Rabu, 30 Maret 2022

RELOKASI DUA KALI

 Pura Satya dharma yang berlokasi di kawasan industri Batamindo Mukakuning tepatnya di Blok D5 Dormitory harus di relokasi karena lokasi tersebut akan digunakan oleh Batamindo sebagai bangunan Industri/ pabrik.

Pemberitahuan dari pihak pengelola kawasan sudah disampaokan beberapa bulan sebelumnya bahkan mungkin setahunan yang lalu. Penjajagan dari Team UKHB – Unit Kerohanian Hindu Batamindo dengan mengdakan koordinasi dengan pihak pengelola kawasan dan dimediasi oleh beberapa tokoh Umat Hindu,dengan lobi lobi yang disampaikan maka sebagai umat yang memiliki hak guna bangunan tersebut, disepakatilah untuk mulai proses pemindahan.

Lokasi yang diberikan yaitu di sekitar Blok N kawasan Dormitory, dekat dengan blok H yang banyak punya kenangan sekitar tahun 90an, tepatnya di Blok H/5.

Secara ritual proses perpindahan dilaksanakan pada tanggal 29 maret 2022 yaitu pada Selasa Wage Sinta, menurut hari wewaran Bali. Kalau dilihat di Kalender Bali maka hari itu adalah hari Rainan Sabuh Mas.

Rangkaian Upacara dipimpin oleh Jero Mangku Putu Satria Yasa beserta istri, dan dihadiri oleh sekitar 50 umat yang bisa hadir pada hari tersebut. Hadir juga Ketua Parisada Kepri Dr. DRS I Wayan Catra Yasa M.M dan juga ex. Ketua Parisada Kota Batam yang sudah menjabat sebagai Penyelenggara Hindu di Kator Kemenag Batam I Made Karmawan, S.Ag.






Upacara diawali dengan pecaruan di lokasi yang baru yaitu untuk pembersihan areal Pura yang akan dibangun, pemasangan patok penyengker pura dan pemasangan SanggahSurya tempat ngelinggihang Ida Bethara.

Kemudian dengan beriringan jalan kaki mendak dan ngiring Ida Betara dari Blok D menuju Blok N. Sekaligus memrelina “menghancurkan” bangunan Pura di blok D secara simbolis. Dengan cara mematahkan bagian setiap bangunan.

Saat beriringan menuju blok N, warga sekitar menyaksikan dengan wajah penasaran. sepertinya ini pemandangan langka. Kebetulan saya mengiringi dengan naik mobil dengan suara baleganjur dari sound mobil.

Ketua UKHB I Made Kasa Astawa beserta beberapa klian banjar turut hadir seperti klian banjar Batu Aji Timur, Klian Banjar Batam Center, Nongsa dan Nagoya.

Suasana begitu akrab, dibawah terik sinar matahari, meski ada satu tenda yang tidak cukup luas untuk melindungi semua umat yang hadir. 

Kesibukan seksi konsumsi, Ibu Suan menyiapkan prasadam yang ternyata harus beli tambahan nasi bungkus karena ternyata perkiraan umat yang hadir dua kali lipat. Yang seru manakala berebut air minum. 

Semoga pembangunannya lancar.


Senin, 28 Maret 2022

DHARMA SANTI NYEPI SAKA 1944 TAHUN 2022M


 Bertempat di parkiran Pura Agung Amerta Bhuana dharma santi dilaksanakan tanggal 27 Maret 2022. Itupun telah diundur satu hari untuk menyesuaikan dengan jadwal ketersediaan hadirnya Wali kota batam.

Tamu undangan cukup banyak yang hadir, meski tidak ada 150 seperti  jumlah undangan yang disebarkan. Ini bisa dilihat dari jumlah kursi yang khusus untuk undangan yang masih kosong. Disamping itu kehadiran umat sendiri juga kurang maksimal. Jumlah kursi yang disediakan untuk umat sekitar 650 kursi. Kursi masih banyak tersusun rapi disamping lokasi.

Hadir para pejabat penting diantaranya Wali kota Batam, bapak Rudi beserta istri yang juga adalah Wakil Gubernur Kepri. Juga hadir wakil walikota batam, Amsakar Akhmad juga beserta istri. Juga hadir kepala kantor kemenag batam. Dan undangan undangan lainnya seperti dari polsek sekupang, tokoh tokoh agama. Ada juga anggota DPRD kepri Asmin Patros. Dari Danlanal, polresta, fkub.

Ada tiga sambutan yang disampaikan yang pertama oleh I Wayan Catra Yasa yang sekaligus mewakili ketua Panitia. Beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tamu undangan dan terima kasih yang sebesar besarnya atas kehadirannya.

Kemudian sambutan kedua disampaikan oleh kepala kantor kemenag batam bapak H.Zulkarnain. 

Sambutan yang ke tiga dari Walikota Batam Bapak Rudi. Pada kesempatan yang baik tersebut beliau memaparkan rencana pembangunan kedepan. Ada empat pembangunan berskala besar, diantaranya pembangunan bandara hang nadim, jalan layang menuju arah bandara. Diakhir sambutannya beliau menyerahkan bantuan hibah bantuan untuk pembangunan Pura Agung sebesar rp 75 juta kepada ketua Parisada Kepri I Wayan Catra Yasa.

Secara umum acara dharma santi ini bisa dibilang sukses dan meriah. Apalagi diselingi acara kesenian tari hiburan ibu-ibu. Tak ketinggalan ada tari joged dengan para pengibing dari bapak bapak.

Saya bagian dari team kesenian, seni tabuh. Sudah terbiasa jika mau megambel harus angkut peralatan terlebih dulu. Demikian juga jika acara selesai, harus mengembalikan peralatan ke tempatnya lagi. Ini bukan pekerjaan ringan. Gamelan bali tidak dibuat simple atau ringan. Itulah kewajiban.


Rabu, 16 Maret 2022

RAPAT ISTIMEWA


 Seperti benang kusut entah dimana ujungnya. Susah menguraikannya. Barangkali demikian usaha untuk mencari pangkal masalah yang akhir akhir ini mencuat dikalangan umat. Seakan ada dua kubu. Kubu lembaga/ kelembagaan agama dan kubu umat dari arus bawah. Satu kubu fokus membangun karena kebutuhan. Kubu satunya gencar mencari informasi dimana letak kesalahan yang dilakukan oleh lembaga.

Maka PHDI Kepri sebagai lembaga umat ditingkat provinsi memfasilitasi pertemuan yang disebut rapat istimewa DPU (Dewan Perwakilan Umat) yang komponennya terdiri dari pengurus lembaga yang ada di tingkat kota, pengurus BOP, Pasraman, Peradah. Yang sebenarnya tertuang dalam AD/ART BOP dengan jumlah masing masing suara yang dimiliki bila dipandandang perlu adanya voting. Hari Minggu 13 Maret 2022.

Rapat dimulai pukul 20.15 setelah terlebih dulu ada acara potong kue ulang tahun ketua parisada kepri Dr. Drs. I Wayan Catrayasa M.M. para perwakilan banjar mendominasi tempat duduk bagian belakang.

Rapat dipimpin langsung oleh Ir. I Wayan Jasmin, salah satu tokoh dan sesepuh umat hindu di Kepri. Didampingi oleh I Made Kasa Astawa, ST yang di lembaga Parisada Kepri menjabat sebagai sekretaris.

Dari awal rapat ketua maupun pembawa acara mewanti wanti agar peserta rapat istimewa ini tetap menjaga sopan santun dan etika yang baik saat berbicara. Meski beberapa perwakilan banjar kelihatan penuh emosional saat diberi kesempatan untuk berbicara.

Agenda utama sebenarnya hanya satu yaitu relokasi Sri Lalita Temple. Namun kadang penanya melebar ke topik lain. Untung pimpinan rapat segera mengingatkannya.  Apa yang disampaikan penanya juga sudah sering saya dengar. Pertanyaan pertanyaan yang sebenarnya tidak perlu di jawab.

Kadang saya tak tahan mengekpresikan gerak tubuh saya jika ada pertanyaan atau komentar nyeleneh.  Misal pertanyaan, pura apakah yang kita bangun ini. Terus ada lagi pertanyaan mengapa pura tidak dibangun sekali saja, tidak seperti dikampungnya, puranya dari dulu ya begitu saja, katanya. Lha alangkah terkebelakangnya kampung sipenanya, pikir saya.

Pertanyaan pertanyaan yang sebenarnya tidak masuk akal saya. Lha seperti siapa dulu mengijinkan Sri Lalita dibangun di kawasan pura agung, apa kontribusinya terhadap pura agung. Ada yang komentar SL harus direlokasi karena menutupi keindahan Pura Agung. Masak dia orang asing dapat tempat yang strategis. Kalau dipikir pikir itu pertanyaan lucu lucu. Ya maklumlah.

Rapat berakhir sekitar pukul 23.00 dengan menghasilkan beberapa keputusan yang sebenarnya normatif sekali. Membentuk tim yang akan mengawasi pembangunan SL dimana masing masing banjar ada wakilnya satu orang (I Made Sudarta, Siputu Sumerdaya, Ketut Ngurah, Agus Baktiasa, Putu Satria Yasa, Made Muliyadi) . DPU akan merekomendasikan tipe/ model bangunan SL. BOP mengawasi pembangunan/ renovasi  SL.

Saya pun pulang sambil senyum senyum.