Banyak hal menarik yang mau saya tulis. Sudah beberapa tahun tergabung dalam team social kemasyarakatan perusahaan atau sering disebut CSR. Yaitu pemberian bantuan kepada masyarakat sekitar perusahaan. Kebetulan programnya dialokasikan untuk sekolah sekolah dilingkungan perusahaan. Sasarannya adalah sekolah dasar negeri. Selama ini bantuannya berupa sarana olah raga. Seperti bola kaki, bola basket, bola sepak takraw, badminton dan almari buku. Biasanya sebelum pemberian bantuan, beberapa hari sebelumnya, team akan survey dulu ke sekolah sekolah. Paling tidak untuk mendapatkan data nama sekolah, nama kepala sekolah dan jabatannya.
Beberapa kejadian unik yang saya alami selama ini.
Pertama, jika momentnya pas moment penerimaan siswa baru, ada kepala sekolah yang sangat sulit dijumpai. Barangkali takut kalau yang datang orang tua calon siswa yang mau komplin. Misalnya komplin kenapa anaknya ndak diterima disekolah tersebut, atau mau melobi kepala sekolah agar anaknya diterima. Dugaan saya begitu.
Kedua, saat memasuki halaman sekolah, ada security yang curiga ndak mau bukakan pagar. Ditanya dulu apa keperluannya. Mau ketemu siapa. Nah setelah diberitau maksud kedatangan kita untuk memberikan sumbangan, seketika pagar dibukanya.
Ketiga, saat kita memasuki halaman sekolah dan bertanya kepada seseorang yang berseragam sekolah dikatakan bahwa kepala sekolah dibilang ada rapat ndak bisa diganggu. Mungkin memang kepala sekolahnya berpesan begitu kepada bawahannya.
Keempat, biasanya saat kita memasuki lingkungan sekolah kita clingak clinguk bingung mau menuju kemana. Kadang saya perhatikan beberapa guru atau pegawai pada ngintip dari jendela. Mungkin bertanya Tanya kok ada tamu mau ngapain itu. Bahkan ada yang kliatan pada sinis. Jangankan mempersilakan masuk, nyapa saja tidak mau.
Kelima, pernah juga kejadian mungkin saking curiganya si kepala sekolah, kami dipanggil 4 mata oleh kepala sekolah, yang menanyakan apakah nanti ada embel-embelnya dikemudian hari. Apakah bapak jujur dan tidak menipu, demikian Tanya sang kepala sekolah itu. Kebetulan kami kelupaan memakai tanda pengenal perusahaan. Kami tidak memakai seragam perusahaan.
Keenam, rata rata penerimaannya kurang antusias. Mungkin jauh dari expektasi mereka. Lha wong sumbangan kita nilainya hanya sekitar 6 jutaan. Sementar mereka berharap ada sumbangan berupa proyek. Jangankan nawari minum, sekedar basa basipun tidak.
Ketujuh, tapi ada juga yang sangat baik. Diajak ke ruang kepala sekolah. Dijamu snack dan minum. Seperti tamu pada umumnya. Dipersilakan mencicipi snack yang telah disediakan. Sepertinya enak. Apalagi belum sarapan. Kami basa basi juga pura-pura tidak mau, padahal kepingin. Nah saat barang datang, kamipun keluar ruangan. Photo-photo, dan ternyata kami tidak dipersilakan masuk lagi. Maka kamipun pergi dengan menyisakan rasa lapar. Bagaikan kehilangan kesempatan emas.
Delapan, kita disambut resmi, anak-anak dikumpulkan dihalaman. Dewan guru semua hadir. Ada acara penyambutan resmi sekolah. Ada pembawa acara, dan sambutan dari kepala sekolah.
Hihihihi