Jumat, 15 April 2022

TIRTA YATRA

 


Mengunjungi tempat suci, pura Girinatha Puncak Sari bukit tengkorak di batu 19. Berangkat ber enam di hari sabtu 9 april 2022. Sebenarnya ini tujuannya menjalin keakraban dengan dirut pln batam yang kebetulan orang bali dan baru beberapa bulan menjabat di batam dan telah banyak berkontribusi terhadap pembangunan pura.

Acaranya cukup mendadak, ataukah karena saya yang dihubunginya mendadak. Jam 10 pagi saya dihubungi diminta jam 2 sore dah kumpul. Sebenarnya agak ragu. Saya kira berangkat hanya bertiga. Tapi ternyata enam orang.

Kumpul di pelabuhan punggur jam 3 sore. Dicarterkan speedboat lewat pelabuhan kepri. Hanya butuh waktu 15 menit sampai di tanjung uban. Kemudian naik roda empat menuju tanjung pinang. 

Sempat mampir dulu cari minum. Kebetulan ada warung buka dekat sebuah jembatan. Sepertinya itu di daerah kijang. Tak seperti di batam. Di tanjung pinang warung makan tidak ada yang ditutup gorden.  Biasa saja bagi yang buka. Orang makanpun banyak. Saya pesen kopi susu. Sebenarnya agak khawatir minum kopi lewat siang hari. Tapi kopinya terasa nikmat sekali. Saya juga makan otak otak beberapa biji. Kebetulan perut sudah terasa lapar.


Kemudian booking satu kamar hotel Aston. Untuk numpang mandi dan ganti pakaian.

Jam 7 malam kluar hotel setelah mandi bergantian 2 orang.

Memasuki jalan tanah disekitar bukit tengkorak, keadaan jalan cukup memprihatinkan. Berlumpur dan licin. Baru saja diguyur hujan, dan jalan tersebut baru selesai dikeruk kembali untuk pembetonan.

Dengan segala upaya tiba juga akhirnya di Pura Giri Natha. Langsung menuju jeroan pura dan sembahyang bersama.

Selesai sembahyang telah disediakan santap malam, menu special. Sayangnya kulitnya sudah alot.

Ngobrol ngalor ngidul. Jam 12 tengah malam jro magku kedengaran mepuja. Kamipun ikut ke jeroan dan ikut meditasi. 

Ternyata benar kekhawatiran saya. Efek kopi sangat kuat. Sampai pagi saya tidak bisa tidur sedikitpun. 

Dalam perjalanan menuju hotel, saya sempat tertidur di mobil beberapa saat. Ya lumayan terasa agak segar. Setelah kembali ke hotel untuk mandi dan ganti pakaian, langsung meluncur mencari tempat sarapan yang buka. Akhirnya jumpa satu rumah makan mie tarempa. Saya makan nasi goreng dan mencicipi luti gendang.


Naik speed boat carteran, ndak sampai 15 menit sudah tiba di pelabuhan punggur. Dan pulang ke rumah masing-masing. Semoga nanti ada lagi acara tirta yatra part 2.