Untuk kedua kalinya Saya datang sembahyang di lokasi yang akan dibangun Pura Sathya Dharma yang berlokasi di samping blok N Dormitory Batamindo Muka Kuning. Yang pertama, dulu saat pemindahan secara ritual keagamaan pada akhir Maret 2022.
Dari subuh, bahkan sejak kemarin istri sibuk menyiapkan sarana persembahyangan. secara khusus mungkin tradisi, bikin nasi kuning. bikin sate lilit. ayam betutu. tak ketinggalan tape ketan putih yang seharusnya hari ini sudah bisa dibuka.
Saya datang ketika persembahyangan sudah mulai. Melewati rerumputan yang sudah meninggi. Mestinya saya bisa lewat jalan semen di samping bangunan dormitory. Namun saya pilih melewati rerumputan, biar alami. Kemudian melewati jembatan sementara untuk menyebrangi parit kecil selebar sepelompatan orang dewasa.
Saya duduk paling belakang diatas rerumputan, beralaskan sendal saya. Tikar yang digelar tidak mencukupi semua umat yang sembahyang, yang jumlahnya sekitar 30 orang. Matahari tidak terlalu menyengat dikulit. Kebetulan musim mendung mau hujan.
Sekeliling area persembahyangan terbentang benang dan patok patok pembatas. Batas tembok penyengker yang akan dibangun. Anehnya saya merasakan arah sembahyang menghadap ke selatan. Atau pelinggihnya akan menghadap ke utara. ini tidak umum dalam tata bangunan hindu. ternyata saya yang salah rasa. Menurut arah mata angin, sembahyang itu menghadap ke timur. Jadi sudah mengikuti tradisi.
Saya mendongakkan kepala kedepan. Yang mimpin persembahyangan Kuningan adalah Jro Mangku Agung Arif didampingi oleh istri beliau.
Sekalian tengak tengok siapa saja yang hadir.
Saya duduk sekitar 15 menit, termasuk panca sembah, nunas tirta dan ngelungsur. Cukup kilat. Saya langsung menuju tempat mobil diparkir. Setelah bertegur sapa dengan beberapa kawan dan tidak lupa berbagi prasadam/ lungsuran.
Kebetulan melewati satu bangunan kecil yang beratap transparan. Dinding sampingnya juga tranpsaran. Dari kejauhan saya sudah tahu bahwa itu adalah kebun hydroponik. Ada pipa pipa paralon melintang. Ada sayuran yang sudah tumbuh dan sepertinya sudah siap untuk dipanen. Semuanya tidak asing lagi bagi saya. Saya pernah melakoninya dulu, tapi skala rumahan.
Sebagian besar bangunan dormitori yang memang akan dibongkar, sudah mulai diratakan. Dari blok A sampai blok H, yang dulu banyak menyimpan kenangan. Beberapa alat berat kelihatan sedang merobohkan bangunan bangunan yang usianya sudah sekitar 30 tahun lebih.
Selamat hari suci Kuningan
