Selasa, 22 Desember 2015

Duka Seorang Ayah

Kini tepat setahun yang lalu, 22 desember 2014 cobaan yang sangat berat kurasakan saat itu hingga kini belum sembuh. Hari ibu, hari yang sangat bersejarah untuk menunjukkan sujud bahakti kepada Ibu yang telah melahirkan kita. Aku merasakan langit runtuh bagai akan kiamat. Sama sekali diluar nalarku, diluar dugaanku sama sekali. Sesuatu yang kurasa mustahil terjadi, tapi nyatanya terjadi. Aku mau marah semarah-marahnya, namun tak tahu harus memarahi siapa. Kalau ini semua harus aku yang menanggung akibat kesalahan, biarlah aku terima semua.