Senin, 28 Maret 2022

DHARMA SANTI NYEPI SAKA 1944 TAHUN 2022M


 Bertempat di parkiran Pura Agung Amerta Bhuana dharma santi dilaksanakan tanggal 27 Maret 2022. Itupun telah diundur satu hari untuk menyesuaikan dengan jadwal ketersediaan hadirnya Wali kota batam.

Tamu undangan cukup banyak yang hadir, meski tidak ada 150 seperti  jumlah undangan yang disebarkan. Ini bisa dilihat dari jumlah kursi yang khusus untuk undangan yang masih kosong. Disamping itu kehadiran umat sendiri juga kurang maksimal. Jumlah kursi yang disediakan untuk umat sekitar 650 kursi. Kursi masih banyak tersusun rapi disamping lokasi.

Hadir para pejabat penting diantaranya Wali kota Batam, bapak Rudi beserta istri yang juga adalah Wakil Gubernur Kepri. Juga hadir wakil walikota batam, Amsakar Akhmad juga beserta istri. Juga hadir kepala kantor kemenag batam. Dan undangan undangan lainnya seperti dari polsek sekupang, tokoh tokoh agama. Ada juga anggota DPRD kepri Asmin Patros. Dari Danlanal, polresta, fkub.

Ada tiga sambutan yang disampaikan yang pertama oleh I Wayan Catra Yasa yang sekaligus mewakili ketua Panitia. Beliau menyampaikan ucapan selamat datang kepada para tamu undangan dan terima kasih yang sebesar besarnya atas kehadirannya.

Kemudian sambutan kedua disampaikan oleh kepala kantor kemenag batam bapak H.Zulkarnain. 

Sambutan yang ke tiga dari Walikota Batam Bapak Rudi. Pada kesempatan yang baik tersebut beliau memaparkan rencana pembangunan kedepan. Ada empat pembangunan berskala besar, diantaranya pembangunan bandara hang nadim, jalan layang menuju arah bandara. Diakhir sambutannya beliau menyerahkan bantuan hibah bantuan untuk pembangunan Pura Agung sebesar rp 75 juta kepada ketua Parisada Kepri I Wayan Catra Yasa.

Secara umum acara dharma santi ini bisa dibilang sukses dan meriah. Apalagi diselingi acara kesenian tari hiburan ibu-ibu. Tak ketinggalan ada tari joged dengan para pengibing dari bapak bapak.

Saya bagian dari team kesenian, seni tabuh. Sudah terbiasa jika mau megambel harus angkut peralatan terlebih dulu. Demikian juga jika acara selesai, harus mengembalikan peralatan ke tempatnya lagi. Ini bukan pekerjaan ringan. Gamelan bali tidak dibuat simple atau ringan. Itulah kewajiban.