Dalam kehidupan sehari-hari kita sering tidak sadar akan apa yang kita perbuat kadang tidak sesuai dengan apa yang kita ucapkan saat itu. Contoh kecil misalnya, saya pernah mendengarkan seseorang yang memberikan dharmawacana saat acara persembahyangan bersama. Dengan nada yang sedikit keras, meski dia sendiri menyadari dirinya bukanlah seorang pendharmawacana yang handal. Namun dia mengkritik beberapa pendharmawacana sebelumnya, kalau memberikan dhrmawacana hendaknya jangan muter-muter di situ-situ saja, jangan bicara terlalu lama, cukup 10 sampai 15 menit saja. Padahal si pendharmawacana ini berbicara begitu pada menit yang ke 18, belum lagi menyampaikan isi dharmawacananya. Dan yang lebih mengherankan lagi, sebagai penutup apa yang dia sampaikan, malah berkata 'saya akhiri dengan paramasanti, om swastyastu'.
Kadang pernah juga terjadi, seorang pembawa acara memohon agar hp di non aktifkan sejenak agar tidak mengganggu kekhusukan kita sembahyang. Namun tak berapa lama kemudian, hpnya sendiri berdering dengan nada ayam berkokok.