Senin, 21 Oktober 2019

Bunga Tidur

Ada orang bilang jika sesorang masih ngurusi arti mimpi berarti orang tersebut ndak punya kerjaan. Masak cuman mimpi diurusin. Mimpi kan cuman bunga tidur.
Tapi bagi saya, mimpi kadang sangat mengganggu perasaan saya. Itulah namanya mimpi buruk. Toh sebenarnya kalau mimpi buruk tinggal berdoa atau sembahyang.
Saya terjaga pukul 3 pagi. Karena mimpi itu. Susah tidur lagi, kepikiran apa sih arti mimpi tersebut. Saya nyalakan tv lagi entah siaran apa ndak penting. Yang penting bikin mata ngantuk lagi. Dan bisa bangun siang.
Begitu runutnya mimpi itu sampai ke orang-orang dekat saya dengan jelas diuraikan. Saya mendapat segepok uang dalam kantung plastic kresek. Entah kenapa rasanya sudah sering saya tidur di jalanan yang diterangi lampu jalanan dan sinar rembulan. Posisi jalan tersebut agak di ketinggian. Saat saya pindah ke tempat lain itulah saya menemukan segepok uang yang sudah diikat ikat karet. Banyak sekali. Kemudian Saya sembunyikan disuatu tempat.
Saya tau ada kawan yang bingung nyari-nyari duitnya yang ilang. Dia bersama istrinya. Saya pernah lihat orang itu. Orang Bali tapi jarang kumpul-kumpul. Dia kerja di perusahaan mcdermot. Katanya itu uang gajinya sebulan. Wow tinggi sekali gajinya, begitu pikir saya. Saya pura pura ndak tau duitnya yang hilang tersebut.
Warga Bali yang ada di batam ini berkumpul membicarakan masalah kehilangan duit tersebut. Ada jero mangku Putu disana. Saya tetap pada pendirian saya bahwa saya tidak akan mengaku menemukan duit tersebut. Bahkan saya sudah merencanakan beli sesuatu. Saya berpikir dalam hati, bener juga kata orang, jika menemukan uang satu rupiah pasti sibuk mengembalikannya. Namun jika menemukan uang segepok, pasti tidak mau mengembalikannya.
Saya mersasa dihantui. Jika ada mobil polisi lewat saya merasa ketakutan. Merasa bahwa saya dikejar kejar polisi.
Saya membuang karet karet pengikat duit tersebut dari saku saya dan ada orang yang mengambilnya dan katanya dia tau persis bahwa karet itu adalah karet pengikat duit tersebut. Saya tidak berani membelanjakan duit tersebut dan terus menyimpannya. Jika dibelanjakan pasti akan ketahuan karena ada serinya.
Saat para warga berkumpul di suatu acara kayak pertemuan banjar gitu, jero mangku Agung ketemu serpihan remote mobil saya. Sama persis. Padahal disana tertulis nama saya. Saya pura-pura tidak tau.
Saya masih bimbang antara saya mengembalikan uang yang saya temukan tersebut atau tetap tidak ngakui kalau saya dapat uang. Kalau saya ngaku, bagaimana caranya, kan sudah terlanjur bilang tidak tau.
Pada akhirnya saya memutuskan untuk mengembalikan uang tersebut. Saya berusaha mencari cara untuk mengatakannya. Namun saya keburu terjaga, pada jam 3 pagi itu. Dalam mimpi itupun saya sempat bertanya dalam hati, apakah ini kejadian sungguh-sungguh terjadi atau hanya mimpi.
Ya demikianlah mimpi.