Kumpul di Mall Top 100 tembesi. Masih sepi ketika saya sampai. Sempat berpikir apakah saya salah loksai kumpul. Eh ternyata jam 7an pada baru nongol. Cuaca sudah mulai terasa panas oleh matahari.
Dari rencana yang ikut ada 15 orang. Tapi ternyata hanya 9 orang. 5 laki dan 4 perempuan.
Jam 7.15 start dari Top 100. Pertama jalan beriringan. Namun karena ada peserta yang tidak kuat maka terpaksa saya yang sampai duluan di jembatan satu harus menunggu beberapa saat. Setelah semua datang saya langsung meluncur lagi hingga sampai disuatu tempat gubuk kecil. Saya istirahat sambil nunggu rombongan.
Perjalanan dilanjutkan, sampai disimpang setokok menunggu pick up tiba. Belok kea rah pantai setokok. Satu anggota kebablasan sampai jembatan 4.
Jalanan menuju pantai naik turun, curam dan mendaki.
Masuk pantai, dijaga petugas. Mungkin orang kampong sana. Minta karcis masuk. Setelah bayar kami diijinkan masuk. Satu orang rp. 10 ribu. Total 10 orang termasuk supir pick up.
Di pantai harus sewa satu gazebo untuk berteduh. Bayar 60 ribu. Perbekalan semua dikeluarkan. Ada jagung rebus, pisang rebus, roti, telor ayam kampong dan kelapa muda. Haus dan lapar cukup terobati.
Semakin siang pengunjung semakin ramai. Orang pada mandi di laut meski air laut lagi surut. Mungkin pada sudah lama tidak mandi di laut semenjak wabah corona.
Jam 11 tak terasa. Sinar matahari serasa semakin panas di kulit. Siapa yang sanggup melanjutkan gowes kembali ke top 100 tembesi. Ndak ada yang sanggup. Terpaksa berhimpit himpitan di pick up yang dengan 9 sepeda saja sudah penuh.
Sepanjang perjalanan kendaraan cukup ramai, baik mobil, motor atau sepeda. Seakan ndak ada lagi yang namanya wabah corona. Semoga saja aman-aman semua. Bahkan antrean kendaraan di pom bensin arah barelang yang biasanya sepi terlihat antrean cukup panjang.
Akhirnya kami bubar di tempat start tadinya yaitu di Top100 tembesi. Tinggal menyisakan rasa pegal di kaki dan wajah terasa panas.