Jumat, 04 September 2020

DUNIA FRANK

 Tanpa sengaja saya klik link video di fb saya. Mungin secara kebetulan saya buka videonya waktu itu. Bisa jadi sebelum sebelumnya juga sudah ada notifikasi video namun tidak pernah saya buka. Link tersebut saya masukkan ke menu simpan di fb saya. Ternyata mengasikan nonton video frank. Saya bisa menikmatinya. Dan saya ketagihan. Langsung saya klik subscribe dan gambar lonceng agar ada notifikasi jika owner channel upload video baru.

Setiap hari kalau tidak nonton video frank rasanya ada sesuatu yang kurang. Hingga saya tandai beberapa channel yang saya suka. Beberapa yang saya suka seperti channel aya_ibrahim04, xxditto, xdjtrisuaka, mohamadsidiq. Masing-masing mempunyai ciri khas tersendiri. Setelah saya amati Ngefrank kuncinya harus pede dan siap mental. Mental harus tinggi. Jika tidak siap maka akan kliatan kaku dan yang di frank akan dengan mudahnya curiga. Harus pintar bikin scenario.

Kebanyakan yang jadi korban frank adalah cewek cewek, karena youtubernya laki-laki. Jika content videonya bagus maka viewer akan cepat naik, subscribernya bisa jutaan. Receh miliaran dengan mudah di dapat. Sungguh menggiurkan. Rata-rata youtuber sudah bisa beli mobil sendiri. Digaji oleh you tube.

Saya khawatir bila suatu saat youtuber kehabisan ide, jangan sampai norma norma ketimuran diabaikan. Melihat ide para youtuber juga content videonya sudah mulai sama. Misal ngefrank menjadi supir taxi online. Targetnya penumpang cewek cewek cantik. Di setting agar cewek duduk di jok depan disamping supir, karena kamera dipasang di dashboard. Hamper semua franker melakukan itu.

Sebenarnya ini sangat positif dan kreatif. Disamping menyalurkan hobby dan bakat, juga sebagai tempat mencari penghasilan. Bermodalkan video kamera, kamera go-pro dan tentu saja computer set untuk proses editing. Editor video juga harus kreatif agar video terkesan lucu dan menarik.

Namun demikian, ada juga video yang diberi judul video wik wik. Isinya Kadang istri ngefrank suami, kadang suami ngefrank istri di tempat tidur. dan itu direkam. Ini yang saya perhatikan kurang etis. Semoga saja tidak terlanjur jauh melenceng. Disamping merusak citra youtuber juga bisa berurusan dengan hokum.

Awal sep’20


Rabu, 02 September 2020

PEMANGKU RESIGN

 Awal Juli 2020 ketika pertama kali dilaksanakan persembahyangan bersama di Pura Agung selama era new normal, saya sempat bertanya dalam hati mengapa Jro Mangku yang memimpin persembahyangan hanya sendiri yaitu Jro Mangku Putu Satriayasa saja. Biasanya berdua dengan Jro Mangku Agung Arif. Bahkan Jro Mangku Arif datangnya belakangn dari saya. Beliau bukan duduk di depan, di tempat Jro mangku biasa memimpin persembahyangan. Beliau sembahyang seperti umat biasa.

Saya sempat diberitahu seseorang bahwa Jro Mangku Arif sudah resign jadi Mangku. Haaa, kata saya. Kok bisa begitu, Tanya saya ke kawan itu. Ndak cocok dengan Mangku Putu, katanya singkat. Wah berarti ini kejadian kedua kalinya yang saya tahu. Aneh, kata saya dalam hati.

Bagaimana tidak aneh. Jro Mangku adalah gelar yang diberikan kepada seseorang yang sudah dianggap suci. Meskipun seorang pemangku itu belum di dwijati namun sudah melewati persyaratan berupa Pewintenan khusus menjadi Pemangku/ Pinandita.

 Bukankah sering kita dengar ungkapan ‘jero mangku yang saya sucikan’ atau ‘jero mangku yang saya wangikan’. Jro mangku adalah sosok yang dihormati, atau dimuliakan karena perannya mengemban tugas suci yang salah satunya adalah memimpin persembahyangan atau upacara keagamaan. Ada istilah Jan banggul. Yaitu sebagai penghubung umat dalam mendekatkan dirinya kepada Tuhan/ Sang Hyang Widhi Wasa.

Jika dua orang Pinandita dalam kondisi konflik, bagaimana halnya dengan lantunan doa yang diucapkan. Apakah doa tersebut sampai kepada Sang Hyang Widhi?

Sudah diadakan beberapa kali rapat antar lembaga keagamaan namun tidak ada titik temu. Semoga saja kedepannya akan kembali menjadi baik baik saja. Tanpa mengenal istilah resign.


MENYELAMATKAN WARISAN LELUHUR

 



Sepintas kedengaran seolah olah warisan leluhur ada yang menjarah sehingga perlu diselamatkan. Padahal sebenarnya usaha menyelamatkan tersebut bukan sesuatu yang disengaja atau direncanakan. Lha wong puluhan tahun, mungkin ratusan tahun tersimpan tidak ada yang berani menyentuhnya.

19 agustus 2020, ada yang share photo pembersihan lontar di grup keluarga jero dalang. Seketika anggota keluarga yang tinggal diluar bali langsung berkomentar. Lha kok dalam photo Nampak beberapa orang asing, maksudnya bukan anggota keluarga. Disamping juga ada Nampak utusan perwakilan masing-masing keluarga. Perwakilan bale dangin, bale delod, bale daje, bale dauh, jro munduk malang, denpasar, dan puri tampak siring yang kebetulan Ida waktu kecilnya berada di Jero dalang. 

Barulah kemudian salah satu mengatakan bahwa ada petugas dari Penyuluh Bahasa Bali Provinsi dibawah pengawasan dinas Kebudayaan Provinsi Bali. Memang ini agenda mereka untuk melestarikan warisan budaya leluhur. Katanya. 

Kemudian ada pertanyaan, bagaimana awalnya kok sampai orang lain tahu kalau di jero dalang ada warisan leluhurnya berupa lontar? Siapa yang ngasi tahu? Mengapa mereka punya agenda duluan untuk menyelamatkan lontar. Namun pertanyaan mendasar ini tidak terjawab dengan jelas. Kan aneh, tiba-tiba orang lain datang mau membersihkan lontar, sementara di internal jeroan saja tidak semua tahu ada warisan leluhur berupa lontar. Bagaikan kekayaan alam Indonesia yang dikeruk habis oleh Negara asing karena tidak mampu mengolahnya dan karena ketidak tahuan.

Apa sebenarnya tujuan dari dinas untuk membersihkan asset perorangan atau keluarga. Meskipun denger denger ada anggaran untuk itu dari pemerintah. Murnikah tujuannya untuk membantu masyarakat. Tidak ada yang tahu pasti. Karena yang mereka utarakan hanya bertujuan baik. 

Klasiffikasi dan identifikasi lontar. Itulah tujuannya mereka datang. Namun sampai berita ini saya tulis belum ada kelanjutannya. Mengapa anggota keluarga tidak ada yang membuat orat oret sendiri lontar apa saja yang kita miliki. Finalisasi pembersihan dilakukan tanggal 26 agustus 2020.

Saya Tanya salah satu anggota keluarga di bali yang kebetulan bisa menemani petugas membersihkan lontar. Dari yang disampaikan petugas, ada 3(tiga) kotak lontar, kotak pertama katanya berisi riwayat perjalanan penglinsir/ leluhur dari puru Blahbatuh menetap di Dalang, nama keluarga katanya Puru Dalang Tegeh. Sampai mempunyai Pura yang namanya Pura Beji. Kotak kedua katanya berisi lontar tentang Kepemangkuan dan Pengobatan (usadha). Dan kotak ketiga tentang Pedalangan. 



Setiap lontar katanya diisi label nama. Entah bagaimana wujudnya, kita tunggu sampai petugasnya menyerahkan data ringkasannya.