Senin, 02 April 2018

Forum Dialog Kelembagaan Hindu

Minggu 1 april 2018, entah apalah namanya. Yang jelas pertemuan ini difasilitasi oleh penyelenggara hindu kota batam sdr Eko Prasetyo. Saat sosialisasi nama kegiatannya Dialog  Kerukunan antar Lembaga Hindu kota Batam. Sedikit mengandung pertanyaan, mengapa memakai kata kerukunan. Apakah selama ini tidak rukun? Akhirnya nama kegiatannya diganti  menjadi ‘Dialog Pengurus Lembaga Keagamaan Hindu Kota Batam’.
Semua perwakilan lembaga keagamaan hadir dalam acara tersebut. Ada banyak masukan-masukan dari masing masing lembaga. Diantara usulan yang urgent adalah kelanjutan sertifikat Pura, Badan konseling untuk yang pernah di sudi wedani. Dan beberapa hal lain termasuk masukan dari Penyembah Hare Khrishna.

Ada beberapa masukan yang bias ditanggapi langsung oleh team panelis. Semua masukan di rumuskan oleh team perumus dan dalam waktu dekat akan dirundingkan lagi untuk ditindak lanjuti. Kita lihat nanti apakah team ini bergerak sesuai dengan janjinya termasuk personel yang ditunjuk sebagai team perumus. Seingat saya dulu sekitar tahun 2011 pernah diadakan dialog antar lembaga begini namun tidak ada tindaklanjutnya.
Sempat juga usulan yang masuk untuk jero mangku sebagai pemimpin persembahyangan bersama di pura ditanggapi dan diputuskan oleh ketua Parisada Kepri pak Wayan Jasmin bahwa urutan persembahyangan harus mengikuti tata cara yang baku untuk menghindari kebingungan anak-anak pasraman, karena yang dilombakan dalam Jambore Pasraman adalah tatacara yang  baku dari PSN pusat yang tertuang dalam buku panduan Jambore Pasraman.
Waktu yang sangat singkat yang sedianya ditutup pada pukul 2 sore terpaksa molor 1 jam karena perlu waktu yang lebih lama untuk menampung masukan masukan dari umat.
Semoga ada tindak lanjutnya, bukan sekedar wacana.