Minggu, 11 Februari 2024

KOORDINASI KAK DADUT

 




Terkesan urgent dan mendesak. Undangan rapat koordinasi lembaga dan umat hindu di Batam. Lihat undangan terlampir dan daftar undangannya. Membangun generasi Hindu di kota Batam. Itu perihal undangannya. Membangun generasi yang bagaimana. Bukankah generasi hindu di Batam sudah mulai sejak sebelum tahun 2000an.

Perhatikan list undangan dari Parisada Kota Batam tersebut. Paling tidak ada lima pejabat yang beragama Hindu, yang namnya masih asing, mungkin masih baru menjabat di batam atau kepri. Ada kakanwil kementerian hukum dan ham kepri, ada dirkrimsus polda kepri, ada Kajari Batam, ada Bakamla Batam, ada Danyonif raider khusus 136TS.

Namun sayang yang hadir hanya satu pejabat yang dianggap tokoh, yaitu Kajari Batam. Konon pejabat yang diundang lainnya sedang ada kegiatan yang penting. 

Ini rapat maraton yang sepi peminat juga. Bagaimana tidak, acaranya berbarengan dengan kegiatan belajar di pasraman. Jika semua guru ikut rapat, anak anak bakalan tidak ada yang mantau. Itupun harus dipanggilin semua ibu ibu atau bapak bapak yang berada diseputaran Pura untuk menghadiri acara rapat itu. Padahal sudah disediakan satu ekor babi guling agar umat tertarik ikut rapat. Undangannya pukul 08.30, namun saat saya datang sekitar jam 10.00, peserta masih sepi.

Ini sebenarnya bukan rapat. Lebih kepada tanya jawab antar umat dan pandangan dari sisi legal oleh narasumber. Lebih fokus ke adanya bangunan India dikawasan Pura Agung. Secara legal, semestinya bangunan India tersebut tidak boleh ada.

Belum tahu kelanjutannya, karena konon masih akan ada rapat terbatas bebrapa tokoh di malam harinya.

Kita tunggu saja.