Sabtu, 15 Juni 2019

Hidup islam, mati Hindu

untuk kesekian kalinya, hal serupa terjadi lagi. ada orang bali yang dikabarkan meninggal di batam. tentu saling bertanya siapa gerangan orangnya yang tidak pernah selama ini bertegur sapa atau berjumpa sekalipun.
photonya pun di share ke grup umat hindu kepri. sekilas info katanya masih hindu. lha tapi kok ndak ada yang kenal.
saat itu lagi ada pemakaman bayi yang meninggal dalam kandungan padahal sudah berumur 7 bulan kandungan. orang tuanya bernama wayan budi dan istrinya ibu erni. jro mangku Putu Satriayasa menerima telpon dari Bali, mengabarkan kalau ada orang bali meninggal di Batam. Kasak kusuklah umat yang hadir di kuburan saat itu. Oo ternyata ada yang kenal. dulu pernah kerja di Batam View hotel, termasuk orang bali pertama di Batam yang kerja di hotel.
info lebih jauh, yang meninggal itu dulunya sudah masu islam ikut istri, namun sudah cerai. punya 3 orang anak. sempat sukses selama kerja, sudah menjabat GM. pernah tinggal di Kijang. karena cerai dia tinggal sendirian di perumahan Oma batam center namun tidak pernah berinteraksi dengan umat hindu di kepri.
Penjajagan dilakukan oleh para pemuka umat, menggali info sebanyak banyaknya. dapat kabar dari keluarganya di bali bahwa almarhum adalah hindu, dulu istrinya disudi wedani di bali dan sempat minta buku buku hindu. keluarganya ini minta umat hindu di batam membantu mengkremasi jenasah secepatnya. bila perlu malam itu. ini cerita versi keluarganya di bali.
Versi kedua datang dari mantan istrinya yang diundang ke batam. menurut antan istrinya, sewaktu nikah si almarhum masuk islam ikut istrinya. barangkali bagi si almarhum ini tidak lah penting. setelah nikah pergilah ke bali, si suami tidak menjelaskan ke istrinya apakah itu pernikahan atau bukan. Istrinya cuman tau itu sekedar ramai adat budaya. ktp si almarhum dan kartu keluarga semua tertera hindu. Istri almarhu sepakat mantan suaminya diselesaikan secara hindu - di kremasi seperti permintaan kelaurganya di bali.
Para tokoh umat dan Jero Mangku sepakat membantu menyelesaikan almarhum untuk dikremasi. dengan catatan ada pihak keluarga yang datang ke batam.
Ibu-ibu nya sibuk mejejahitan di Pura. Jenasah masih di Rumah Sakit bhayangkara.
Dua orang anggota keluarganya yaitu Kakak almarhum dan anaknya tiba di batam hari Rabu 12 juni'19 malam. sekalian pertemuan di rumah umat yang sedang ada acara di batam center.
Kremasi dilaksanakan di krematorium milik Budha di Sembau Nongsa kamis 13 juni'19. memerlukan waktu 8 jam ditambah 4 jam pendinginan agar jenasah menjadi abu.
keesokan harinya hari jumat, abu jenasah di hanyut ke laut.