Kisah menarik di awal bulan February 2021. Diawali dengan postingan sebuah poto KTP oleh ketua Lembaga Hindu lewat grup WA. Ada pesan ‘hati-hati kalau berjumpa dengan orang ini’. Tentu orang membaca akan bertanya Tanya. Ada apa dengan orang tersebut.
Di KTP tersebut tercantum atas nama Ratu Ngurah Wijaya Kusuma SH, MH. Laki-laki lahir di Batur tanggal 5 Mei 1975. Agama Islam. Beralamat di Jalan Tapanuli No B 7, Sei Agul, Medan Barat. Status Kawin, Wiraswasta.
Mengapa hati-hati? Katanya yang bersangkutan serba tidak jelas. Mengapa datang ke pura, padahal jelas-jelas dia beragama islam.
Akhirnya disepakati dibahas di Zoom meeting dengan mengundang beberapa tokoh, ketua lembaga dan para klian banjar. Tema meeting ‘penanganan/ perlindungan umat bermasalah’. Yang bersangkutan sudah numpang tinggal di Pura. Persisnya menempati salah satu ruangan kelas di Pasraman.
Pada intinya semua peserta meeting tidak setuju yang bersangkutan tinggal di areal Pura. Namun tidak ada kesepakatan berapa lama diijinkan tinggal di Pura.
Saya copast beberapa hasil meeting untuk kalangan terbatas.
Mas Jumadi
2. Ratu Ngurah lama tinggal di Medan kurang lebih 5 tahun
3. Sempat aktif di pura,
4. Sempat ada masalah dengan keluarga lalu nginap di Pura
5. Sempat di modalin untuk ulang kampung ke Bali
6. Tiba - tiba datang ke Medan lagi dan tinggal di Pura tanpa ijin
7. Warga tidak mengijinkan Ratu Ngurah untuk tinggal di Pura karena beliau kurang menyakinkan
8. Setelah tidak diijinkan tinggal di Pura beliau hilang kontak
Jro Mangku Putu
9. 31 Jan 2021 pukul 6.30 datang ke Pura, mohon ijin tinggal di Pura sementara karena tidak punya pekerjaan.
10. Sempat bekerja di pembibitan bunga selama 6 bulan tanpa digaji.
11. Setiap istrinya hamil selalu digugurkan.
12. Istrinya tidak pernah mau sembahyang ke Pura dengan alasan sakit.
13. Dengan alasan itu, beliau pisah dengan istrinya.
14. KTP nya di curi oleh istrinya untuk diganti Agamanya.
15. Tinggal sementara di Pura sampai mendapat kerja, setelah mendapat kerja dan mendapat bekal yang cukup akan pulang ke Bali.
16. Beliau mengaku sebagai paranormal
Made Karmawan
17. Dibali sering di bantu orang dan sempat melarikan sepeda Ibu Mangku
Saya memberikan komentar di grup WA bahwa sebaiknya saat itu juga yang bersangkutan diminta untuk meninggalkan kawasan Pura.
Besok paginya memang ada tindak lanjut dari hasil meeting tersebut. Kesimpulannya yang bersangkutan harus meninggalkan Pura. Dan sore harinya memang pergi entah kemana. Yang bersangkutan sempat update status facebooknya bahwa dia sedang berada di Pura Agung disertai beberapa photo Pura. Bahkan sempat membuat akun baru dengan nama eyang prabu erlangga.
