Minggu, 27 Januari 2019

Pemakaman Hindu di Batam

Ini adalah tulisan pertama saya di tahun 2019. Tentang pemakaman/ kuburan Hindu. Entah berapa kali sudah dibahas terutama berkaitan dengan legalitas kuburan hindu ini. Masih hanya sebatas wacana karena tidak ada yang bisa menindaklanjuti sampai tuntas. Kalau tidak salah sekitatr tahun 2004 (saya lupa pastinya) ketika itu umat Bhuda sedang meratakan tanah kuburan miliknya, karena sudah mendapat ijin. Nah dari tanah mereka itulah, dengan niat baik membantu, umat hindu disisakan untuk pemakaman hindu.
Saya masih ingat disuatu sore waktu itu saya ikut meninjau lokasi tanah yang diberika ke umat hindu. Posisi paling tepi. Ada parit dan berbukit. Seketika lahan tersebut diberi plang kayu triplek bahwa itu pemakaman Hindu.
Beberapa hari setelah itu ada umat hindu yang bayinya meninggal. Dimakamkan disana. Biasanya kalau yang meninggal orang dewasa, mayatnya di bawa ke bali.
Kini kondisi tanah kuburan hindu itu tanahnya yg dulu berbukit sudah banyak dikeruk, entah oleh siapa. Tanahnya tanah bauksit. Bisa dijual kalau tahu peluang. Masih beruntung titik pemakaman beberapa bayi tidak ikut digerus. Jalan masuk ke kuburan sangat sulit dicari. Tidak ada tanda. Jalan setapak sudah ditumbuhi hutan dan semak.
Saya sempat terakhir ke sana. Beberapa kuburan dibuatkan nisan. Ternyata banyak saya lihat benda benda aneh disekitarnya. Ada bekas hidangan makanan lengkap dengan lauk pauknya. Ada benda benda aneh yang ditancapkan di dahan pohon disekitar nisan. Entah untuk tujuan apa. Barangkali minta petunjuk nomor togel.
Jro Mangku sempat posting photo perkembangan pembuatan pelinggih yang akan digunakan sebagai pura prajapati di hulu kuburan. Wah berarti ada perkembangan. Langsung bergerak tanpa pembahasan yang berlarut larut. Kadang dibutuhkan sikap main gebrak. Jika banyak pertimbangan, biasanya sulit terwujud.

Nama plang kuburan juga sudah dipersiapkan. Apa tulisan di plang. Saya sempat mengomentari bahwa harus diperhatikan plangnya agar tidak mudah dicuri orang. Namun katanya, plang yang dulu tidak hilang dicuri orang. Karena tidak dirawat, roboh, diambil pemulung. Wah ini alasan bersilat lidah. Pikir saya. Igstng2019