Saat saya menghadiri pertemuan banjar Batu Aji Timur (komunitas Hindu yang tinggal di sekitar Batu Aji Timur), agendanya membahas atau memberi masukan masukan penyempurnaan AD/ART BOP Pura Agung Amertha Bhuana Batam. Sekaligus mengajukan calon ketua BOP. Itu akan dibahas lagi saat rapat selanjutnya para stake holder BOP.
Pertemuan bulanan ini diadakan di kediaman warga di Taman Cipta Asri, arah ke barelang. Yang hadir kebetulan hanya 16 orang termasuk tuan rumah. Seperti dugaan saya, kalau agendanya membahas hal hal penting dan serius, biasanya juga yang hadir tidak banyak.
Berikut adalah Notulen rapat yang saya copast dari WAG Banjar.
1. Ketua BOP dipilih oleh umat melalui masing – masing Banjar (per KK per suara)
2. Badan Pengawas BOP melibatkan umat, dalam hal ini diwakili oleh Kelian Banjar.
3. Pasal 6: - Perlu ditinjau kembali terkait saran dari Banjar Batu Aji Timur mengenai pemilihan ketua BOP oleh anggota Banjar (menyesuaikan peran Lembaga) - Seharusnya menyebutkan tugas dan wewenang DPU.
4. AD/ART harus mencantumkan pasal / aturan pelaksanaan lokasabha BOP (tata cara/sistem pemilihan Ketua).
5. Tetap harus ada Lembaga / Stakeholder yang bertugas mengontrol kegiatan Badan Pengawas & Badan Pelaksana.
6. Pertanggungjawaban BOP kepada Lembaga yang mengeluarkan SK (?)
7. Pasal 3, segera bentuk yayasan sebagai pemilik dan pengelola seluruh asset yang ada di Pura Agung Amerta Bhuana.
8. Rekomendasi: - BOP bersama Lembaga segera menyelesaikan permasalahan Sri Lalitha. - Meninjau kontrak dengan Kak Dadut
9. Program Kerja BOP - Menyelesaikan renovasi Pura Agung Amerta Bhuana sebelum piodalan tahun 2023 - Membangun komunikasi dengan umat agar tercipta hubungan yang harmonis - Merekrut petugas penjaga pura & petugas pemeliharaan pura - Membuat pagar keliling pura untuk keamanan
10. Kandidat Ketua BOP - Bapak Putu Suardika
Memiliki sesuatu yang baik masih lebih bagus daripada memiliki sesuatu yang tidak baik, meski keduanya sama sama tidak dijalankan. Itulah anggapan saya, meski mungkin saja saya keliru. Mau dibuat sebagus apapaun AD/ART suatu organisasi tidak ada gunanya jika tidak dijalankan. Yang dibahas setiap kali akan menyusun kepengurusan baru, ya itu itu saja. Termasuk yayasan. Sudah berulang kali dibahas, bahkan dibentuk. Tapi mengapa tidak tuntas, masalahnya dimana, itu yang tidak dibahas dan diperbaiki. Sampai jumpa.
