Minggu 7 Desember 2014, pelantikan pengurus perkit di hotel pasific batam.
Khusus umat Hindu disediakan satu buah bus kapasitas 35 orang dari pura agung menuju hotel pasific dan kembali lagi ke pura agung setelah acara.
Acara dimulai pukul 10 pagi karena dihadiri oleh Gubernur Kepri HM Sani, yang waktunya sangat terbatas berhubung harus menghadiri acara ditempat lain. Sampai acara penandatanganan surat pengukuhan pengurus Perkit, rombongan umat hindu yang dari Pura Agung belum muncul-muncul juga. Tidak lebih dari 10 orang 'bali' yang hadir. beberapa menit kemudian kelihatan rombongan dari Pura Agung berjumlah 5 orang duduk di deretan kursi belakang. Mubasir dan kontras sekali dengan perwakilan provinsi lain yang masyarakatnya berbondong-bondong datang.
Acara demi acara terlewati, hingga tiba waktu makan siang pada jam 12.15. Menu makan siang masih ukuran standard hotel, tidak terlalu jelek.
Satu acara pokok selesai kemudian dilanjutkan dengan acara ke 2 yaitu rapat kerja. Dari 10 orang pengurus perwakilan Hindu/ Bali sudah pada pulang termasuk saya karena ada keperluan lain. Meski saya sempat ditelpon oleh Sekjen pada saat acara Raker dimulai karena tidak terlihat ada di tempat. Praktis yang tersisa disana dari perwakilan Hindu adalah satu peserta dan satu sekjen.
Dua hari menjelang acara pelantikan, semua perwakilan dari IKB diundang meeting di Gedung otorita Batam di ruangan ketua IKB. Saya berhalangan hadir, ternyata yang hadir cuman 4 orang. Wah kenapa begini? Mungkin orang Bali itu cocoknya hanya jadi penghibur sementara daerah lain saling antusias menyuarakan kepentingannya.