Sabtu, 10 Desember 2011

Sulit Dipercaya namun Nyata

Sore itu saya bersama teman-teman akan pentas di sebuah hotel di nongsa. Kami sudah sampai di tempat pentas pada pukul 2 sore. Cukup banyak waktu luang sebelum pentas dimulai. Hujan gerimis sesekali turun. Kami sedikit merasa was-was kalau-kalau terjadi hujan deras karena pentasnya di halaman hotel tanpa tenda.
Ketika jalan-jalan disekitar areal hotel, perhatian saya tertuju pada seorang kakek tua lusuh dengan pakaian yang sedikit kumal duduk santai di kursi butut di sebuah pondok hotel dengan rokok kretek terselip diantara dua jarinya. Dia duduk menghadap ke pantai sekitar 100 meter dari tempat pentas. Di depan si kakek mengepul asap pembakaran dari sebuah kaleng besar, tidak tau persis apa saja yang dibakar. Saya lihat ada arang, beberapa potong kayu, sejenis daun-daunan yang sudah diikat seperti menyerupai bungkusan kue bali.
Saya iseng bertanya pada si kakek. “hari ini cukup cerah ya pak”. Iya, semalem dikasi hujan sampe pagi, kata si kakek itu. Saya hanya manggut-manggut takut keberadaan saya disitu mengganggu aktifitas si kakek tersebut. Ini nanti acaranya sampai pukul berapa, Tanya si kakek. Sepertinya sih sampai sekitar jam 9 malam pak, jawab saya. Ooo saya usahakan nanti sampai jam 9 tidak ujan. Setelah itu boleh turun hujan, kata si kakek. Maunya saya banyak bertanya pada si kakek itu, namun dia mulai sibuk dengan pembicaraannya di hp. Terdengar dari percakapannya bahwa ada seseorang yang memerlukan bantuannya agar tidak terjadi turun hujan.
Karena saya merasa tidak sempat diperhatikan lagi oleh si kakek, saya berlalu sambil mengarahkan kamera saya ke sekitar si kakek. Beberapa jepretan saya ambil tanpa disadari oleh si kakek. Ini pengalaman langka, pikir saya. Sayapun berlalu. Senja hari cukup cerah. Wah hebat juga si kakek itu, pikirku. Perlukah dia sekolah setinggi-tingginya untuk keahliannya tersebut? Bagaimanakah menjelaskan keahlaian si kakek tersebut dengan keilmuan/ logika? Entahlah, yang jelas ini bias terjadi.
Begitu acara selesai sekitar jam 8.30 malam, hujan pun mulai turun mengguyur sekitar hotel. Wah hebat si kakek, pikirku.