Dengan berkembangnya tehnologi komunikasi, blackberry atau BB saat ini masih menjadi alat komunikasi yang tergolong handal dan fleksibel. Dunia ini terasa begitu sempitnya seakan tidak ada yang membatasi lagi. saat kita berada di suatu tempat, detik itupun teman-teman atau kerabat kita bisa tahu kita sedang berada di mana. Dunia ibarat ada dalam genggaman.
Kawan yang puluhan tahun tidak pernah kita jumpai, namun berkat kemajuan tehnologi akhirnya bisa bertemu. Bahkan bagi sebagian orang ada yang menemukan jodohnya semenjak berkenalan dengan BB, ada yang mengakhiri kehidupan rumah tangganya semenjak kenal BB. BB hanyalah sebuah alat yang tergantung pada pemiliknya mau dipakai untuk apa. Seperti halnya sebuah pisau dapur, anda gunakan untuk memotong sayuran atau memotong bumbu ataukah untuk melukai seseorang.
Jika anda merasakan manfaat positif yang didapat dari BB tentu anda merasa berterima kasih. Namun jika anda merasa dirugikan maka anda akan memaki atau menyesali keberadaan BB tersebut.
Senin, 20 Agustus 2012
Kamis, 09 Agustus 2012
PAIJO DAN TATIK
Paijo dan Tatik telah menjalin hubungan bertahun tahun lamanya. Barangkali karena ada tembok penyekat diantara keduanya hingga sampai saat ini masih belum menikah meski tetap setia berhubungan.
Suatu ketika saat dalam mobil bututnya Paijo, Tatik bertanya pada Paijo. Jo kalo mobil Fortuner itu bagus tak. Ya bagus dong kan ccnya besar, bodynya gagah, kata Paijo. Aku seneng lihat mobil Fotuner, kamu kok ndak beli Fortuner saja, kata Tatik lagi. Aku ndak cukup uang Tik tuk beli mobil baru kayak itu, kata Paijo. Tanpa menaruh curiga kenapa tiba-tiba Tatik bertanya soal Fortuner waktu itu, Paijo nginjek pedal gas setengah kenceng, meski suaranya sedikit meraung namun jalannya masih pelan.
Suatu malam tepatnya tgl 27 juni 2012 saat keduanya menikmati makan malam di sebuah rumah makan, seperti biasa Tatik bermanja-manja bersandar dibahu Paijo. Sembari menikmati pesanan masing-masing, biasa Paijo sukanya Mie Ayam dan Tatik pesen Mie Tiaw, Tatik sengaja menaruh BBnya di atas meja dihadapan Paijo. Barangkali memang jam-jam segitu Tatik selalu ditelpon seseorang. Entah apa maksudnya kenapa Tatik naruh BBnya di dekat Paijo tidak seperti biasanya. Tadinya juga saat di toko sepatu, Tatik tumben-tumbennya menitipkan BBnya ke Paijo. Ada apa Paijo sempat berpikir. Benar saja, BBnya berdering, Paijo meraihnya namun tidak mengangkatnya. Terlihat nama panggilan dari seorang laki-laki, inisial "A". Seketika Tatik merebut BBnya dan berbicara seolah sudah biasa. Paijo menghentikan makannya seakan mau muntah. Ayo kita pulang, kata Paijo mengajak Tatik beranjak. Itu Laki-laki yang mendekatimu?, tanya Paijo. Tatik terdiam. Sekali lagi Paijo bertanya, itu laki-laki yang mendekatimu? Pura-pura ragu Tatik menganggukkan kepalanya. Anjing, pikir Paijo dalam hatinya. Oooo pantesan saja akhir-akhir ini Tatik susah sekali dihubungi. Paijo sering bertanya-tanya kok tiap kali ditelpon kok sering nada sibuk terus. Apakah kuping tidak panas nelpon berjam-jam. Ketika Paijo meminta klarifikasi, jawaban Tatik cukup enteng, ya begitulah BB kalau dipakai untuk nelpon. Paijo tidak percaya begitu saja.
Pada suatu kesempatan, Paijo mencuri-curi buka BBnya Tatik. Ternyata masih banyak sisa-sisa komunikasi dengan laki-laki itu. Dan ternyata laki-laki itulah yang sebenarnya punya mobil Fortuner yang pernah ditanyakan Tatik pada Paijo. Dengan gagahnya photo laki-laki mengendarai mobil mewah Fortuner tersimpan di BBnya. Seorang duda pengusaha sukses kelapa sawit di daerah sumatra sana. Paijo dikira bodoh sekali oleh Tati mentang-mentang Paijo tidak punya BB. Padahal BB yang dipegang Tatik adalah BB pemberian Paijo.
Sejak itu Tatik sesekali dengan bangganya menceritakan laki-lakinya, soal mau dipinang, pulang menjelang lebaran, tentang kemungkinan bisa pindah kerja dan banyak lagi. Artinya keduanya sudah saling berbicara jauh. Aku dibohongi, pikir Paijo, namun tidak berbuat apa-apa.
Pada kesempatan kedua, Paijo diajak Tati makan mie di warung mie tak jauh dari rumah Tatik yang kebetulan baru buka. Kali inipun Paijo pesen Mie Ayam. Dari awal makanpun PAijo merasa tidak nyaman, pokoknya merasa gelisah. Sementar Tatik menikmati sekali mie pesananya. Tatik meletakkan BBnya disamping kiri Paijo. Tak lama kemudian BB Tatik berbunyi, karena dekat Paijo mengangkatnya setelah tahu inisial si penelpon. Paijo jawab hallo hallo beberapa kali, namun si penelpon tidak mau berbicara. BB diminta Tatik dan seketika Paijo seakan menghadapi semangkok pasir. Hanya beberapa sendok yang sempat dimakannya.
Aku ingin kamu membenciku Paijo, kata Tatik suatu ketika. Sebenarnya kata-kata ini sering dikatakan Tatik pada Paijo. Paijo tentu mengerti jawaban dari kata-kata Tatik. Maski Paijo bertanya balik, apa yang akan kamu lakukan jika aku membencimu, Tatik. Namun Tatik tidak menjawabnya. Barangkali Tatik menjawab dalam hati, jika kamu membenciku, aku ada alasan untuk bebas memilih laki-laki lain pendampingku, aku tidak butuh kamu lagi, apapun aku sudah punya sekarang, aku sudah mampu sendiri, masih banyak laki-laki yang lebih daripada kamu, kamu sudah tidak ada artinya lagi bagiku.
Juni 2012, Piala Erofa, nada dering BB, dan Mie itulah yang membikin Paijo trauma.
*********dikutip dari tabloid REMAJA, Juli 2012
Suatu ketika saat dalam mobil bututnya Paijo, Tatik bertanya pada Paijo. Jo kalo mobil Fortuner itu bagus tak. Ya bagus dong kan ccnya besar, bodynya gagah, kata Paijo. Aku seneng lihat mobil Fotuner, kamu kok ndak beli Fortuner saja, kata Tatik lagi. Aku ndak cukup uang Tik tuk beli mobil baru kayak itu, kata Paijo. Tanpa menaruh curiga kenapa tiba-tiba Tatik bertanya soal Fortuner waktu itu, Paijo nginjek pedal gas setengah kenceng, meski suaranya sedikit meraung namun jalannya masih pelan.
Suatu malam tepatnya tgl 27 juni 2012 saat keduanya menikmati makan malam di sebuah rumah makan, seperti biasa Tatik bermanja-manja bersandar dibahu Paijo. Sembari menikmati pesanan masing-masing, biasa Paijo sukanya Mie Ayam dan Tatik pesen Mie Tiaw, Tatik sengaja menaruh BBnya di atas meja dihadapan Paijo. Barangkali memang jam-jam segitu Tatik selalu ditelpon seseorang. Entah apa maksudnya kenapa Tatik naruh BBnya di dekat Paijo tidak seperti biasanya. Tadinya juga saat di toko sepatu, Tatik tumben-tumbennya menitipkan BBnya ke Paijo. Ada apa Paijo sempat berpikir. Benar saja, BBnya berdering, Paijo meraihnya namun tidak mengangkatnya. Terlihat nama panggilan dari seorang laki-laki, inisial "A". Seketika Tatik merebut BBnya dan berbicara seolah sudah biasa. Paijo menghentikan makannya seakan mau muntah. Ayo kita pulang, kata Paijo mengajak Tatik beranjak. Itu Laki-laki yang mendekatimu?, tanya Paijo. Tatik terdiam. Sekali lagi Paijo bertanya, itu laki-laki yang mendekatimu? Pura-pura ragu Tatik menganggukkan kepalanya. Anjing, pikir Paijo dalam hatinya. Oooo pantesan saja akhir-akhir ini Tatik susah sekali dihubungi. Paijo sering bertanya-tanya kok tiap kali ditelpon kok sering nada sibuk terus. Apakah kuping tidak panas nelpon berjam-jam. Ketika Paijo meminta klarifikasi, jawaban Tatik cukup enteng, ya begitulah BB kalau dipakai untuk nelpon. Paijo tidak percaya begitu saja.
Pada suatu kesempatan, Paijo mencuri-curi buka BBnya Tatik. Ternyata masih banyak sisa-sisa komunikasi dengan laki-laki itu. Dan ternyata laki-laki itulah yang sebenarnya punya mobil Fortuner yang pernah ditanyakan Tatik pada Paijo. Dengan gagahnya photo laki-laki mengendarai mobil mewah Fortuner tersimpan di BBnya. Seorang duda pengusaha sukses kelapa sawit di daerah sumatra sana. Paijo dikira bodoh sekali oleh Tati mentang-mentang Paijo tidak punya BB. Padahal BB yang dipegang Tatik adalah BB pemberian Paijo.
Sejak itu Tatik sesekali dengan bangganya menceritakan laki-lakinya, soal mau dipinang, pulang menjelang lebaran, tentang kemungkinan bisa pindah kerja dan banyak lagi. Artinya keduanya sudah saling berbicara jauh. Aku dibohongi, pikir Paijo, namun tidak berbuat apa-apa.
Pada kesempatan kedua, Paijo diajak Tati makan mie di warung mie tak jauh dari rumah Tatik yang kebetulan baru buka. Kali inipun Paijo pesen Mie Ayam. Dari awal makanpun PAijo merasa tidak nyaman, pokoknya merasa gelisah. Sementar Tatik menikmati sekali mie pesananya. Tatik meletakkan BBnya disamping kiri Paijo. Tak lama kemudian BB Tatik berbunyi, karena dekat Paijo mengangkatnya setelah tahu inisial si penelpon. Paijo jawab hallo hallo beberapa kali, namun si penelpon tidak mau berbicara. BB diminta Tatik dan seketika Paijo seakan menghadapi semangkok pasir. Hanya beberapa sendok yang sempat dimakannya.
Aku ingin kamu membenciku Paijo, kata Tatik suatu ketika. Sebenarnya kata-kata ini sering dikatakan Tatik pada Paijo. Paijo tentu mengerti jawaban dari kata-kata Tatik. Maski Paijo bertanya balik, apa yang akan kamu lakukan jika aku membencimu, Tatik. Namun Tatik tidak menjawabnya. Barangkali Tatik menjawab dalam hati, jika kamu membenciku, aku ada alasan untuk bebas memilih laki-laki lain pendampingku, aku tidak butuh kamu lagi, apapun aku sudah punya sekarang, aku sudah mampu sendiri, masih banyak laki-laki yang lebih daripada kamu, kamu sudah tidak ada artinya lagi bagiku.
Juni 2012, Piala Erofa, nada dering BB, dan Mie itulah yang membikin Paijo trauma.
*********dikutip dari tabloid REMAJA, Juli 2012
Rabu, 25 Juli 2012
Aku Cemburu dengan BB
BB bukan maksudnya bau badan, atau Barang Bekas, namun Blackberry yaitu telpon celuler atau smart phone yang lagi populer saat ini. Lho kok blackberry dicemburui? tentu timbul pertanyaan seperti itu. Banyak orang lebih asyik dengan BBnya ketimbang dengan saudara atau temen yang berada disampingnya. Senyum-senyum sendirian ataukah mimik wajah yang cemberut seperti orang autis.
Terkadang kita merasa dinomorduakan oleh orang yang bahkan mungkin paling dekat dengan kita. Misalnya oleh pacar kita. Jika suatu ketika anda bersama kekasih anda dan si dia lebih asyik memainkan jarinya di tombol BB ketimbang ngobrol bersama anda. Perhatian kekasih anda saat itu tidak lagi sepenuhnya kepada diri anda, sebagian tertuju pada lawan chat di BB. Bagaimanakah perasaan anda?
Terkadang kita merasa dinomorduakan oleh orang yang bahkan mungkin paling dekat dengan kita. Misalnya oleh pacar kita. Jika suatu ketika anda bersama kekasih anda dan si dia lebih asyik memainkan jarinya di tombol BB ketimbang ngobrol bersama anda. Perhatian kekasih anda saat itu tidak lagi sepenuhnya kepada diri anda, sebagian tertuju pada lawan chat di BB. Bagaimanakah perasaan anda?
Sabtu, 07 April 2012
Hajah ni Luh Eka Koncreng
Tulisan ini saya buat beberapa saat sebelum jam makan siang sekedar ngisi waktu. tiba-tiba saja saya teringat dengan seorang wanita ex-hindu bali yang telah bersuamikan non hindu yang saya jumpai beberapa hari terakhir ini saat latihan pentas malam dharmashanti nyepi caka 1934. latihannya di mandala utama pura agung amerta bhuana batam. saya tidak kenal orangnya dan rasanya tidak mau kenalan agar saya tidak sayang padanya, demikian kata pepatah terbalik, he he he.sebut saja namanya ni luh eka koncreng seorang ibu (bukan nama sebenarnya). dari teman-teman yang senior di batam saya tahu bahwa ni luh eka ini adalah orang bali dan dulu hindu mungkin karena korban cinta dia ikut agama suaminya.
Barangkali karena perasaan iri dengki di hati saya masih mengendap, entah kenapa saya antipati sekali dengan ni luh eka itu apalagi menyapanya rasanya lidah ini kelu. Sebenarnya rasa tidak adil ada di diri saya, bukankah bergelimpangan ibu-ibu yang berasal dari keyakinan yang berbeda sebelumnya dalam komunitas hindu di batam? entahlah yang jelas saya melihat ni luh eka ini over acting sekali. seperti sudah jadi seorang muslim yang fanatik, tidak mau di deketin sama anjing, najiz katanya.
Rencananya mau ikut nari di malam dharmashanti sehingga dia mau datang ikut latihan bersama. apa ndak ada penari lain di internal? demikian tanya seorang ibu dengan setengah komplin. Katanya dia penari senior, eh kok narinya begitu. lagian yang paling menjengkelkan saya, masak pas nari masih pegang-pegang blackberry, kayak ABG aja. Apa merasa dia saja yang punya BB? Tapi Syukurlah ni luh eka tidak jadi nari di malam dharmashanti.
Barangkali karena perasaan iri dengki di hati saya masih mengendap, entah kenapa saya antipati sekali dengan ni luh eka itu apalagi menyapanya rasanya lidah ini kelu. Sebenarnya rasa tidak adil ada di diri saya, bukankah bergelimpangan ibu-ibu yang berasal dari keyakinan yang berbeda sebelumnya dalam komunitas hindu di batam? entahlah yang jelas saya melihat ni luh eka ini over acting sekali. seperti sudah jadi seorang muslim yang fanatik, tidak mau di deketin sama anjing, najiz katanya.
Rencananya mau ikut nari di malam dharmashanti sehingga dia mau datang ikut latihan bersama. apa ndak ada penari lain di internal? demikian tanya seorang ibu dengan setengah komplin. Katanya dia penari senior, eh kok narinya begitu. lagian yang paling menjengkelkan saya, masak pas nari masih pegang-pegang blackberry, kayak ABG aja. Apa merasa dia saja yang punya BB? Tapi Syukurlah ni luh eka tidak jadi nari di malam dharmashanti.
Kamis, 22 Maret 2012
SELAMAT HARI RAYA, IBUKU "TERCINTA"
Hari sudah malam, baru saja selesai sembahyangan bersama. seorang ibu tua terbungkuk-bungkuk sendirian menuruni anak tangga curam dari mandala utama. terbungkuk-bungkuk karena memang fostur tubuhnya bungkuk. dari kejauhan aku perhatikan dia kebingungan sendiri, aku menghampirinya. "kenapa bu, nyari siapa", sapaku. dengan bahasa bali halus dia menjawab bahwa bantennya dibawa oleh ibu-ibu entah siapa namanya. "tunggu saja sebentar bu, nanti pasti turun", kataku dalam bahasa bali juga. tak tega melihat kalau dia harus naik tangga kembali ke mandala utama.
selang berapa lama datang seorang ibu nyunggi banten si ibu tua itu, dan memberikan kepadanya. ada yang jemput bu, atau mau mekemit di pura? tanyaku. mau dijemput anak saya, kata si ibu tua itu. tak lama kemudian melintas sedan silver dan berhenti, aku perhatikan kok dari tadi mobil ini sudah bolak balik. kalau nyari seseorang kok tidak bertanya, pikirku.
seperti tertatih tatih si ibu tua yang bungkuk itu mendekati mobil sedan yang berhenti. seorang ibu berjilbab turun menyambut si ibu tua bungkuk dan mengambil bantennya. merekapun masuk mobil. yang nyupir mobil kemudian turun karena kebetulan ada yang dikenalnya, dan mengucapkan selamat hari raya. rupanya si supir itu adalah anaknya si ibu tua bungkuk, dan yang memakai kerudung adalah menantunya. oo rupanya si ibu tua bungkuk hanya diantar oleh anaknya kalau sembahyang ke pura dan dijemput kembali kalau sekiranya sudah selesai sembahyang. seketika dadaku terasa sesak akan apa yang baru saja aku lihat. entah kenapa, air mataku hampir jatuh.
selamat hari raya ya bu, maafkan anakmu. barangkali demikian kata si anak dalam hatinya.
selang berapa lama datang seorang ibu nyunggi banten si ibu tua itu, dan memberikan kepadanya. ada yang jemput bu, atau mau mekemit di pura? tanyaku. mau dijemput anak saya, kata si ibu tua itu. tak lama kemudian melintas sedan silver dan berhenti, aku perhatikan kok dari tadi mobil ini sudah bolak balik. kalau nyari seseorang kok tidak bertanya, pikirku.
seperti tertatih tatih si ibu tua yang bungkuk itu mendekati mobil sedan yang berhenti. seorang ibu berjilbab turun menyambut si ibu tua bungkuk dan mengambil bantennya. merekapun masuk mobil. yang nyupir mobil kemudian turun karena kebetulan ada yang dikenalnya, dan mengucapkan selamat hari raya. rupanya si supir itu adalah anaknya si ibu tua bungkuk, dan yang memakai kerudung adalah menantunya. oo rupanya si ibu tua bungkuk hanya diantar oleh anaknya kalau sembahyang ke pura dan dijemput kembali kalau sekiranya sudah selesai sembahyang. seketika dadaku terasa sesak akan apa yang baru saja aku lihat. entah kenapa, air mataku hampir jatuh.
selamat hari raya ya bu, maafkan anakmu. barangkali demikian kata si anak dalam hatinya.
Sabtu, 11 Februari 2012
RUMITNYA NGURUS HARTA SENDIRI
Hari itu 9 Pebruari 2012 aku memperpanjang STNK dan ganti nama pemilik mobilku satu-satunya Honda City tahun 1997. Perlengkapan sudah kubawa dari rumah termasuk sejumlah uang. Aku harus ijin tidak masuk kerja satu hari mesti harus potong gaji.
Pertama aku menuju kantor samsat, dan aku menghubungi kawanku yang orang Bali juga yang tugas disana. Namun ternyata dia sudah pindah tugas ke polda, atu kerjanya dipindah ke polda. Nelpon kawan satunya yang juga orang Bali, namun dia lagi piket malem. Aku harus ke polda di nongsa lumayan jauh juga.
Sampai di polda aku nemui kawanku, aku kasikan dia berkasku dan langsung check fisik kendaraan. Sedikit ragu dengan kata petugas gosok mesin. Dia bilang nomor mesin meragukan. Ndak jelas aku disuruh kelantai atas cek berkas kendaraan. Aku kira harus antre ke loket. Aku tunggui sampai jam 1 sore, begitu dipanggil aku disuruh balik ke check fisik untuk minta photo mobilku. Aku balik ke sana, ternyata sebenarnya aku disuruh ke bagian arsip di lantai dua nemui seseorang. Aku balik lagi ke sana. Nunggu beberapa menit arsip mobilku untung ketemu. Setelah diphotokopi aku kembalikan berkasnya dan tak lupa ngasi 50rebu sesuai permintaan petugasnya. Bukankah ini sebenarnya sudah tugas mereka ngurusi arsip. Kenapa minta uang rokok? Inilah budaya bangsa kita yang masih awet sampai sekarang. Aku balik lagi ke check fisik, setelah dicocokkan nomor mesin saat pendaftaran dan sekarang ternyata sama. Aku balik lagi ke pendaftaran di lantai dua setelah ngisi formulir.
Jam 3 sore aku baru dipanggil untuk menerima resi pengambilan BPKB dan STNK yaitu nanti tanggal 29 Pebruari di kantor Samsat. Aku langsung pulang dengan mobil kesayanganku, dengan nahan lapar tidak makan siang. Dalam hati aku berkata, kok rumitnya ngurus harta sendiri, mana susahnya nyari tempat dimana seharusnya ngurus surat-surat tersebut. Tidak ada rambu-rambu yang memberi petunjuk.
Beginilah berurusan dengan birokrasi.
Pertama aku menuju kantor samsat, dan aku menghubungi kawanku yang orang Bali juga yang tugas disana. Namun ternyata dia sudah pindah tugas ke polda, atu kerjanya dipindah ke polda. Nelpon kawan satunya yang juga orang Bali, namun dia lagi piket malem. Aku harus ke polda di nongsa lumayan jauh juga.
Sampai di polda aku nemui kawanku, aku kasikan dia berkasku dan langsung check fisik kendaraan. Sedikit ragu dengan kata petugas gosok mesin. Dia bilang nomor mesin meragukan. Ndak jelas aku disuruh kelantai atas cek berkas kendaraan. Aku kira harus antre ke loket. Aku tunggui sampai jam 1 sore, begitu dipanggil aku disuruh balik ke check fisik untuk minta photo mobilku. Aku balik ke sana, ternyata sebenarnya aku disuruh ke bagian arsip di lantai dua nemui seseorang. Aku balik lagi ke sana. Nunggu beberapa menit arsip mobilku untung ketemu. Setelah diphotokopi aku kembalikan berkasnya dan tak lupa ngasi 50rebu sesuai permintaan petugasnya. Bukankah ini sebenarnya sudah tugas mereka ngurusi arsip. Kenapa minta uang rokok? Inilah budaya bangsa kita yang masih awet sampai sekarang. Aku balik lagi ke check fisik, setelah dicocokkan nomor mesin saat pendaftaran dan sekarang ternyata sama. Aku balik lagi ke pendaftaran di lantai dua setelah ngisi formulir.
Jam 3 sore aku baru dipanggil untuk menerima resi pengambilan BPKB dan STNK yaitu nanti tanggal 29 Pebruari di kantor Samsat. Aku langsung pulang dengan mobil kesayanganku, dengan nahan lapar tidak makan siang. Dalam hati aku berkata, kok rumitnya ngurus harta sendiri, mana susahnya nyari tempat dimana seharusnya ngurus surat-surat tersebut. Tidak ada rambu-rambu yang memberi petunjuk.
Beginilah berurusan dengan birokrasi.
Minggu, 15 Januari 2012
FENOMENA HANDPHONE
![]() |
| Buku Manual yang saya photo di bulan mei 2020 |
Saat itu handphone memang termasuk barang langka/ mewah. Masih sangat jarang orang yang memiliki handphone kala itu kecuali untuk keperluan bisnis atau sekedar untuk gengsi-gengsian seperti halnya saya saat itu. Membawa handphone kemana-mana saat itu adalah bagian dari prestise meski sangat jarang dipakai untuk komunikasi atau menerima panggilan. Sebagian orang juga tidak mau dihubungi dari HP ke fix telpon (telpon rumahnya) karena takut dikenakan beban biaya lebih. Harga handphone di toko yang baru saat itu masih tergolong mahal sekitar 1,5 juta rupiah (sebelum krisis moneter melanda, setara dengan Tab saat ini). Untuk mendapatkan sebuah kartu handphone juga tidak begitu mudah. Kita harus deposit ke provider seluler saat itu untuk mendapatkan nomor kartu. Pembayaran pulsa yang kita pakai juga harus dibayar diloket provider seluler, harus rela antri berjam-jam mengorbankan waktu jam istirahat ataukah harus minta ijin keluar kerja kecuali bisa pergi pada hari sabtu.
Dibandingkan dengan handphone saat ini, handphone jaman itu bentuknya sangat unik disamping besar juga tentu berat. Handphone saat itu susah dimasukkan kedalam saku, harus digantung dipinggang atau ditaruh di dalam tas. Bateray hp jaman itu tidak seawet bateray hp saat ini. Harus di charge setiap hari.
Fasilitas SMS sebenarnya juga sudah ada saat itu, namun karena pemakai hp masih jarang, komunikasi sms lewat hp jarang dilakukan. Dengan berjalannya waktu, bentuk hp semakin kecil dan tidak memerlukan antenna luar. Pada umumnya orang meletakkan hpnya di saku baju depan. Sering kejadian karena orang lupa, hpnya jatuh ke bak kamar mandi saat membungkuk ambil air di kamar mandi. Orang menyiasatinya dengan memakai tali digantungkan di leher. Sering terdengar orang kecurian hp karena harganya masih tergolong mahal.
Kini hp bagaikan kacang goreng. Sangat aneh rasanya jika seseorang tidak memiliki hp. Dari tak lebih hanya sebagai mainan oleh anak-anak sampai dengan alat komunikasi bisnis. Suatu keharusan seseorang memiliki hp. Ada tiga hal yang selalu harus saya ingat jika akan pergi dari rumah, yaitu dompet, kunci rumah dan hp. Hp bahkan seperti teman setia kemana kita pergi. Apalagi punya hape yang private. Kemanapun kita pergi, klo kita perhatikan orang-orang disekitar kita, semuanya pegang hp, minimal satu hp. Orang pada asyik dengan hp masing-masing. Sekarang orang tidak berkomunikasi lagi dengan teman-teman disebelahnya, orang kini berkomunikasi dengan orang-orang yang jauh di sana. Apalagi sekarang ada fasilitas BBM. Inilah phenomena hp di Negara berkembang karena kemajuan tehnologi.
Langganan:
Komentar (Atom)
