Selasa, 22 Februari 2022

RAPAT KANGIN KAUH

 Pertemuan banjar kali kedua semenjak wabah covid-19 mereda. Bertempat di rumah salah satu warga hindu di perumahan taman lestari blok c3 no 17, rumah ibu Lilik. Beliau bertugas di kantor kemenag batam sebagai penyuluh. Sesuai undangan, agenda yang dibahas adalah mengenai perayaan hari raya nyepi.

Seperti biasa pertemuan diawali dengan doa Tri Sandhya dan kemudian membaca 10 vedict mantra beserta artinya secara bergilir.

Kemudian klian banjar menyampaikan rencana kegiatan perayaan Nyepi dan Dharma shanti saka 1944. Nyaris tidak ada tanggapan dari anggota banjar. Sifatnya hanya informasi. Namun dihimbau kepada seluruh umat untuk turut berpartisipasi mensukseskan acara tersebut.

Informasi selanjutnya berkaitan dengan pembangunan Pura Agung Amerta Bhuana. Lima orang undagi dari Bali sedang mengerjakan perbaikan Padmasana. Pembuatan kembali bedawang nala, kepala naga dan ekor bedawangnala. Diperkirakan selesai dalam waktu dua bulan. 

Pertanyaan timbul ketika klian banjar minta persetujuan anggota banjar bahwa biaya makan tukang selama pengerjaan dibebankan kepada umat di Batam. Apa dasarnya. Bagaimana bunyi kontraknya. Biaya apa saja yang termasuk dalam kontrak.

Rupanya klian banjar lupa kalau saat rapat antar lembaga sudah disampaikan bahwa dalam perjanjian kontrak tukang, biaya makan ditanggung oleh umat di batam. Bahkan banjar lain nyaris tidak ada masalah dan saat ini sudah berjalan dua banjar.