Sabtu, 04 September 2010

TEMPAYAN RETAK


Persahabatan bagaikan sebuah tempayan yang patut dijaga keutuhannya bagi setiap orang agar persahabatan tersebut terus terjaga. Jika tepayan tersebut kita pakai untuk mengambil air, maka kita harus memegang tempayan dengan hati-hati agar tidak terjatuh atau pecah. Air bisa dibawa secara utuh sesuai dengan yang kita inginkan. Namun tatkala kita tidak menjaganya dengan benar maka tempayan akan mudah retak, begitu pula dengan persahabatan. Betapa ruginya jika persahabatan itu mulai retak. Manakala tempayan mulai retak bahkan berkeping-keping, perlu usaha yang besar untuk menyatukannya kembali. Bukan mustahil untuk menyatukannya kembali. Namun meskipun kita mampu untuk merangkainya kembali bahkan seperti sedia kala, namun kekuatan rangkaiannya tidaklah sekokoh dan semulus aslinya. Kita bahkan menyebutnya tempayan yang cacat. Demikian pula halnya manakala persahabatan kita retak meskipun kita telah merajutnya kembali sehingga persabatan kita terjalin kembali, namun bekas-bekas keretakan masih tersisa di hati dan tidak bisa dihilangkan.