Paijo dan Tatik telah menjalin hubungan bertahun tahun lamanya. Barangkali karena ada tembok penyekat diantara keduanya hingga sampai saat ini masih belum menikah meski tetap setia berhubungan.
Suatu ketika saat dalam mobil bututnya Paijo, Tatik bertanya pada Paijo. Jo kalo mobil Fortuner itu bagus tak. Ya bagus dong kan ccnya besar, bodynya gagah, kata Paijo. Aku seneng lihat mobil Fotuner, kamu kok ndak beli Fortuner saja, kata Tatik lagi. Aku ndak cukup uang Tik tuk beli mobil baru kayak itu, kata Paijo. Tanpa menaruh curiga kenapa tiba-tiba Tatik bertanya soal Fortuner waktu itu, Paijo nginjek pedal gas setengah kenceng, meski suaranya sedikit meraung namun jalannya masih pelan.
Suatu malam tepatnya tgl 27 juni 2012 saat keduanya menikmati makan malam di sebuah rumah makan, seperti biasa Tatik bermanja-manja bersandar dibahu Paijo. Sembari menikmati pesanan masing-masing, biasa Paijo sukanya Mie Ayam dan Tatik pesen Mie Tiaw, Tatik sengaja menaruh BBnya di atas meja dihadapan Paijo. Barangkali memang jam-jam segitu Tatik selalu ditelpon seseorang. Entah apa maksudnya kenapa Tatik naruh BBnya di dekat Paijo tidak seperti biasanya. Tadinya juga saat di toko sepatu, Tatik tumben-tumbennya menitipkan BBnya ke Paijo. Ada apa Paijo sempat berpikir. Benar saja, BBnya berdering, Paijo meraihnya namun tidak mengangkatnya. Terlihat nama panggilan dari seorang laki-laki, inisial "A". Seketika Tatik merebut BBnya dan berbicara seolah sudah biasa. Paijo menghentikan makannya seakan mau muntah. Ayo kita pulang, kata Paijo mengajak Tatik beranjak. Itu Laki-laki yang mendekatimu?, tanya Paijo. Tatik terdiam. Sekali lagi Paijo bertanya, itu laki-laki yang mendekatimu? Pura-pura ragu Tatik menganggukkan kepalanya. Anjing, pikir Paijo dalam hatinya. Oooo pantesan saja akhir-akhir ini Tatik susah sekali dihubungi. Paijo sering bertanya-tanya kok tiap kali ditelpon kok sering nada sibuk terus. Apakah kuping tidak panas nelpon berjam-jam. Ketika Paijo meminta klarifikasi, jawaban Tatik cukup enteng, ya begitulah BB kalau dipakai untuk nelpon. Paijo tidak percaya begitu saja.
Pada suatu kesempatan, Paijo mencuri-curi buka BBnya Tatik. Ternyata masih banyak sisa-sisa komunikasi dengan laki-laki itu. Dan ternyata laki-laki itulah yang sebenarnya punya mobil Fortuner yang pernah ditanyakan Tatik pada Paijo. Dengan gagahnya photo laki-laki mengendarai mobil mewah Fortuner tersimpan di BBnya. Seorang duda pengusaha sukses kelapa sawit di daerah sumatra sana. Paijo dikira bodoh sekali oleh Tati mentang-mentang Paijo tidak punya BB. Padahal BB yang dipegang Tatik adalah BB pemberian Paijo.
Sejak itu Tatik sesekali dengan bangganya menceritakan laki-lakinya, soal mau dipinang, pulang menjelang lebaran, tentang kemungkinan bisa pindah kerja dan banyak lagi. Artinya keduanya sudah saling berbicara jauh. Aku dibohongi, pikir Paijo, namun tidak berbuat apa-apa.
Pada kesempatan kedua, Paijo diajak Tati makan mie di warung mie tak jauh dari rumah Tatik yang kebetulan baru buka. Kali inipun Paijo pesen Mie Ayam. Dari awal makanpun PAijo merasa tidak nyaman, pokoknya merasa gelisah. Sementar Tatik menikmati sekali mie pesananya. Tatik meletakkan BBnya disamping kiri Paijo. Tak lama kemudian BB Tatik berbunyi, karena dekat Paijo mengangkatnya setelah tahu inisial si penelpon. Paijo jawab hallo hallo beberapa kali, namun si penelpon tidak mau berbicara. BB diminta Tatik dan seketika Paijo seakan menghadapi semangkok pasir. Hanya beberapa sendok yang sempat dimakannya.
Aku ingin kamu membenciku Paijo, kata Tatik suatu ketika. Sebenarnya kata-kata ini sering dikatakan Tatik pada Paijo. Paijo tentu mengerti jawaban dari kata-kata Tatik. Maski Paijo bertanya balik, apa yang akan kamu lakukan jika aku membencimu, Tatik. Namun Tatik tidak menjawabnya. Barangkali Tatik menjawab dalam hati, jika kamu membenciku, aku ada alasan untuk bebas memilih laki-laki lain pendampingku, aku tidak butuh kamu lagi, apapun aku sudah punya sekarang, aku sudah mampu sendiri, masih banyak laki-laki yang lebih daripada kamu, kamu sudah tidak ada artinya lagi bagiku.
Juni 2012, Piala Erofa, nada dering BB, dan Mie itulah yang membikin Paijo trauma.
*********dikutip dari tabloid REMAJA, Juli 2012