Saya lupa sama sekali ndak kebayang dimana rumah teman yang ngundang itu. Padahal dulu pernah kesana sekali. Siang hari. Ini saya kesana malam hari. Akhirnya teman saya minta di shareloc. Dan ketemulah kami rumahnya.
Ndilalah sampai dirumahnya ternyata pasang tenda dan undangan pada pakai peci pengajian. Ibu ibunya semua pada pakai kerudung. Hanya beberapa orang undangan yang tidak memakai songkok. Sayapun menuju deretan kursi yang masih kosong. Yang kosong hanya deretan paling depan. Di tenda. Ibu ibu atau wanita masuk ke dalam rumah. Para tokoh agama duduk melingkar di teras. Sebelum duduk saya menyelami orang orang deket saya duduk, beberapa kebetulan saya kenal. Saya duduk pura pura sibuk ngecek hp. Tamu undangan yang baru datang yang kebetulan lewat di depan saya menyalami saya.
Acara dimulai sekitar jam 20.30. pembawa acara membuka acara. Kemudian dilanjutkan dengan membaca atau mengucapkan doa=doa yang dipimpin oleh imam masjid atau pak uztads disekitar sana. Yang mimpin doa tersebut mengatakan ada tiga buku yang akan dibaca. Bakalan sampai malam. Ternyata ini hanya gurauan.
Doa bagian pertama adalah doa arwah. Doa yang dipanjatkan untuk arwah orang tua tuan rumah/ yang punya hajat. Kemudian dilanjutkan dengan doa akikah untuk anak kawan saya tersebut. Biasanya akikah ini untuk anak yang baru lahir at entah beberapa bulan setelah lahir. Namun ini anaknya sudah berumur 21 tahun. Kemudian bagian ketiga adalah doa syukuran istri teman saya karena sudah diangkat menjadi pegawai tetap di pemko batam. Saya hanya mendengarkan doa doa yang diucapkan dan ditirukan oleh para tamu. Tanpa tahu arti dan maksudnya.
Saat semua undangan berdiri, entah saat bagian acara apa, satu orang petugas berkeliling membawa spray parfum botol. Saya perhatikan orang orang. Ternyata disemprotkan ke punggung salah satu tangan. Sepertinya tangan kanan. Ketika petugas itu sampai di depan saya, sayapun menyodorkan punggung tangan saya. Crot, disemprot sekali. Baunya menyengat, menurut saya.
Acara selanjutnya adalah tauziah. Dibawakan oleh pemuka agama disekiar perumahan. Mungkin sama dengan ceramah agama, kalau di saya. Bakalan panjang ini. Pikir saya. Untung saja ceramahnya hanya sebentar. Sekitar 10 menit. 
Untung acara segera berakhir dan giliran acara makan malam. Begitu pembawa acara mempersilakan makan yang dimulai dari pak uztads dan diikuti oleh undangan yang lain, saya juga berdiri dan ambil air minum. Saya menuju tempat agak gelap. Saya cuci punggung tangan saya dengan air. Lumayan baunya sedikit berkurang.
Jadi kalau inget dan membayangkan bagaimana kikuknya jika salah mengambil posisi duduk. Sangat tidak nyaman.