Saya juga sama dengan anda. Bangun tidur yang dicari pertama kali adalah HP. Dalam keseharianpun tanpa pegang HP melebihi kehilangan pasangan. Serasa gelisah. Betapa sepinya terasa ketika bepergian tanpa bawa HP.
Media sosial (medsos) yang terpopuler saat ini adalah Whatapps (WA). Padahal banyak media sosial lainnya. Misal Twitter, IG, Mechat, dll. Fb juga masih populer padahal usianya kalau tak salah paling tua, yang saya tau.
Anda juga pasti punya grup WA. Atau ikut grup WA. Seperti halnya saya. Ikut puluhan grup WA. Ada yang atas keinginan saya ikut bergabung atau ada juga yang dimasukkan ke grup tanpa saya minta. Tak jarang ada yang komplin minta jangan dimasukkan ke grup. Alasannya sudah terlalu banyak ikut grup WA. Ini memang bermasalah untuk yang memory Hpnya kecil, seperti saya. Tapi saya perhatikan amat jarang yang punya HP dengan memory kecil. Hpnya justru keren keren. Atau hanya mau pamer bahwa dia orang yang sibuk banyak kegiatan sehingga masing masing kegiatan ada grupnya.
Masing masing grup tentu punya tujuan tersendiri. Ada grup spiritual yang khusus membahas atau sharing hal hal yang bersifat spiritual. Ada grup olah raga. Ada grup kesenian. Ada grup keagamaan. Ada grup organisasi keagamaan. Ada grup gotong royong. Dan masih banyak lagi.
Tentu masing masing grup ada aturannya. Apa saja yang boleh di posting. Hal apa yang boleh didiskusikan. Aneh rasanya bikin grup yang isinya selalu memojokkan individu bahkan memojokkan organisasinya. Apalagi organisasi tersebut nota bene mengayomi keberadaannya. Tata krama, sopan santun harus diikuti. Bukan grup orang orang barbar. Sesuka hatinya. Harusnya saling menasehati. Apalagi anggota grup adalah orang orang berpendidikan baik pendidikan akademik maupun keagamaan. Bahkan ada juga yang merasa sebagai sesepuh. Harusnya bisa memberi contoh. Bukannya malah mempropokasi. Contohnya grup yang kebetulan saya dimasukkan juga sebagai anggota. Namanya grup suka duka ......(saya potong). Ini sudah saya singgung dalam tulisan saya sebelumnya. Meski kini hanya beberapa orang yang rajin posting ke grup tersebut, namun isinya tetap tidak mengarah ke hal hal positif. Yang ditonjolkan hanya sisi negatif. Entah apa skup dari kegiatan grup ini. Misal ada warga meninggal atau kedukaan. Buru buru mengumpulkan dana donasi. Sebenarnya sudah ada Banjar yang mengkoordinir. Atau mengapa sekalian diambil semua tugas kelian Banjar. Kalau itu tujuannya.
Entahlah. Namanya juga grup suka.