Rabu 7 september 2022. Saya dan istri turut melayat dalam upacara kremasi almarhum I Made Suciarta. Meninggal dua hari sebelumnya di Rumah Sakit BP Batam. Informasi di grup WA pagi hari. Sedikit kaget karena akhir akhir ini sudah kelihatan sehat. Kemungkinan komplikasi penyakitnya kambuh.
Atas permintaan sang Istri dan saran warga di tempat tinggalnya di perumahan PJB, jenasah dibawa kerumah. Warga sekitar berkesempatan melayat.
Pukul 5 sore jenasah dibawa ke Rumah Duka di Baloi. Selama dua malam. Saya hadir untuk acara doa bersama pada malam pertama. Warga Hindu berdatangan untuk memanjatkan doa bersama. Doa kedukaan yang dipimpin oleh Jero Mangku Putu Satria Yasa bersama Jero Mangku Agung Arif.Malam kedua masih dilakukan doa bersama. Kebetulan saya tidak bisa hadir. Sepertinya sebagian besar yang datang rata rata yag tidak bisa hadir pada doa malam pertama. Perhatikan photo dibawah. Sepertinya ada grup yang suka minum minuman beralkohol. Ndak pandang tempat dan waktu, di kedukaan sekalipun. Tentu tidak ada yang ngelarang, sah sah saja.Hari Rabu jam 10 pagi jenasah diberangkatkan dari rumah duka menuju krematorium sembau nongsa.Prosesi dan persiapan sebelum jenasah dimasukkan ke tungku kremasi dipimpin oleh Jro Mangku Putu Satria Yasa yang diikuti oleh anggota keluarga. Entah apa makna masing masing kegiatan yang dilakukan. Termasuk acara “mesulub” yaitu ketika peti jenasah diangkat kemudian kerabat keluarga yang usianya lebih muda dari almarhum lewat di bawah jenasah sebanyak tiga putaran.
Kemudian jenasah dibawa ke ruangan kreamasi. Saya lihat di satu ruangan tersebut ada 4 tungku kreamasi. Saya perhatikan masih ada satu prosesi terakhir yang di haturkan oleh Jro Mangku. Kemudian tungku ditutup, komporpun dinyalakan. Tinggal nunggu abu jenasahnya selama 24 jam. Agar suhunya dingin. Untuk kemudian dihanyut ke laut.Saya lihat ada sekelompok umat yang menyampaikan doa terakhir dengan caranya mereka. Kelompok sampradaya Ananda Marga.
Hujan rintik rintik masih turun. Dalam perjalanan pulang kawan nelpon diajak makan siang. Wah saya langsung bilang ok ok. Seperti langganan kalau lewat daerah ini harus mampir ke rumah makan padang yang satu ini Rumah Makan Bahagia2. Kata orang orang makanannya enak. Saya juga berpendapat begitu. Memang yang makan cukup ramai. Rumah makan ini kena gusur akibat pelebaran jalan. Itulah program pembangunan wali kota batam. Selamat makan.



.jpeg)
