Senin, 22 Februari 2016

Korban Traffiking

Rabu, 17 feb'16
Ada undangan lewat WA dari penyelenggara hindu kota batam yang berbunyi 'mengundang semua ketua lembaga dan kelembagaan umat di batam untuk rapat sehubungan dengan adanya seorang umat yang telah melahirkan bayi namun tidak ada ayahnya'. Demikian inti dari pesan di WA tersebut.
Sayapun mereplynya akan datang sekalian ada latihan nabuh rutin setiap rabu malam.

Singkat cerita rapat dimulai dan dibuka oleh penyelenggara Hindu dan selanjutnya dipersilakan menceritakan kronologi permasalahan kepada ketua paruman walaka, yang sempat di interupsi karena belum doa bersama. akhirnya pembawa acara memimpin doa bersama pembuka rapat.

Cerita dilanjutkan, seketika terasa trenyuh mendengarkan kronologi kejadian. kemudian beberapa tanggapan dari peserta rapat. Apa yang akan dilakukan kedepannya. Ada yang mengusulkan agar tidak kembali terjadi lagi dikemudian hari dan menimpa umat kita di Bali. Karena ini masalah hukum, kita harus minta bantuan kepada umat kita di kepolisian. Bukannya apa-apa, mendengar ini saya masih apriori. Apa sih yang bisa dibantu oleh umat yang dikepolisian?

Inti ceritanya sebagai berikut : si korban adalah seorang janda muda sudah memiliki seorang anak saat ini sudah 4 tahun, berasal dari sebuah desa di singaraja Bali. Ada yang menawari untuk bekerja di Malaysia, yang bersangkutan kepingin berangkat dan memutuskan untuk berangkat padahal kedua orang tuanya tidak mengijinkan. Berangkatlah dia ke Jawa Timur dan sempat ganti nama dan ganti Agama. Lama tidak diberangkatkan, akhirnya dibawa ke Malang dan dari sinilah dia berangkat ke Malaysia. Di Malaysia dipekerjakan di rumah seorang pilot, harusnya orang intelek. Namun apa daya malah dia diperkosa, dan malangnya lagi ketika dilaporkan kepada istrinya malah dia yang kena marah. Akhirnya dia berhasil melarikan diri dan ditolonglah oleh seorang Madura. Rupanya dia belum bernasib baik, lepas dari mulut singa malah jatuh ke mulut buaya. Malah dia diperkosa berkali-kali. Akhirnya dia telat menstruasi beberapa bulan dan akhirnya dia dipulangkan lewat Batam namun passport ditahan dia. Sampailah dia di Batam dengan terombang ambing naik pompong lewat pelabuhan 'tikus'. Dari keluarganya di denpasar, dia diminta untuk membantu memulangkan ke denpasar naik pesawat, namun keburu mau melahirkan. akhirnya dia melahirkan di rmah sakit BK batam. Sampailah berita ini ke beberapa tokoh orang BAli di Batam.
si bayi lahir sedikit ada cacat dan bobotnya hanya 6ons lebih.

Memang sih pada akhirnya ada umat hindu yang berpropesi sebagai polisi bersedia menampung si korban. Mudah-mudahan niat baik ini mendapatkan imbalan dari Yang Maha Kuasa.