Selasa, 15 April 2008
Agama Moderen VS Agama Kuno
Saya tergelitik sekali ketika saya berbincang-bincang dengan salah seorang teman saya saat makan siang di sebuah kantin perusahaan, dimana dia sempat mengatakan bahwa ada saudaranya yang masih menganut agama secara kuno, misalnya masih menggunakan kemenyan, dupa atau hal-hal lain yang berbau mistik, katanya. Doa-doanya pun katanya masih doa promitif, entah diambil dari mana. Kenapa saya tergelitik dengan ucapan kawan saya tersebut? Terlepas dari maksud beragama secara kuno atau beragama secara moderen seperti yang dikatakan oleh kawan saya tersebut, pertama saya melihat ke dalam diri saya, dan seketika timbul pertanyaan dalam hati, apakah agama saya juga dia maksudkan agama kuno? Karena dia tahu saya beragama Hindu dan memang kalau saya sembahyang juga menggunakan dupa, sajen, dll. Kalau sekiranya agama itu dipandang dari satu sisi saja, misalnya hanya karena kelihatan rumit dan tidak masuk akal menurut dia, dan semua yang berurusan dengan Tuhan bisa dibuat dengan sangat sederhana, kenapa tidak menciptakan sebuah agama Multimedia, misalnya. Mengingat jaman sekarang adalah jaman global, dengan kemajuan tehnology, segala sesuatunya bias dikendalikan dari genggaman. Tuhan divisualisasikan dengan mengambil satu bentuk, misalnya gambar atau lambang tertentu. Tuhanpun bisa dikirimi sms setiap saat jika ingin berkomunikasi denganNya. Doa-doapun bisa dikirim lewat sms ataupun bisa dilantunkan secara otomatis pada jam-jam tertentu. Demikiankah seharusnya agama dan beragama itu? Segala sesuatu yang berurusan dengan Tuhan bisa dibuat sesederhana itu? Jawabannya hanya ada pada masing-masing pembaca. Terima kasih