Pura Satya dharma yang berlokasi di kawasan industri Batamindo Mukakuning tepatnya di Blok D5 Dormitory harus di relokasi karena lokasi tersebut akan digunakan oleh Batamindo sebagai bangunan Industri/ pabrik.
Pemberitahuan dari pihak pengelola kawasan sudah disampaokan beberapa bulan sebelumnya bahkan mungkin setahunan yang lalu. Penjajagan dari Team UKHB – Unit Kerohanian Hindu Batamindo dengan mengdakan koordinasi dengan pihak pengelola kawasan dan dimediasi oleh beberapa tokoh Umat Hindu,dengan lobi lobi yang disampaikan maka sebagai umat yang memiliki hak guna bangunan tersebut, disepakatilah untuk mulai proses pemindahan.
Lokasi yang diberikan yaitu di sekitar Blok N kawasan Dormitory, dekat dengan blok H yang banyak punya kenangan sekitar tahun 90an, tepatnya di Blok H/5.
Secara ritual proses perpindahan dilaksanakan pada tanggal 29 maret 2022 yaitu pada Selasa Wage Sinta, menurut hari wewaran Bali. Kalau dilihat di Kalender Bali maka hari itu adalah hari Rainan Sabuh Mas.
Rangkaian Upacara dipimpin oleh Jero Mangku Putu Satria Yasa beserta istri, dan dihadiri oleh sekitar 50 umat yang bisa hadir pada hari tersebut. Hadir juga Ketua Parisada Kepri Dr. DRS I Wayan Catra Yasa M.M dan juga ex. Ketua Parisada Kota Batam yang sudah menjabat sebagai Penyelenggara Hindu di Kator Kemenag Batam I Made Karmawan, S.Ag.
Upacara diawali dengan pecaruan di lokasi yang baru yaitu untuk pembersihan areal Pura yang akan dibangun, pemasangan patok penyengker pura dan pemasangan SanggahSurya tempat ngelinggihang Ida Bethara.
Kemudian dengan beriringan jalan kaki mendak dan ngiring Ida Betara dari Blok D menuju Blok N. Sekaligus memrelina “menghancurkan” bangunan Pura di blok D secara simbolis. Dengan cara mematahkan bagian setiap bangunan.
Saat beriringan menuju blok N, warga sekitar menyaksikan dengan wajah penasaran. sepertinya ini pemandangan langka. Kebetulan saya mengiringi dengan naik mobil dengan suara baleganjur dari sound mobil.
Ketua UKHB I Made Kasa Astawa beserta beberapa klian banjar turut hadir seperti klian banjar Batu Aji Timur, Klian Banjar Batam Center, Nongsa dan Nagoya.
Suasana begitu akrab, dibawah terik sinar matahari, meski ada satu tenda yang tidak cukup luas untuk melindungi semua umat yang hadir.
Kesibukan seksi konsumsi, Ibu Suan menyiapkan prasadam yang ternyata harus beli tambahan nasi bungkus karena ternyata perkiraan umat yang hadir dua kali lipat. Yang seru manakala berebut air minum.
Semoga pembangunannya lancar.